Sabtu, 02 Mei 2026

Harga Cabai Naik, Kelapa Santan Melambung

Administrator - Jumat, 21 Oktober 2016 08:26 WIB
Harga Cabai Naik, Kelapa Santan Melambung

MEDAN | SUMUT 24

Baca Juga:

Bukan hanya harga cabai merah saja yang terus naik di pasaran. Harga kelapa santan kini juga sedang melambung tinggi hampir sepekan ini. Inilah yang dikeluhkan pedagang dan pembeli di Pasar Sukaramai Medan saat ditanyai wartawan SUMUT24, Kamis (20/10).

Indah pengusaha jajanan kue ini misalnya, mengeluhkan soal kenaikan harga kelapa santan yang biasanya dia beli seharga Rp6.000 satu gandeng (dua buah) sekarang menjadi Rp9.000 per gandeng.

“Biasanya harga kelapa santan Rp6.000 segandeng, sekarang sudah Rp9.000 dan besok mungkin harganya naik lagi,” keluh Indah.

Indah menambahkan karena kenaikan harga ini, dia juga mengalami penurunan omset penjualan hampir 60% perhari. Ini disebabkan karena harga jajanannya tidak bisa naik.

Sementara itu menurut Andi, pedagang kelapa mengaminkan soal kenaikan harga kelapa santan di Pasar Sukarame Medan. Dikatakannya, kenaikan harga ini disebabkan minimnya pasokan dari suplayer.

“Kenaikan harga kelapa santan saat ini bang, karena kurangnya pasokan dari suplayer,” ujar Andi.

Andi menambahkan, biasanya setiap hari dia mendapatkan pasokan 150 sampai 200 gandeng perhari, sekarang hanya 50 sampai 80 gandeng. “Biasanya yang masuk kemari bang 150 sampai 200 gandeng, tapi udah sepekan ini hanya 50 sampai 80 gandeng perhari,” tutup Andi (mag-naldi)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Emansipasi Di Hari Buruh : Kartini-Kartini Sumut Sukses Nahkodai Perayaan May Day 2026
Tragis, Bayi 3 Minggu di Deli Serdang Meninggal Dunia Diduga Akibat Kekerasan Orang Tua
Supri Ardi Dorong Literasi AI untuk Pengembangan UMKM di Era Digital
Sekber 3 Konstituen Dewan Pers Tandatangan Fakta Integritas
Silaturahmi Pekerja dengan BPJS Ketenagakerjaan di Peringatan Hari Buruh,  Pj Sekda Tekankan Kolaborasi Untuk Kesejahteraan Pekerja
Kemnaker–Transjakarta Teken MoU, Buka Akses Kerja di Sektor Transportasi
komentar
beritaTerbaru