Dari Aspirasi Reses ke Lahan Pertanian, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani
Dari Aspirasi Reses ke Lahan Pertanian, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani
News
Medan – Pasar tradisional mulai ditinggalkan masyarakat. Sejumlah pasar terutama yang dikelola Pemko Medan mulai sepi pengunjung. Seperti di Pasar Sikambing Medan, Pasar Pringgan, Pasar Petisah.
Baca Juga:
Kehadiran pasar pendamping di lingkungan Pasar resmi ternyata, berkontribusi. Karena masyarakat lebih memilih belanja di pasar informal, diluar Pasar resmi.
Ulfa, warga Kapten Muslim, mengaku memang suka berbelanja di pasar tradisional. “Saya itu, suka belanja di pasar tradisional. Biasanya di Pasar Sikambing, karena dekat rumah. Asyiknya belanja di pasar itu, bisa tawar menawar,”katanya Jumat (12/8/2016)
Pasar yang biasa tempat dia belanja ternyata, bukan pasar resmi yang dikelola Pemko Medan. “Belanjanya itu, bukan yang keramik lantainya. Dibelakangnya, kalau hujan becek,”ujarnya.
Ulfa menuturkan, alasan kenapa dia memilih belanja di tempat tersebut. Selain harganya yang lebih murah tenyata pedagang juga lebih ramah. “Saya suka belanja di sana, karena harganya. Terus tawar menawar itu. Berbeda kalau di dalam yang lantainya keramik, kalau kita tawar merepet,”ujarnya.
Hal tersebut akunya, membuatnya tidak nyaman untuk berbelanja. Berbeda dengan warga Medan lainnya, Elvi warga Jalan Pelita I ini mengaku tidak terlalu suka berbelaja di Pasar Tradisional. Dia mengaku tidak nyaman belanja di Pasar tradisional.
“Kalau belanja di pasar tradisional itu, ngak nyaman. Kadang beceklah, terus harganya harus pandai-pandai menawar. Saya itu, kalau belanja paling jarang mau nawar,”ujarnya.
Misalnya, belanja kebutuhan dapur seperti cabai, bawang. “Pokoknya belanja di satu tempat saja, cuman bilang setengah kilo tanpa pernah nanya harga,”ujarnya.
Tidak hanya untuk kebutuhan dapur, untuk membeli Pakaian juga Elvi mengaku bingung. Misalnya di Pasar Petisah. “Kalau disana, saya suka ke sasar, tidak tahu pintu keluar. Belum lagi harganya yang kadang sesuka pedagang, kita harus pande-pande dan nekat nawar setengah harga, kalo nggak ketipu,”ujarnya.
Mulai berkurangnya tingkat kunjungan masyarakat ke pasar tradisional diamini pedagang. Misalnya saja, di Pasar Petisah, beberapa tahun lalu, ratusan masyarakat mengunjungi tempat itu. Mereka tidak hanya kota Medan, namun luar kota juga.
Namun belakangan ini, jumlah ini semakin merosot. Seperti pengakuan Fadhli, pedagang yang berada dilantai II mengatakan, saat ini rata-rata tingkat kunjungan masyarakat hanya dikisaran 75 orang.
Terbukanya transportasi udara dari semua provinsi dengan tujuan Jakarta juga dinilai memberkan kontribusi. Disamping semakin menjamurnya toko-toko online.
“Sejak tiga tahun terakhir pasar tidak bisa diprediksi. Sekarang persaingan semakin kritis. Kalau dulu, kebanyakan orang belanja dari Aceh lebih dominan ke Medan. Sekarang sudah banyak yang langsung belanja ke Jakarta. Pelancong dari negara lain juga,”ujarnya.
Kondisi ini membuat pedagang harus memutar strategi. Sehingga bisa bertahan dan konsumen tetap datang berbelanja.
Dari Aspirasi Reses ke Lahan Pertanian, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani
News
Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Quatul Muslimin, Dorong Persatuan dan Kepedulian Sosial
News
Ternate Kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan di Kota Ternate, Maluku Utara, mengembangkan produk olahan pangan berbasis bahan lo
Tips
Abu Dhabi, UEA Etihad Airways, maskapai nasional Uni Emirat Arab, memperkenalkanEtihad Wellbeing, sebuah program terbaru yang menghadirk
News
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2026 dapat menjadi acuan bersam
kota
Jakarta PT Federal International Finance (PT FIF) terus berupaya memperkuat komitmennya dalam membangun bisnis yang berintegritas, patuh,
News
Purwokerto Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyiapkan tindak lanjut kerja sama untuk
Tips
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meraih penghargaan Terbaik II atas Penilaian Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Keme
News
Pangandaran, PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan PTAstra dan bagian dari Astra Financial, terus memperluas manfaat
Umum
Bekasi, POP MART, perusahaan hiburan berbasis IP terkemuka dan pelopor global dalam budaya designer toys, untuk pertama kalinya menghadirkan
Ekbis