BEM UMSU Gelar Festival Seni dan Budaya Sumut 2016

MEDAN | SUMUT24

Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi (BEM-PT) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar Festival Seni & Budaya Sumatera Utara 2016 bertemakan Love Art & Culture North Sumatera di Kampus Utama UMSU Jalan Mukhtar Basri Medan.

Acara dibuka Rektor UMSU, DR Agussani MAP ini berlangsung selama 4 hari mulai 27-30 April 2016 dengan menghadirkan beragam kreatifitas para mahasiswa maupun para pelajar menyampaikan dukungannya untuk acara ini sangatlah besar mengingat pentingnya menjaga semua seni dan budaya asli yang dimiliki rakyat Sumatera Utara.

Apalagi katanya, pagelaran acara seperti ini akan semakin mempererat tali silaturahim bagi semua pihak. “Saya bersyukur dengan adanya acara ini dan mendukung selama memberikan kontribusi positif bagi semua pihak terutama UMSU,” ucap Agussani.

Untuk itu, dia berharap agar acara ini bukan hanya menjadi seremonial belaka, tetapi lebih daripada itu implementasinya dapat diterapkan seterusnya. Sehingga apabila seusai acara dapat benarmengaplikasikannya, maka tentu manfaatnya bisa dirasakan oleh semua pihak.

“Kita harus sama-sama menjaga dan merawat seni dan budaya bersama. Ini adalah bagian dari kreatifitas diri kita. Kepedulian akan ini telah kita buktikan selama ini dengan semua prestasi yang diraih,” ucapnya.

Ia berpesan, agar acara tersebut berjalan dengan baik maka penyelenggara harus menjadi tuan rumah yang baik, karena seni itu merupakan keindahan yang harus dimiliki semua orang.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa UMSU Hari Wahyudi mengatakan terselenggaranya acara ini sebagai bentuk keperdulian atas semakin jauhnya generasi sekarang dari budayanya sendiri. Sehingga perlu menumbuhkembangkannya kembali dengan mengingatkannya melalui acara seperti ini.

“Kita ketahui bersama, saat ini generasi muda telah terkontaminasi budaya dari luar terutama dari dunia barat. Padahal kita seharusnya bangga sebagai bangsa Indonesia yang memiliki budaya terbanyak di dunia. Untuk itu acara seperti ini sangat positif untuk mengingatkan kita kembali akan budaya lokal yang kita miliki. Karena kearifan lokal yang menentukan bangsa itu menjadi besar,” ungkapnya.

Ketua Pelaksana Heri Wahyudi menambahkan kegiatan ini diikuti 13 delegasi baik dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan juga delegasi dari berbagai sekolah dari tingkat TK hingga SLTA yang ada di Sumatera Utara. Acara itu sebagai bentuk menjaga agar seni dan budaya lokal tidak dicatut atau bahkan diklaim sebagai milik negara lain. (R.05)