Pemkab Solok Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
Pemkab Solok Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
kota
Medan | Sumut24 Realisasi laju tekanan inflasi di SUMUT yang sebesar 1.2% ini merupakan prestasi buruk. Inflasi tidak terkendali selama bulan September kemarin. Realisasi laju tekanan inflasi ini sekaligus menunjukan bahwa ada masalah serius pada pengelolaan inflasi disaat terjadi gangguan cuaca yang buruk.
Baca Juga:
Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, kontribusi harga cabai merah menjadi penyumbang bagi inflasi kemarin. Faktanya ini menunjukan bahwa ada ketidaksiapan dalam menghadapi gangguan pasokan yang sifatnya tidak terduga. Untuk memastikan pasokan memang tidak mudah, karena harus memiliki perkiraan terkait dengan kemungkinan yang tidak pasti tersebut.
Namun, bukan suatu hal yang tidak mungkin untuk menciptakan sebuah lumbung pangan yang bisa digunakan untuk menstabilkan harga dalam jangka pendek. “Saya melihat peran BULOG masih terbatas dalam mengintervensi harga cabai kemarin. Saya juga belum mengetahui masalahnya dimana. Walaupun saya menduga ada di masalah pasokan yang belum sepenuhnya cukup dan mampu menstabilkan harga dilapangan,” kata Gunawan kepada SUMUT24, Kamis (6/10).
Pengendalian sejumlah pasokan yang dihasilkan dari SUMUT juga harus memperhatikan sisi permintaan dari wilayah di luar SUMUT khususnya Riau dan batam. Tidak jarang ada begitu banyak bahan pangan yang diproduksi disini juga masuk ke pasar diluar SUMUT.
Patauan SUMUT24 pada saat ini harga cabai merah di Pasar Induk Medan masih bertahan mahal di 60.000 per Kg. Kenaikan harga tersebut sudah berlangsung lama. Meskipun sempat berfluktuasi. “Harga cabai merah di berastagi yang jelas berdekatan dengan sentral produksi pernah bertengger di harga 60.000 per Kg,” ujar Tania pedagang Pasar Induk.
Dikatakannya, pada saat itu, ada banyak pasokan yang datang dari luar wilayah kabupaten karo. Sementara saat ini, pasokan cabai di SUMUT masih bermasalah. Cuaca menambah beban dalam pengendalian harga. Ditambah lagi ada permintaan cabai yang tinggi dari luar wilayah seperti Pekanbaru dan batam.
“Dan yang saya tau ada masalah di sisi pasokan penghasil cabai di Riau khususnya dari Kerinci. Jadi saya lihat belum ada penurunan harga cabai sekarang ini. Tapi, sebaiknya Bulog maupun pemerintah dapat kendalikan harga cabai merah,â€pungkasnya.(W04)
Pemkab Solok Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
kota
Rapat Asistensi dan Monitoring Penyesuaian APBD Pemanfaatan Tambahan Dana Transfer ke Daerah TA 2026 di Hadiri Bupati Solok
kota
Langkat sumut24.co Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Langkat kembali menunjukkan komitmen dan kepedulian sosialnya terhad
News
Kelangkaan BBM Sumut Diduga Hasil Permainan Internal, LBH Betul Betul Desak Kapolda Usut Tuntas Kasus Fraud dan Copot Pimpinan PertaminaBPH
kota
Jual Rokok Tanpa Pita Cukai Berujung Proses Hukum, Polres Padang Lawas Sita Berbagai Merek Ilegal
kota
Kapolres Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama Lewat Program Polsumat di GKPA, Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas Bersama
kota
Respons Cepat Laporan Warga, Polsek Batangtoru Temukan Dugaan Alat Isap Sabu di Muara Batangtoru
kota
Polisi Sahabat Umat! Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval N.G. Desky Gelar Edukasi Kamtibmas di Masjid Raya AlAbror
kota
Dibekuk Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Tengah Malam! Pengedar Sabu di Pijarkoling Simpan Barang Bukti 23,84 Gram
kota
Kapolres Palas AKBP Dodik Yuliyanto Perkuat Sinergi dengan Kajari Sibuhuan, Komitmen Wujudkan Penegakan Hukum Profesional dan Berkeadilan
kota