Dari Aspirasi Reses ke Lahan Pertanian, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani
Dari Aspirasi Reses ke Lahan Pertanian, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani
News
MEDAN|SUMUT24
Baca Juga:
Momentum Hari Listrik Nasional yang diperingati setiap tanggal 27 Oktober, dikatakan sama sekali tidak berkesan bagi warga Sumatera Utara. Meski diperingati setiap tahun, namun kondisi listrik di Sumut memprihatinkan. Hal ini terbukti dari laporan warga. Listrik padam masih mendera segenap wilayah Medan dan sekitarnya. Demikian disampaikan Sekertaris Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Sumut, Padian Adi kepada SUMUT24 melalui pesan WhatsApp, Sabut (29/10) kemarin.
Pemadaman bergilir sepanjang 1 dekade terakhir, kata Padian, belum kunjung teratasi. Bahkan, makin memprihatinkan. Program pemerintah untuk membangun pembangkit baru sebesar 35.000MW, sepertinya belum terealisasi ke Sumut untuk mengatasi krisis listrik yang sudah meneror mental masyarakat.
“Tidak adanya political will Gubsu mendesak PLN untuk menjalankan tanggungjawab sosial memenuhi kebutuhan energi listrik di Sumut,” ungkapnya.
Sikap Gubsu yang acuh tak acuh, lanjutnya, membuat PLN semakin merajalela melakukan pemadaman sporadic, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Pemadaman yang terjadi, seringkali menciderai rasa tentram masyarakat seperti hari besar keagamaan, pelaksanaan UN, dan lain-lain.
Untuk kesekian kalinya, petinggi PLN di regional Sumut membohongi warga Sumut. Betapa tidak, melalui media massa, petinggi PLN berjanji tidak bakal ada lagi pemadaman bergilir. Janji petinggi PLN pada Maret 2016, merupakan batas terakhir listrik byarpet secara bergilir.
Tetapi sekali lagi, ujar Padian Adi, ternyata warga Sumut terpaksa gigit jari dan mengurut dada, sekaligus disandera untuk menelan pil pahit kebohongan perusahaan plat merah bidang setrum itu. Masalahnya, realisasi kalau listrik tidak bakal byarpet lagi, cuma isapan jempol belaka. Bahkan, klaim aman dan tidak ada defisit untuk pelanggan umum, cuma sekadar aksesoris publikasi media.
“Betapa tidak, meski pelanggan sudah bosan dengan janji, masih ada secuil harapan dari petinggi PLN. Klaim dan janji itu merupakan dokumen hukum dan sosial yang harus dipertanggungjawabkan,”sebut Padian Adi.
Namun celaka dua belas, katanya, hingga akhir Oktober listrik tetap mengulah. Bahkan, kawasan padam itu berada di area pelanggan rumah tangga, industri dan pendidikan. Hal ini terbukti dari laporan warga. Listrik padam masih mendera segenap wilayah Medan dan sekitarnya. Durasi listrik padam bervariasi, ada berkisar 3-4 jam bahkan di beberapa daerah hingga mencapai 6 jam.
“Entah kecap apalagi yang mau dijual petinggi PLN. Defisit energi atau mental buruk. Kalau sudah mental buruk, sulit diperbaiki. Sebab sudah karatan,” ungkapnya.
Lalu, sambung Padian, belajar dari pola penanganan krisis listrik selama sepuluh tahun belakangan, tampaknya masalah bakal makin rumit. Soalnya petinggi PLN telah jenuh dan tak mampu lagi mengatasi krisis listrik. Maka itu, pilihan yang ada cuma regenerasi petinggi PLN atau sabar menunggu selesainya pembangunan pembangkit baru. Percuma menunggu janji, toh yang ada tak lebih dari sekadar kebohongan belaka.
Menurutnya, segudang apologi untuk alasan listrik padam dikemukakan PLN. Padahal, itu dilakukan hanya untuk membodohi dan mengulur waktu belaka. Tidak ada satupun resep yang dapat mengobati krisis kronis sistem kelistrikan. Karenanya, pilihan mengganti petinggi PLN merupakan momen yang cukup tepat.
“Petinggi di Sumut menyebut, kawasan ini sebagai lumbung energi. Cuma, karena petinggi PLN dan pemerintah tidak memiliki sense of crisis, semua sia-sia belaka. Krisis listrik sudah begitu kronis. Untuk mengelola listrik saat ini diperlukan tenaga segar, muda, jujur, andal dan bernurani. Jika tidak, Sumut hanya akan menjadi lumbung masalah seperti yang ada saat ini,” tandasnya. (W01)
Dari Aspirasi Reses ke Lahan Pertanian, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani
News
Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Quatul Muslimin, Dorong Persatuan dan Kepedulian Sosial
News
Ternate Kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan di Kota Ternate, Maluku Utara, mengembangkan produk olahan pangan berbasis bahan lo
Tips
Abu Dhabi, UEA Etihad Airways, maskapai nasional Uni Emirat Arab, memperkenalkanEtihad Wellbeing, sebuah program terbaru yang menghadirk
News
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2026 dapat menjadi acuan bersam
kota
Jakarta PT Federal International Finance (PT FIF) terus berupaya memperkuat komitmennya dalam membangun bisnis yang berintegritas, patuh,
News
Purwokerto Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyiapkan tindak lanjut kerja sama untuk
Tips
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meraih penghargaan Terbaik II atas Penilaian Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Keme
News
Pangandaran, PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan PTAstra dan bagian dari Astra Financial, terus memperluas manfaat
Umum
Bekasi, POP MART, perusahaan hiburan berbasis IP terkemuka dan pelopor global dalam budaya designer toys, untuk pertama kalinya menghadirkan
Ekbis