Aksi Tolak Konversi Teh ke Sawit Berlanjut PBB Tuding PTPn lV Penindas Rakyat.

SimalungunlSumut24.co

Kali ini Massa Dari Persatuan Batak Bersatu (PBB) kabupaten Simalungun dan juga Masyarakat sekitar Perkebunan mengelar aksi Unjuk Rasa dan membawa Spanduk untuk Menolak Pelaksanaan Konversi dari Tanaman Teh menjadi Tanaman Kelapa Sawit dan Menuding Sebagai Penindasan kesejahteraan Rakyat tapi Perusahaan justru meraup keuntungan Besar aksi tersebut di laksanakan di PTPN IV Unit Kebun Teh Sidamanik di Kantor Bah Butong dan juga di Lapangan pada kegiatan Konversi Senin (4/7/22).

Dalam aksi unjuk rasa itu, PBB dan Masyarakat Bergantian Berorasi dimana Mereka Menolak konversi Teh menjadi Sawit karena dianggap Merugikan Masyarakat dengan Bencana Banjir Seperti Tanah Wakaf yang sudah ada longsor yang Terpaksa di Pindahkan demikian juga Rumah Penduduk sudah ada yang sudah Roboh karena adanya konversi Teh dahulu Kebun Bah Birong ulu Menjadi kelapa Sawit ” kami menolak kegiatan Konversi dan PTPn lV agar dihentikan Kegiatannya konversi Sebab sudah Menyengsarakan masyarakat dan Bila tidak di hentikan kami akan tidur di Lokasi Pabrik ini hingga kegiatan ini di hentikan, ” ujar Gullit Saragih sebagai kordinator aksi.

Sementara Pihak Management dari Medan tidak hadir walaupun issu akan hadir di tengah Unjuk rasa, kemudian Aksi unjuk Rasa itu di terima oleh Asisten kepala Ery Wahyuni tapi karena jawaban Tidak memuaskan dan tidak Bisa Mengambil keputusan karena jawaban Hanya mengatakan Aspirasi akan Di tampung dan Disampaikan Ke Pihak Managament hingga kordinator aksi melemparkan ke Massa untuk tetap menolak Konversi sebab pihak Management yang di inginkan untuk Bicara tidak Bisa di Hadirkan dan serta Merta mengajak Massa untuk bersama kelapangan untuk menghentikan Alat Berat
dan Mengusir alat berat dari lahan kebun teh, yang akan dikonversi menjadi tanaman sawit, setelah Massa Berangkat ke Afdeling I sebagai Lahan yang akan di Konversi yang sudah Selesai lahan Tersebut untuk Siap Tanam, alat Berat tersebut tidak adalagi yang Beroperasi dan Ternyata 3 alat Berat yakni Buldozer,Greder,Beko Sudah Di Parkir di Lapangan Afdeling I, melihat itu Massa Langsung mengklaim dan menduduki agar Alat Berat tersebut keluar dari kebun dan jangan Beroperasi lagi dan. Sementara
Sangap Sijabat ketua DPC PBB kabupaten Simalungun dengan Tegas Menolak Konversi Teh menjadi Sawit alasannya Banyak Pengaduan Warga dan 3 orang Pangulu Bahwa konversi Merugikan Masyarakat akibat Sering Banjir dan Meluapnya air hingga membuat Bencana,” PBB menolak Konversi karena Tidak ada ijin kemudian HGU di Pakai untuk Tanaman Tanaman Sawit Bukan Untuk Tanaman Kelapa Sawit jadi PTPn IV agar Menghentikan Kegiatan Konversi ini bila Tidak Di Hentikan Mereka akan Mengelar aksi yang Lebih Dashyat lagi,
Dikatakannya, tidak ada lagi negosiasi dengan pihak Kebun Teh Sidamanik, yang dimana pihak perkebunan tidak mendengar tuntutan mereka Tadi
“tidak ada lagi negoisasi, semua alat berat harus berhenti, dan keluar dari lokasi ini” tegasnya Lagi.
Soal kerugian yang diutarakan pihak perkebunan Teh Sidamanik,dia meminta data rill jika memang benar perusahaan merugi selama puluhan tahun.dan
menganggap bahwa isu kerugian hanya bualan belaka pihak perkebunan, yang dimana aktifitas karyawan, pabrik hingga bonus petinggi PTPN IV Sidamanik masih keluar.

“Kalau memang merugi, kenapa masih ada kegiatan, kenapa masih ada pabrik, kenapa masih ada karyawan, kenapa bonus mereka keluar.

Dasar penolakan konversi teh ke sawit juga diterangkan Sijabat menurut nya, Daerah Sidamanik tidak pantas ditanami sawit, karena geografis daerah tersebut adalah daerah dingin, yang dimana tidak ada sejarahnya di daerah dingin ditanami sawit.

“Tidak ada sejarah nya di daerah dingin itu ditanami sawit, karena kadar minyak nya itu berkurang, tidak maksimal” ucapnya.
Aksi unjuk Rasa di Gelar mulai Pagi Hingga Sore dan Di Kawal dari Pihak Polisi dan TNI. (LP)