Banyak Negara Tertarik Produksi Batik Indonesia

0
1080

Jakarta-SUMUT24

Banyak negara dinilai tertarik untuk memproduksi batik, yang diakui UNESCO sebagai bagian dari budaya Indonesia. Salah satunya negara jiran, Malaysia.

“Silakan saja mereka membuat batik. Tapi satu perbedaannya, Indonesia kaya sumber daya manusia,” kata Perajin Batik Mustar Sidiq saat meluncurkan buku bertajuk: Panduan Teknik Batik Tulis, di Jakarta Convention Center, Kamis (21/4).

Diakui Mustar, dirinya pernah ditawari membantik di Malaysia dengan bayaran Rp 50 juta. Namun, pria kelahiran 10 Agustus 1982 menolak lantaran ingin melestarikan kebudayaan Tanah Air.

“Saya dikasih kertas bermaterai oleh orang Malaysia, lalu saya konsultasikan dengan teman,” katanya.

“Dia bilang kalau saya menyetujui itu, maka saya akan jadi warga negara Malaysia. Karena dalam surat itu syaratnya saya harus jadi warga negara sana selama lima tahun.”

Dalam dokumen kontrak itu, Mustar juga diminta membawa 20 perajin batik dari Pekalongan. “Karena disana tidak ada sumber daya manusia.”

Terkait buku yang ditulisnya, Mustar mengatakan ingin membagi ilmu membatik. Buku itu berisi berbagai resep pewarnaan batik.

“Saya hanya menjual seharga Rp 350 ribu per buku. Padahal di luar sana bisa mencapai Rp 5 juta per buku.” (int)