Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025–2030
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025&ndash2030
News
Langkat l SUMUT24
Baca Juga:
- Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025–2030
- Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan! Kabur dengan Jebol Dinding Seng, Pria di Padangsidimpuan Akhirnya Ditangkap Polisi
- Kapolres Tapsel Apresiasi 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Usai Tuntaskan Misi di Papua
Tidak ada kepastian alat tangkap yang ramah lingkungan berdasarkan Keputusan Kementrian Kalautan Dan Perikanan RI Nomor Kep 06/MEN/2010 Tentang Alat Penangkapan Ikan Di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara RI,sementara untuk menggali sumber daya alam di perairan Langkat perlu penyesuaian alat tangkap dengan situasi dan kondisi alam nya,membuat nelayan kebingungan ,terlebih badai angin dan ombak yang kuat membuat nelayan Kuwala Gebang jadi urung melaut,Senin (22/2/2021) sekira pukul 14.00 wib.
Mahal nya harga ikan biasa dan ikan teri di Sumatra Utara turut mempengaruhi pasaran Medan, di pengaruhi sulit nya bahan di dapat perairan Kuwala Gebang – Langkat.
Apok salah seorang pengusaha ikan di Kuwala Gebang mengatakan,Situasi sulit nya mendapatkan hasil tangkap ini sudah berjalan 2,5 tahun lamanya,untunglah masih ada perkebunan sawit yang menutup biaya anggota saya untuk melaut,sudah gak tau lagi mau bilang apa.sekarang ini,ujar Apok.
Selain badai angin disertai ombak yang besar,alat tangkap yang kita miliki sudah tidak mampu bersaing untuk mendapatkan hasil tangkapan ikan yang memadai,aturan tentang alat tangkap yang di tentukan Kementrian Kelautan Dan Perikanan membingungkan nelayan Langkat,terang Apok.
Menurut Apok,Seperti ikan teri di perairan Sungai Kuwala Gebang Langkat mutu dan kwalitas nya sangat baik dan banyak,bisa menormalkan harga ikan teri di pasaran Medan beberapa tahun lalu,dengan ada nya larangan Pukat Tarik Dua di anggap tidak ramah lingkungan maka tidak di perbolehkan lagi beroperasi di Perairan Sungai Kuwala Gebang Langkat,prekonomian Kuwala Gebang bisa di katakan waktu itu sangat lumayan,sangat berbeda situasi nya sekarang,kata Apok.
Harga ikan teri sekarang mencapai ratusan ribu,begitu juga cumi cumi mencapai enam puluh ribu rupiah.di pasaran,mahal harga nya tapi barang nya sulit di dapat,imbuh Apok.
Dari pantauan di lapangan ,seperti di pajak Stabat Selasa 23/2/2021 sekira pukul 06.00 wib,pedagang ikan yang biasa nya menjual berbagai jenis ikan cuking,gembung dan udang,terlihat sepi tidak ada barang masuk,baik dari Aceh,Belawan maupun dari ikan lokal Secanggang,Tanjung Pura maupun Brandan,dampak dari badai angin dan ombak besar membuat nelayan jadi urung melaut.
” Ikan di pajak kosong,terpaksa beli ayam boiler aja dari harga Rp.28.000/Kg menjadi,Rp.32.000/Kg,ikan lele pun ikut naik dari harga Rp.18.000/Kg menjadi Rp.22.000/Kg,udang halus untuk rencah aja seperempat mencapai Rp.15.000″, keluh Masitah omak omak yang keseharian nya usaha keteringan.(AYR)
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025&ndash2030
News
Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan! Kabur dengan Jebol Dinding Seng, Pria di Padangsidimpuan Akhirnya Ditangkap Polisi
News
Kapolres Tapsel Apresiasi 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Usai Tuntaskan Misi di Papua
News
Kapolsek Sipirok Turun Temui Warga Baringin, Serap Aspirasi dan Bahas Keamanan Lingkungan
News
Begal hingga Premanisme Dibidik, Timsus Serigala Sakti Bergerak Malam Hari di Padang Lawas
News
HUT Golkar ke62 Dari Ziarah Pahlawan, Irsan Efendi Nasution Ingatkan Golkar soal Tanggung Jawab kepada Rakyat
News
Momen Haru dan Bangga! Ketua MPC Pemuda Pancasila Padangsidimpuan Sambut Danyonif 123/RW dan 450 Prajurit Pulang dari Papua
News
Jelang Konferensi IX PWI Tabagsel, Kapolres Padangsidimpuan Siap Dukung Pelaksanaan yang Kondusif dan Sukses
News
GEMPAR! Tanker Mongolia Diduga Bawa 2 Ton Sabu ke Belawan, Siapa Aktor di Balik Jaringan Internasional?
News
sumut24.co BELAWAN, Suasana hangat dan penuh keakraban terasa saat jajaran pengurus Gerakan Sosial Kolaborasi Belawan Berkah (KBB) menyambu
kota