Safari Ramadhan 1447 H Dimulai dari Sergai, PW Al Washliyah Sumut Tegaskan Dakwah Tak Boleh Berhenti
Sergai, Sumut24.co Majelis Dakwah PW Al Jamiyatul Washliyah Sumatera Utara memulai rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Masjid Jam
News
MEDAN I Sumut24.co Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi terkesan dengan inovasi minyak makan merah Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). Dia meminta agar implementasi produksi minyak makan merah ini segera terealisasi.
Baca Juga:
- Safari Ramadhan 1447 H Dimulai dari Sergai, PW Al Washliyah Sumut Tegaskan Dakwah Tak Boleh Berhenti
- Polda Sumut Ungkap 923 Kasus, 1.118 Tersangka, Sita 179,95 Kg Sabu, 155 Kg Ganja, 59.168 Butir Ekstasi,
- Januari - Februari 2026: Polda Sumut Ungkap 923 Kasus, 1.118 Tersangka, Sita 179,95 Kg Sabu, 155 Kg Ganja, 59.168 Butir Ekstasi,
Edy Rahmayadi tertarik karena PPKS bisa menghasilkan alat produksi sederhana minyak makan merah yang bisa digunakan koperasi, kelompok tani atau UMKM. Dengan begitu, petani tidak terlalu bergantung dengan pabrik-pabrik sawit besar.
“Melihat alatnya yang sederhana seperti itu, saya pun mau. Kita akan bahas, kita rencanakan. Jangan lama-lama, harus cepat ini apalagi saat ini minyak goreng mahal,†kata Edy Rahmayadi saat memberikan sambutan pada Kunjungan Kerja Menteri Koperasi dan UKM RI di PPKS Jalan Brigjen Katamso Nomor 51, Medan, Kamis (9/6).
Menurut Edy Rahmayadi, untuk mengembangkan ini dibutuhkan kerja sama yang kuat antara stakeholder, petani, koperasi dan UKM. Dia berharap minyak makan merah ini bisa meningkatkan nilai tukar petani dan gizi masyarakat.
“Dari penjelasan Kepala PPKS tadi, minyak ini lebih murah, gizinya lebih baik. Jadi, kalau kita implementasikan petani kita bisa lebih makmur dan masyarakat kita lebih sehat,†katanya.
Berdasarkan keterangan Kepala PPKS Edwin Syahputra Lubis, minyak makan merah ini kaya akan vitamin A dan zat lainnya yang dibutuhkan tubuh. Minyak goreng merah ini menurutnya juga bisa berkontribusi dalam menurunkan stunting di Sumut.
Bahkan, menurutnya, vitamin E dan karoten minyak makan merah lebih kaya dibandingkan minyak sawit merah komersil, minyak bunga matahari, minyak safflower, minyak jagung bahkan minyak zaitun. “Karena kaya vitamin A, karoten, Vitamin E dan nutrisi lainnya yang sangat dibutuhkan bayi untuk tumbuh ini bisa berkontribusi mengurangi angka stunting. Produksinya tidak menggunakan bahan-bahan sintetis sehingga lebih rendah risiko, tetapi nutrisinya lebih banyak,†kata Edwin.
Sedangkan untuk alat produksinya, Edwin menjelaskan mampu memproduksi 50 Kg Minyak Makan Merah per jam, bahan bakunya berasal dari CPO benih unggul kelapa sawit (varietas PPKS). Bila dibandingkan dengan skala industri, menurutnya, harga minyak makan merah akan jauh lebih murah, karena proses produksinya lebih sederhana.
“Walau alat produksinya sederhana bukan berarti mengurangi mutu dan keamanan pangan. Soal bahan baku, di sini melimpah dan kami menjamin ketersediaan produk dan nutrisinya,†ungkap Edwin.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki mendukung pengimplementasian produksi minyak makan merah PPKS. Dengan harga yang terjangkau, kesejahteraan petani akan lebih terjaga menurut Teten.
“Kamerun dan Malaysia sudah duluan mengekspor ini, tetapi di sini soal kualitas sepertinya lebih unggul. Dan dengan harga yang lebih terjangkau, petani kita akan lebih sejahtera, petani tidak terlalu bergantung pada industri besar. Kita akan berbuat,†tegas Teten.
Pada pertemuan ini dilakukan Nota Kesepahaman antara stakeholder untuk mengembangkan minyak goreng merah termasuk kelompok tani, koperasi, UKM, BUMN dan Pemerintah. Penandatanganan Nota Kesepahaman ini disaksikan langsung Walikota Medan Bobby Afif Nasution, jajaran Kementerian Koperasi dan UKM serta OPD Pemprov Sumut.red2
Sergai, Sumut24.co Majelis Dakwah PW Al Jamiyatul Washliyah Sumatera Utara memulai rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Masjid Jam
News
sumut24.co MEDAN, Sepanjang Januari hingga 23 Februari 2026, Direktorat (Dit) Reserse Narkoba Polda Sumut telah mengungkap 923 kasus narko
kota
Januari Februari 2026 Polda Sumut Ungkap 923 Kasus, 1.118 Tersangka, Sita 179,95 Kg Sabu, 155 Kg Ganja, 59.168 Butir Ekstasi,
kota
Program Kerja TPAKD Deli Serdang 2026 Fokus pada 4 Pilar Utama
kota
Polresta Deli Serdang Lakukan Pembinaan kepada 5 anak dibawah umur yang Hendak Tawuran
kota
Inovasi USAT Atasi Masalah Kepasiran, Berhasil Tekan Risiko Loss Produksi di PEP Rantau
kota
Hari pertama Tim VIII Safari Ramadhan Kabupaten Solok Kunjungi Masjid Darussalam Titian Batu Cupak
kota
sumut24.co ASAHAN, Respons cepat Polres APolressahan kembali membuahkan hasil. Berawal dari laporan masyarakat melalui Call Center 110, per
News
RAMADHAN KEENAM, BAKOPAM SUMUT TERUS TEBAR SEMBAKO DI MEDAN AREA
kota
Medan, Wakil Bupati Kabupaten Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, S.S., menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kapasitas akademik denga
News