Sabtu, 02 Mei 2026

Bank Indonesia: Kunci Utama Recovery Perekonomian adalah Keberhasilan Vaksin Covid-19

Administrator - Jumat, 29 Januari 2021 14:26 WIB
Bank Indonesia: Kunci Utama Recovery Perekonomian adalah Keberhasilan Vaksin Covid-19

Medan I SUMUT24.CO

Baca Juga:

Keberhasilan pemulihan ekonomi di Indonesia termasuk pemulihan ekonomi di Sumatera Utara, salah satunya tergantung pada keberhasilahdari mengendalikan Covid melalui vaksinasi atau keberhasilan vaksin covid-19. Kalau syarat pertama ini berhasil maka bisa dilakukan lima syarat selanjutnya.

Hal itu disampiakan Soekowardojo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara kepada wartawan dalam Bincang-Bincang Media (BBM) Bulan Januari 2021, di Kantor Bank Indonesia Sumut, Jumat sore (29/1/2021).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Soekowardojo didampingi Direktur Bank Indonesia Andiwiana S, lebih lanjut mengatakan, lima syarat lainnya yang perlu terpenuhi yakni, pertama pelaksanaan sektor produktif yang aman. Kedua percepatan stimulus fiskal. Ketiga peningkatan kredit dari sisi penerimaan dan penawaran. Keempat stimulus moneter dan kebijakan BI dan Kelima digitalisasi ekonomi dan keuangan khususnya UMKM.

Lebih lanjut dikatakan Soekowardojo yang sejak Desember 2020 baru menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut menggantikan pejabat lama Wiwiek Sisto Widayat yang dimutasi ke BI Jakarta, pemulihan ekonomi harus didorong oleh kenaikan permintaan domestik dan eksternal.

Selain itu pemulihan ekonomi juga ditopang Ekspor yang diprediksi meningkat karena didorong membaiknya aktivitas industri hilir di negara tujuan utama. Karena sejalan dengan vaksinisasi di berbagai negara yang berlangsung cepat. Percepatan pembangunan pemerintah dan swasta yang sempat melambat/tertunda di tahun 2020 diperkirakan akan mendorong perbaikan invetasi.

Masih dikatakan mantan Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah di Semarang ini, berbagai langkah penanganan COVID-19 yang dilakukan pemerintah baik dari sisi kesehatan maupun pemulihan ekonomi diprediksi mendorong konsumsi pemerintah.

“Rencana pemerintah melanjutkan program bantuan sosial diprediksi akan menopang konsumsi rumah tangga,” jelas Soekowardojo.

Soekowardojo atau lebih akrab disapa Soeko menyebut, setelah terpuruk sepanjang 2020, industri karet berpeluang pulih seiring prospek apresiasi harga karet dunia. Trading Economics memprakirakan rerata hargakaret dunia pada 2021 akan lebih tinggi dibanding 2020, ditopang upaya pemulihan ekonomi dunia, meskipun masih dibayangi dengan risiko lockdown akibatkemunculan varian baru virus korona, khususnya di Eropa.

Di sisi lain, setelah mencatat apresiasi sepanjang 2020, harga CPO diprakirakan akan kembali normal pada 2021 menuju kisaran 3.000 MYR/ton, seiring upaya pemulihan ekonomi dan industri sawit Malaysia. Sejalan dengan itu, harga biji kopi yang berfluktuasi tinggi sepanjang 2020 diprakirakan akan menurun pada 2021, meskipun secara rerata relatif stabil dibanding rerata harga kopi pada 2020. (R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tragis, Bayi 3 Minggu di Deli Serdang Meninggal Dunia Diduga Akibat Kekerasan Orang Tua
Supri Ardi Dorong Literasi AI untuk Pengembangan UMKM di Era Digital
Sekber 3 Konstituen Dewan Pers Tandatangan Fakta Integritas
Silaturahmi Pekerja dengan BPJS Ketenagakerjaan di Peringatan Hari Buruh,  Pj Sekda Tekankan Kolaborasi Untuk Kesejahteraan Pekerja
Kemnaker–Transjakarta Teken MoU, Buka Akses Kerja di Sektor Transportasi
Wakil Bupati Asahan: Pengusaha Kayu Wajib Patuhi Batas Muatan, Jalan Kabupaten Aset Bersama
komentar
beritaTerbaru