Pemkab Solok Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
Pemkab Solok Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
kota
Medan | Sumut24
Baca Juga:
Harga cabai merah masih tangguh. Hingga hari ini Rabu (8/9/2016) bumbu dapur ini dipasarkan diharga antara Rp 56.000 hingga Rp 60.000. Mahalnya harga cabai merah ini membuat permintaan merosot dan konsumen mulai beralih dengan cabai rawit merah.
Seperti diungkapkan Antonius Sipayung, pedagang sayuran di Pasar Tradisional Petisah Medan. “Empat hari ini, cabai merah bertahan di harga Rp 56.000 per kg,”ujarnya.
Mahalnya harga cabai merah ini menurutnya, karena suplay dari gunung yang menipis. Sehingga membuat harga tetap mahal.
Memang sambungnya, suplay cabai merah dari Jawa ada. Hanya saja, kualitasnya tidak bagus. Sehingga konsumen tidak tertarik untuk membelinya.
“Sekarang ini, permintaan merosot jauh pembeli,”ujarnya dan Antonius mengaku mengalami kerugian akibat mahalnya harga cabai ini. Sedangkan untuk strategi, dia mengandalkan sayuran lainnya.
Bahkan dia mengaku, cabai merah dengan kualitas tidak bagus terpaksa dijual murah. Karena tidak laku. “Sering merugi, karena kualitas jelek jual mahal ngak laku,”ujarnya.
Mahalnya cabai merah ini sebutnya, membuat masyarakat mulai beralih dengan cabai rawit. Karena harganya lebih terjangkau yang dipasarkan Rp 40.000 per kg.
“Sekarang banyak yang beralih ke cabai rawit. Kita biasa hanya 15 kg, sekarang ini menjadi 20 kg. Selain itu juga beralih ke cabai hijau,”ujarnya.
Hal tidak berbeda diungkapkan pedagang di Pusat Pasar Medan, Asnidar. Dia juga mengaku saat ini, harga cabai merah masih melambung. “Cabai merah hari ini Rp 54.000 per kg, semalam Rp 55.000,”ujarnya.
Dia menyebutkan melambungnya harga cabai merah ini karena selain suplay yang kurang dari gunung, cabai merah dari luar seperti Aceh dan Jawa tidak ada masuk.
Edi menjadi salah satu yang beralih dengan cabai rawit dengan kenaikan cabai merah. Karena jika tetap mempertahankan cabai merah dengan harga diatas Rp 50.000 per kg, akan berimbas pada untung yang semakin menipis.
Sementara untuk menaikkan harga jual tidak memungkinkan. “Sekarang kita beralih dengan cabai rawit. Tidak ada pilihan lain, selain mengurangi konsumsi cabai merah. “Makanya, kalau cabai merah mahal, banyak yang diincar cabai rawit merah. Tapi kalau cabai merah harganya sudah normal, akan tetap gunnakan cabai merah,”ujar pemilik usaha kuliner yang sudah punya lima outlet ini
Pemkab Solok Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
kota
Rapat Asistensi dan Monitoring Penyesuaian APBD Pemanfaatan Tambahan Dana Transfer ke Daerah TA 2026 di Hadiri Bupati Solok
kota
Langkat sumut24.co Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Langkat kembali menunjukkan komitmen dan kepedulian sosialnya terhad
News
Kelangkaan BBM Sumut Diduga Hasil Permainan Internal, LBH Betul Betul Desak Kapolda Usut Tuntas Kasus Fraud dan Copot Pimpinan PertaminaBPH
kota
Jual Rokok Tanpa Pita Cukai Berujung Proses Hukum, Polres Padang Lawas Sita Berbagai Merek Ilegal
kota
Kapolres Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama Lewat Program Polsumat di GKPA, Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas Bersama
kota
Respons Cepat Laporan Warga, Polsek Batangtoru Temukan Dugaan Alat Isap Sabu di Muara Batangtoru
kota
Polisi Sahabat Umat! Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval N.G. Desky Gelar Edukasi Kamtibmas di Masjid Raya AlAbror
kota
Dibekuk Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Tengah Malam! Pengedar Sabu di Pijarkoling Simpan Barang Bukti 23,84 Gram
kota
Kapolres Palas AKBP Dodik Yuliyanto Perkuat Sinergi dengan Kajari Sibuhuan, Komitmen Wujudkan Penegakan Hukum Profesional dan Berkeadilan
kota