Dari Aspirasi Reses ke Lahan Pertanian, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani
Dari Aspirasi Reses ke Lahan Pertanian, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani
News
Medan|SUMUT24 Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Kota Medan menilai kinerja aparat Pemerintah Kota Medan, dalam pengelolaan pajak daerah dan retribusi daerah maupun pendapatan lainnya belum optimal.
Baca Juga:
Penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 57 M dari 9 sektor pajak di Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja daerah (P-APBD) Pemko Medan 2016 dinilai masih rendah.
Kenaikan itu tidaklah signifikan, mengingat sumber pajak dari PBB perkotaan dan pajak reklame cukup berpotensi, sementara realisasi tahun sebelumnya jauh dari target. Bahkan yang bersumber dari pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, jalan di tempat
Penilaian ini disampaikan Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM saat membacakan pemandangan umum Fraksi Demokrat DPRD Medan terhadap Ranperda tentang P- APBD 2016, pada rapat paripurna gedung DPRD Medan, Rabu (19/10).
Minimnya PAD dari sektor pajak itu, Hendrik mendesak agar Pemko Medan memberikan perhatian serius untuk peningkatan PAD nya.
Dikatakan Hendrik, terkait minimnya PAD dari pajak reklame Fraksi Demokrat mempertanyakan kelanjutan dan penertiban reklame yang bermasalah dimana sebelumnya sudah dimulai penertiban. Sedangkan proyeksi retribusi dari IMB yang ditargetkan Rp 40 M meragukan realisasi dan jika dimungkinkan sumbernya dari mana saja.
Selain itu kata Hendrik, pihaknya sangat menyesalkan Pemko Medan yang tidak pernah mengirimkan laporan realisasi semester APBD 2016 dan prognosis 6 bulan berikutnya.
Sedangkan 3 perusahaan milik Pemko yakni PD Pasar, PD Pembangunan dan PD Rumah Potong yang tidak menunjukkan kinerja yang memadai dan tidak memberikan laba diharapkan Pemko agar meninjau keberadaan perusahaan dimaksud atau menyarankan menjual asset saja. Fraksi Demokrat mengingatkan Pemko jangan membiarkan ke tiga perusahaan merugi terus.
Sementara itu juru bicara Fraksi PDI P DPRD Medan Hj Umi Kalsum saat menyampaikan pemandangan umumnya, mendesak Walikota Medan melakukan pengawasan penyaluran tunjangan profesi guru yang selama ini banyak penyimpangan. Fraksi PDI P mengapresiasi penambahan Rp Rp 265 M.
Selain itu Fraksi PDI P menyarankan agar penggunaan dana sebesar Rp 4,4 M untuk pembelian sarana dan prasarana Puskesmas di gunakan tepat sasaran dan skala prioritas.
Sedangkan juru bicara Fraksi Gerindra Dame Duma Sari Hutagalung mengatakan, Pemko Medan dinilai belum maksimal menggali potensi PAD. Sementara potensi itu cukup memungkinkan dari sektor pajak reklame, parkir, IMB, hotel, tempat hiburan dan potensi lainnya.
Ditambahkan Dame Duma, Pemko Medan diingatkan supaya jangan melaksanakan proyek di tahun 2016 dikerjakan pada tahun 2017. (R02)
Dari Aspirasi Reses ke Lahan Pertanian, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani
News
Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Quatul Muslimin, Dorong Persatuan dan Kepedulian Sosial
News
Ternate Kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan di Kota Ternate, Maluku Utara, mengembangkan produk olahan pangan berbasis bahan lo
Tips
Abu Dhabi, UEA Etihad Airways, maskapai nasional Uni Emirat Arab, memperkenalkanEtihad Wellbeing, sebuah program terbaru yang menghadirk
News
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2026 dapat menjadi acuan bersam
kota
Jakarta PT Federal International Finance (PT FIF) terus berupaya memperkuat komitmennya dalam membangun bisnis yang berintegritas, patuh,
News
Purwokerto Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyiapkan tindak lanjut kerja sama untuk
Tips
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meraih penghargaan Terbaik II atas Penilaian Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Keme
News
Pangandaran, PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan PTAstra dan bagian dari Astra Financial, terus memperluas manfaat
Umum
Bekasi, POP MART, perusahaan hiburan berbasis IP terkemuka dan pelopor global dalam budaya designer toys, untuk pertama kalinya menghadirkan
Ekbis