Dari Aspirasi Reses ke Lahan Pertanian, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani
Dari Aspirasi Reses ke Lahan Pertanian, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani
News
Medan | Sumut24 Realisasi laju tekanan inflasi di SUMUT yang sebesar 1.2% ini merupakan prestasi buruk. Inflasi tidak terkendali selama bulan September kemarin. Realisasi laju tekanan inflasi ini sekaligus menunjukan bahwa ada masalah serius pada pengelolaan inflasi disaat terjadi gangguan cuaca yang buruk.
Baca Juga:
Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, kontribusi harga cabai merah menjadi penyumbang bagi inflasi kemarin. Faktanya ini menunjukan bahwa ada ketidaksiapan dalam menghadapi gangguan pasokan yang sifatnya tidak terduga. Untuk memastikan pasokan memang tidak mudah, karena harus memiliki perkiraan terkait dengan kemungkinan yang tidak pasti tersebut.
Namun, bukan suatu hal yang tidak mungkin untuk menciptakan sebuah lumbung pangan yang bisa digunakan untuk menstabilkan harga dalam jangka pendek. “Saya melihat peran BULOG masih terbatas dalam mengintervensi harga cabai kemarin. Saya juga belum mengetahui masalahnya dimana. Walaupun saya menduga ada di masalah pasokan yang belum sepenuhnya cukup dan mampu menstabilkan harga dilapangan,” kata Gunawan kepada SUMUT24, Kamis (6/10).
Pengendalian sejumlah pasokan yang dihasilkan dari SUMUT juga harus memperhatikan sisi permintaan dari wilayah di luar SUMUT khususnya Riau dan batam. Tidak jarang ada begitu banyak bahan pangan yang diproduksi disini juga masuk ke pasar diluar SUMUT.
Patauan SUMUT24 pada saat ini harga cabai merah di Pasar Induk Medan masih bertahan mahal di 60.000 per Kg. Kenaikan harga tersebut sudah berlangsung lama. Meskipun sempat berfluktuasi. “Harga cabai merah di berastagi yang jelas berdekatan dengan sentral produksi pernah bertengger di harga 60.000 per Kg,” ujar Tania pedagang Pasar Induk.
Dikatakannya, pada saat itu, ada banyak pasokan yang datang dari luar wilayah kabupaten karo. Sementara saat ini, pasokan cabai di SUMUT masih bermasalah. Cuaca menambah beban dalam pengendalian harga. Ditambah lagi ada permintaan cabai yang tinggi dari luar wilayah seperti Pekanbaru dan batam.
“Dan yang saya tau ada masalah di sisi pasokan penghasil cabai di Riau khususnya dari Kerinci. Jadi saya lihat belum ada penurunan harga cabai sekarang ini. Tapi, sebaiknya Bulog maupun pemerintah dapat kendalikan harga cabai merah,â€pungkasnya.(W04)
Dari Aspirasi Reses ke Lahan Pertanian, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani
News
Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Quatul Muslimin, Dorong Persatuan dan Kepedulian Sosial
News
Ternate Kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan di Kota Ternate, Maluku Utara, mengembangkan produk olahan pangan berbasis bahan lo
Tips
Abu Dhabi, UEA Etihad Airways, maskapai nasional Uni Emirat Arab, memperkenalkanEtihad Wellbeing, sebuah program terbaru yang menghadirk
News
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2026 dapat menjadi acuan bersam
kota
Jakarta PT Federal International Finance (PT FIF) terus berupaya memperkuat komitmennya dalam membangun bisnis yang berintegritas, patuh,
News
Purwokerto Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyiapkan tindak lanjut kerja sama untuk
Tips
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meraih penghargaan Terbaik II atas Penilaian Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Keme
News
Pangandaran, PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan PTAstra dan bagian dari Astra Financial, terus memperluas manfaat
Umum
Bekasi, POP MART, perusahaan hiburan berbasis IP terkemuka dan pelopor global dalam budaya designer toys, untuk pertama kalinya menghadirkan
Ekbis