Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025–2030
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025&ndash2030
News
Jakarta I Sumut24.co
Baca Juga:
- Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025–2030
- Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan! Kabur dengan Jebol Dinding Seng, Pria di Padangsidimpuan Akhirnya Ditangkap Polisi
- Kapolres Tapsel Apresiasi 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Usai Tuntaskan Misi di Papua
Dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia, Bayer Indonesia, perusahaan global dengan kompetensi di bidang kesehatan dan pertanian, meluncurkan “Program Better Farming, Better Life†sebagai inisiatif pemberdayaan holistik yang ditargetkan untuk petani kecil. Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya KB yang benar bagi keluarga petani kecil, termasuk mengelola gizi yang baik selama 1000 hari pertama kehidupan. Sebagai percontohan, Program Program Better Farming, Better Life Bayer diluncurkan di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di mana 1,4 juta (52%) penduduknya bekerja di sektor pertanian. Kota atau kabupaten yang menjadi sasaran program ini antara lain Belu, Timor Tengah Utara, dan Kupang di NTT.
Kinshuk Kunwar, Presiden Direktur PT Bayer Indonesia menyampaikan, “Sejalan dengan visi Bayer: Health for All, Hunger for None, Bayer telah berdedikasi untuk menyediakan keberlanjutan terkait dengan komitmen Bayer di 3 bidang; termasuk perawatan kesehatan perempuan, perawatan kesehatan diri secara mandiri, dan ketahanan pangan. Melalui solusi Better Farming, Better Life Program yang diterapkan dengan menggunakan kondisi dan konteks lokal yang unik, Bayer dapat mendukung petani kecil untuk meningkatkan produktivitas mereka untuk menyediakan makanan bagi keluarga, memelihara lingkungan mereka, dan melindungi planet ini. Karena, kami di Bayer percaya bahwa meningkatkan kesehatan dan imunitas perempuan di pedesaan melalui pengetahuan kesehatan reproduksi, pendidikan keluarga berencana, suplementasi vitamin dan mineral, serta makanan bergizi yang lebih baik dapat membantu mempercepat penurunan angka stunting.â€
Â
Program Better Farming, Better Life sejalan dengan kerja sama antara BKKBN dan Kementerian Pertanian untuk mempercepat penurunan stunting dengan meningkatkan asupan gizi yang cukup. Penyebab risiko stunting bersifat multifaktorial, penyebab utamanya adalah malnutrisi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan, dari awal kehamilan (konsepsi) sampai anak berusia 2 tahun. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada tahun 2018, prevalensi stunting di NTT masih tertinggi di Indonesia, yaitu 42,6%, dibandingkan 30,8% secara nasional. Sedangkan menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 angka kelahiran di NTT masih tinggi, dimana setiap perempuan masih memiliki tiga sampai empat anak.
Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), Kepala BKKBN menyampaikan, “Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik Program Better Farming, Better Life yang dicanangkan oleh Bayer Indonesia dalam membantu BKKBN dan Kementerian Pertanian mencapai target penurunan prevalensi stunting di Indonesia bagian Timur, khususnya di provinsi Nusa Tenggara Timur. Dari data yang dihimpun BKKBN, terdapat 17.000 keluarga di Indonesia Timur memiliki risiko tinggi untuk mendapatkan bantuan pencegahan stunting. Makanan bergizi yang cukup dan program keluarga berencana yang baik tidak hanya mempengaruhi kelangsungan hidup anak, tetapi juga kemampuan mereka untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal.â€
“Keluarga berencana membantu melindungi perempuan dari segala risiko kesehatan yang mungkin terjadi sebelum, selama, atau setelah melahirkan. Oleh karena itu, dengan adanya kemitraan dengan Bayer ini, kita bersama dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas kehidupan keluarga petani, menciptakan akses yang lebih efektif terhadap edukasi pentingnya KB dan kontrasepsi oral, serta memenuhi kebutuhan nutrisi mereka,†tambah Dr. Hasto.
Perlu diketahui bahwa kekurangan mikronutrien, vitamin, dan mineral merupakan masalah kesehatan masyarakat yang banyak dialami masyarakat yang kurang terjangkau, dengan kelompok perempuan dan anak-anak menjadi kelompok sangat rentan. Oleh karena itu, Bayer percaya pemberdayaan petani perempuan dan istri petani dengan pengetahuan perawatan kesehatan diri akan bermanfaat bagi diri mereka sendiri, anggota keluarga, dan lingkungan mereka dalam mencegah stunting, terutama selama pandemi COVID-19, di mana kekebalan kesehatan sangat penting.
“Kami bangga dapat meluncurkan Program Better Farming, Better Life, dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia bersama BKKBN. Program ini adalah program pertama Bayer yang mengaplikasikan inisiatif pemberdayaan petani kecil secara holistik melalui peningkatan kesehatan reproduksi keluarga, penerapan sistem KB, pemberian edukasi mengenai perawatan kesehatan diri serta mentransfer pengetahuan teknologi pertanian untuk hasil pertanian yang optimal. Melalui implementasi program ini, kami berharap dapat mempercepat realisasi komitmen Bayer di Indonesia pada tahun 2030, termasuk mendukung 4 juta petani kecil melalui penyediaan akses teknologi pertanian, asuransi, finansial dan pasar, memberikan akses pendidikan dan kontraprestasi kepada satu juta petani perempuan dan istri petani, serta menjangkau satu juta masyarakat yang tinggal di tengah komunitas yang rentan per tahunnya melalui pendidikan perawatan diri dan akses terhadap vitamin dan mineral,†tutup Kinshuk.
Â
Untuk mengimplementasikan Program Better Farming, Better Life di Nusa Tenggara Timur, Bayer Indonesia menjadikan Mercy Corps Indonesia sebagai mitra pelaksana program tersebut di lapangan.
Bersama dengan BKKBN, Bayer Indonesia telah berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam program Keluarga Berencana selama lebih dari 32 tahun melalui penyediaan produk-produk kontrasepsi yang inovatif serta edukasi kesehatan reproduksi dan kontrasepsi dalam program KB Mandiri (Lingkaran Biru). Terlebih lagi, di tahun 2007, Bayer bekerjasama dengan BKKBN dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk mencanangkan Hari Kontrasepsi Sedunia di Indonesia.ril
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025&ndash2030
News
Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan! Kabur dengan Jebol Dinding Seng, Pria di Padangsidimpuan Akhirnya Ditangkap Polisi
News
Kapolres Tapsel Apresiasi 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Usai Tuntaskan Misi di Papua
News
Kapolsek Sipirok Turun Temui Warga Baringin, Serap Aspirasi dan Bahas Keamanan Lingkungan
News
Begal hingga Premanisme Dibidik, Timsus Serigala Sakti Bergerak Malam Hari di Padang Lawas
News
HUT Golkar ke62 Dari Ziarah Pahlawan, Irsan Efendi Nasution Ingatkan Golkar soal Tanggung Jawab kepada Rakyat
News
Momen Haru dan Bangga! Ketua MPC Pemuda Pancasila Padangsidimpuan Sambut Danyonif 123/RW dan 450 Prajurit Pulang dari Papua
News
Jelang Konferensi IX PWI Tabagsel, Kapolres Padangsidimpuan Siap Dukung Pelaksanaan yang Kondusif dan Sukses
News
GEMPAR! Tanker Mongolia Diduga Bawa 2 Ton Sabu ke Belawan, Siapa Aktor di Balik Jaringan Internasional?
News
sumut24.co BELAWAN, Suasana hangat dan penuh keakraban terasa saat jajaran pengurus Gerakan Sosial Kolaborasi Belawan Berkah (KBB) menyambu
kota