Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025–2030
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025&ndash2030
News
Deliserdang I sumut24 CO
Baca Juga:
- Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025–2030
- Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan! Kabur dengan Jebol Dinding Seng, Pria di Padangsidimpuan Akhirnya Ditangkap Polisi
- Kapolres Tapsel Apresiasi 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Usai Tuntaskan Misi di Papua
Kantor Bank Indonesia (KPw  BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), kali ini melakukan sosialisasi dalam penggunaan serta manfaat Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS), untuk 8 Jemaat Gereja di Sumht yang diawali kepada seluruh jemaat di Gereja HKBP Immanuel, Patumbak, Deli Serdang, Minggu, (30/5/2021).
Sosialisasi tersebut dihadiri KPw BI Provsu Sukoewardojo, Regional Consumer Banking Head Bank BRI Wilayah Sumut, Oscar Hutagaol dan disambut hangat Pdt.German serta Pengurus Gereja HKBP Patumbak dan perwakilan dari Gereja HKBP Deli Serdang dan Medan.
Sebelum Sosialisasi QRIS dilaksanakan, KPw BI Provsu didampingi pihak BRI Wilayah Sumut terlebih dahulu mengikuti kebaktian bersama jemaat gereja HKBP Immanuel Patumbak yang hadi
Pelaksanaan kegiatan ibadah dengan  mengikuti protokol kesehatan (prokes) guna menjaga penyebaran Pandemi Covid-19.
KPw BI Provinsi Sumut  Sukoewardojo menyampaikan bahwa QRIS adalah standarisasi pembayaran yang menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia (BI) untuk lebih menjamin proses transaksi aman, mudah serta cepat. Oleh karena itu, setiap penyedia PJSP berbasis QR Code baik lokal maupun asing wajib menggunakan QRIS.
“Saat ini sudah banyak sistem pembayaran dalam bertransaksi menggunakan digital seperti OVO, Go-Pay, E-Money, dan lainnya. Maka, dengan adanya QRIS atau QR Code yang nantinya satu QR Code untuk semua pembayaran,” ucap Sukoe.
Dijelaskan lagi, sebelum adanya QRIS, setiap aplikasi pembayaran digital di Indonesia dengan memiliki QR Code-nya sendiri.
“Contoh, jika ada 10 aplikasi pembayaran Digital yang ingin kita gunakan, maka perlu memiliki 10 jenis QR Code, hal ini tentunya tidak efektif, karena bisa memakan tempat serta ribet kedua pihak, baik dari sisi pedagang maupun pembeli,” pungkasnya.
QRIS merupakan salah satu implementasi dari sistem pembayaran Indonesia (SPI) 2025. SPI memerlukan dukungan inovasi teknologi bagi pengembangan perekonomian secara digital. QRIS atau QR Code digunakan untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik atau mobile banking.
Jadi jemaat HKBP Immanuel Patumbak akan memakai QRIS dalam setiap transaksi. Sehingga jika ingin memberikan kolekte (persembahan), sumbangan atau persepuluhan di gereja tidak perlu lagi dengan sistem tunai, namun cukup hanya menempelkan QR Code milik HKBP Immanuel Patumbak, pembayaranpun langsung diterima secara elektronik dan langsung ke rekening gereja,” terang Sukoe.
Selain itu, lanjut Sukoewardojo, setiap orang yang telah memiliki aplikasi QRIS atau QR Code akan dapat melakukan transaksi apapun secara digital ketika akan melakukan pembayaran.
Sementara itu, Regional Consumer Banking Head Bank BRI Wilayah Sumut, Oscar Hutagaol pada pemaparannya tentang manfaat QRIS dan keuntungannya menjelaskan, bahwa dengan menggunakan QRIS, pembayaran akan semakin mudah dan cepat.
“Ketika kita ingin memberikan bantuan untuk membantu di gereja HKBP Immanuel, tidak perlu lagi repot menyerahkan secara manual, namun cukup menggunakan aplikasi QR Code maka transaksi sudah langsung masuk ke rekening gereja ini. Kalau tadi mengumpulkan persembahan kita kedepan, nah, dengan hadirnya aplikasi QR Code ini, kita cukup menscan QR Code yang tersedia dan transaksi bisa bisa diproses dengan cepat, tanpa harus menunggu lama,” ujarnya.
Lanjut Oscar Hutagaol, uji coba melakukan pembayaran QRIS kepada perwakilan jemaat HKBP Immanuel Patumbak. Dengan disaksikan kepala KPw BI Provsu dan KPw BI Sulut, Pendeta, Pengurus Gereja dan Jemaat HKBP Immanuel Patumbak.
“Sistem pembayaran cukupmudah, cepat dan aman. Hanya dengan memasukkan QR Code di aplikasi android kita, transaksipun bisa langsung dilakukan. Sehingga tidak perlu lagi memegang uang kontan kemana-mana jika ingin melakukan transaksi. Termasuk hendak memberikan persembahan di gereja,” jelas Oscar.
Selanjutnya penyerahan QRIS kepada perwakilan Gereja HKBP di Kota Medan, turut hadir HKBP Immanuel Patumbak, HKBP Ressort Medan Sei Agul, HKBP Melati Ressort Helvetia, HKBP Ressort Maranatha, HKBP Griya Land, dan HKBP Simpang Limun.
Sesudah penyerahan dilaksanakan juga uji coba QRIS kepada jemaat yang hadir bertempat di halaman Gereja dipandu oleh pegawai Bank BRI yakni dengan melalukan transaksi seribu rupiah dan bagi yang berhasil melakukan transaksi diberikan bantuan sembako.
KPw BI Provsu, Suko Wardojo menjelaskan rumah ibadah salah satu strategi BI guna mencapai target QRIS sebanyak 12 juta di seluruh Indonesia. Posisi sekarang ini masih 7 kurang juta. Untuk Kota Medan sebagai target dalam mencapai 500 ribu pengguna QRIS, saat ini masih ada sebanyak 250 ribu. Sehingga harus ditingkatkan hingga pengguna mencapai 250 ribu tahun 2021.
“Saat ini telah bertambah setiap bulannya rata-rata 10 ribu pengguna QRIS. Yang seharusnya kita hitung mencapai 20 ribu se-bulan merchant sudah di QRIS kan. Sampai bulan Mei kemarin masih sebanyak 10 ribu per-bulan, artinya masih mencapai 60 persen saja,” ujar Sukoe.
Sambung Suko untuk itulah, pihak KPw BI Sumut bekerjasama dengan Bank BRI Sumut, untuk meng-QRIS kan HKBP di seluruh provinsi Sumatera Utara termasuk juga jemaatnya yang ada memiliki usaha,”
Kita akan kerjasama dengan perbankan untuk meningkatkan target QRIS. Kemarin telah dilakukan kerjasama dengan sekretaris HKBP dan mengumpulkan sebanyak 140 gereja HKBP untuk menggunakan QRIS. HKBP memiliki jemaat dan simpatisan yang berdomisili dimana saja.
Dengan pemanfaatan QRIS di gereja akan dapat semakin mempercepat transaksi di gereja dalam bentuk sosial. “Dari mana saja pun dan kapanpun tidak harus pada hari minggu jemaat bisa memberikan bantuan pada gereja-gereja yang diinginkannya.
“Untuk program QRIS masih berjalan di setiap daerah yang memiliki jaringan kuat agar transaksi dapat berjalan lancar. Tentunya harus berkoordinasi dan kerjasama dengan provider-provider yang ada seperti telkom dan lainnya,” tutup Sukoe. (R03)
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025&ndash2030
News
Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan! Kabur dengan Jebol Dinding Seng, Pria di Padangsidimpuan Akhirnya Ditangkap Polisi
News
Kapolres Tapsel Apresiasi 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Usai Tuntaskan Misi di Papua
News
Kapolsek Sipirok Turun Temui Warga Baringin, Serap Aspirasi dan Bahas Keamanan Lingkungan
News
Begal hingga Premanisme Dibidik, Timsus Serigala Sakti Bergerak Malam Hari di Padang Lawas
News
HUT Golkar ke62 Dari Ziarah Pahlawan, Irsan Efendi Nasution Ingatkan Golkar soal Tanggung Jawab kepada Rakyat
News
Momen Haru dan Bangga! Ketua MPC Pemuda Pancasila Padangsidimpuan Sambut Danyonif 123/RW dan 450 Prajurit Pulang dari Papua
News
Jelang Konferensi IX PWI Tabagsel, Kapolres Padangsidimpuan Siap Dukung Pelaksanaan yang Kondusif dan Sukses
News
GEMPAR! Tanker Mongolia Diduga Bawa 2 Ton Sabu ke Belawan, Siapa Aktor di Balik Jaringan Internasional?
News
sumut24.co BELAWAN, Suasana hangat dan penuh keakraban terasa saat jajaran pengurus Gerakan Sosial Kolaborasi Belawan Berkah (KBB) menyambu
kota