Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025–2030
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025&ndash2030
News
JAKARTA I Sumut24.CO
Baca Juga:
- Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025–2030
- Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan! Kabur dengan Jebol Dinding Seng, Pria di Padangsidimpuan Akhirnya Ditangkap Polisi
- Kapolres Tapsel Apresiasi 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Usai Tuntaskan Misi di Papua
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) menggelar Webinar Literasi Sistem Resi Gudang (SRG) bertema,” Penguatan Efisiansi Rantai Pasok Komoditas dan Stabilitas Harga Komoditas Pangan”, diikuti lebih 400-an peserta se Ibdonesia dari berbagai kalangan dan profesi melalui zoom meeting, Kamis (22/4/2021).
Tujuan digelar literasi ini menrong petani, nelayan, maupun pelaku usaha untuk memanfaatkan program Sistem Resi Gudang alias SRG.
Hadir sekaligus membuka webinar literasi tersebut, Wakil Menteri Perdagangan Dr Jerry Sambuaga, Kepala Bappeti Prof Sidharta Utama Ph D CRA CA, Dirjen Penguatan Daya Saing Perikanan dan Kelautan Ir Artariti Widiarti MA, Ketua Umum Aprindo Roy N Mandes, Bupati Wonogiri Joko Sutopo (testimoni)., Cecep M Wayyudi (testimoni), dan pejabat BUMN/BUMD lebih 400-an.
Wamendag Jerry Sambuaga menjelaskan, program SRG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memastikan pasokan atau rantai distribusi dikelola dengan baik.
SRG bisa digunakan untuk mempermudah dan memotong jalur yang panjang dalam rantai distribusi.
Selain itu SRG, ungkap Jerry juga bisa digunakan sebagai instrumen penjualan hingga untuk mendapat pinjaman.
“Pemerintah hadir memberikan solusi untuk para petani, nelayan, pelaku usaha khususnya UMKM kita untuk memastikan komoditasnya tersimpan dengan baik,” kata Jerry dalam webinar tersebut.
“Kehadiran gudang membuat hasil komoditas bisa tersimpan dan membuat penjualannya bisa ditunda saat penjualannya sudah mulai membaik. Dengan begitu para pelaku usaha, petani atau pun nelayan tidak mengalami kerugian,” ungkap Jerry.
Jerry mencontohkan, selama ini banyak petani di daerah-daerah yang mengalami kesulitan dalam rangka memperoleh penjualan, lantaran pada musim panen tiba harga komoditas mengalami penurunan.
Oleh karena itu, SRG bisa digunakan sebagai medium penyimpanan oleh para pelaku usaha, petani, maupun nelayan.
“Manfaatkanlah itu, optimalkanlah itu, jangan sampai tidak dioptimalkan. Ini dalam rangka pemerintah memberikan kehadiran, memberikan keberpihakan, dan juga memberikan program yang terukur dan objektif dan bermanfaat untuk masyarakat,” ajak Jerry.
Berdasarkan data Kliring Berjangka Indonesia, sepanjang kuartal I/2021 terdapat 86 resi gudang teregistrasi, meningkat hingga 69 persen dibandingkan kuartal I/2020 yaitu 51 resi gudang.
Kepala Bappeti Sidharta Utama menjelaskan hingga saat ini sudah ada 123 resi gudang di Indonesia dan 91 resi gudang sudah berooerasi dengan baik.
Sementara itu, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No 33 tahun 2020, tentang Barang yang Dapat Disimpan di Gudang Dalam Rangka Penyelenggaraan Sistem Resi Gudang, saat ini terdapat 18 jenis komoditas yang masuk dalam skema sistem Resi Gudang (RG).
“Kehadiran resi gudang bisa memutus para tengkulak serta rentenir dengan sistem membeli hasil panen sistem ijon yang sangat merugikan para petani,” ujarnya.
Jenis tersebut diantaranya gabah, beras, jagung, kopi, kakao, lada, karet, rumput laut, rotan, garam, gambir, teh, kopra, timah, bawang merah, ikan, pala, dan ayam karkas beku.
Berdasarkan catatan Bisnis, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) yang berperan sebagai pusat registrasi resi gudang mencatatkan pembiayaan resi gudang pada kuarta I/2021 mencapai Rp17,7 miliar, atau tumbuh 292 persen.
Di mana pada tahun 2020 dalam periode yang sama nilai pembiayaan resi gudang hanya sebesar Rp6,06 miliar.
Pada webinar tersebut, wartawan Harian Sumut24 Amru Lubis berkesempatan bertanya perdana dari 400 lebih peserta. Amru Lubis mempertanyakan masih banyak para kepala daerah yang kurang peduli untuk memajukan resi gudang didaerahnta, karena lebih memperkirakan kerugian yang lebih besar, dan tak mau rugi duluan dengan membantu petani serta pelaku usaha.Buktinya, banyak resi gudang sudah dibangun tapi tak berkembang dengan baik.(R03)
Wartawan Sumut24 Amru Lubis jadi penanya pertama dari 400-an peserta webinar, Kamis (22/4)
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025&ndash2030
News
Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan! Kabur dengan Jebol Dinding Seng, Pria di Padangsidimpuan Akhirnya Ditangkap Polisi
News
Kapolres Tapsel Apresiasi 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Usai Tuntaskan Misi di Papua
News
Kapolsek Sipirok Turun Temui Warga Baringin, Serap Aspirasi dan Bahas Keamanan Lingkungan
News
Begal hingga Premanisme Dibidik, Timsus Serigala Sakti Bergerak Malam Hari di Padang Lawas
News
HUT Golkar ke62 Dari Ziarah Pahlawan, Irsan Efendi Nasution Ingatkan Golkar soal Tanggung Jawab kepada Rakyat
News
Momen Haru dan Bangga! Ketua MPC Pemuda Pancasila Padangsidimpuan Sambut Danyonif 123/RW dan 450 Prajurit Pulang dari Papua
News
Jelang Konferensi IX PWI Tabagsel, Kapolres Padangsidimpuan Siap Dukung Pelaksanaan yang Kondusif dan Sukses
News
GEMPAR! Tanker Mongolia Diduga Bawa 2 Ton Sabu ke Belawan, Siapa Aktor di Balik Jaringan Internasional?
News
sumut24.co BELAWAN, Suasana hangat dan penuh keakraban terasa saat jajaran pengurus Gerakan Sosial Kolaborasi Belawan Berkah (KBB) menyambu
kota