Prabowo Hadiri Gala Iftar di Washington DC, 11 MoU Rp 600 Triliun Lebih Disepakati
WASHINGTON DC Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Gala Iftar Dinner Business Summit yang digelar di U.S. Chamber o
News
Baca Juga:
Salah satu tahapan penting pada Pemilihan Kepala Daerah 2024 yakni proses pendataan pemilih. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menempuh cara pencocokan dan penelitian (coklit) untuk memastikan warga yang telah memenuhi syarat terdaftar sebagai pemilih. Tidak hanya berhenti di situ, KPU juga mensosialisasikan berbagai regulasi terkait data pemilih melalui berbagai kanal dan media.
Namun patut disayangkan, justeru tantangan terbesar Pilkada pada konteks data pemilih yakni rendahnya kepedulian masyarakat. Berbagai indikator tersebut dapat terlihat dari mulai proses pendataan sampai ditetapkannya Daftar Pemilih Tetap (DPT). Meski KPU di berbagai tingkatan sudah mengumumkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan DPT di tempat-tempat umum, animo masyarakat untuk melihatnya sangat rendah.
Bagi sebagian besar masyarakat, proses pendaftaran atau verifikasi data pemilih bisa terasa rumit atau tidak menarik. Banyak yang merasa bahwa mereka tidak perlu repot-repot mengecek apakah mereka sudah terdaftar atau tidak dalam DPT, karena mereka merasa tidak ada dampak langsung dari ketidaktepatan data tersebut. Terlebih lagi, beberapa orang mungkin merasa bahwa mereka sudah cukup terdaftar atau mereka percaya pada proses pemilu tanpa perlu memeriksanya.
Pada bagian lain di pelosok pedesaan yang jauh dari akses informasi karena terbatasnya infrastruktur, mereka mungkin kesulitan mengakses informasi melalui platform daring atau tidak mendapatkan sosialisasi yang cukup di wilayah tempat tinggal mereka. Selain itu, kesibukan sehari-hari bisa membuat mereka merasa tidak memiliki waktu untuk mengecek apakah mereka terdaftar sebagai pemilih atau tidak.
Pada konteks Pilkada di Sumatera Utara, indikator rendahnya kepedulian tersebut terlihat saat hari pemungutan dan penghitungan suara, Rabu 27 November 2024. Berbagai keluhan muncul saat masyarakat tidak mendapatkan formulir undangan memilih. Anggapan masyarakat bahwa formulir itu menjadi syarat utama untuk dapat memilih. Ini menunjukkan masyarakat belum memastikan dirinya terdaftar atau belum di DPT. Jika mereka mengetahui sudah terdaftar, maka formulir undangan memilih itu sejatinya bukan hal mutlak untuk bisa menggunakan hak pilih.
Tapi fakta di lapangan menunjukkan tingkat kepedulian masyarakat yang rendah tersebut dapat memicu konflik langsung warga dengan petugas KPPS atau warga dengan penyelenggara Pilkada.
WASHINGTON DC Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Gala Iftar Dinner Business Summit yang digelar di U.S. Chamber o
News
Bupati Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Polres Padang Lawas Dukung Stabilitas Daerah
kota
Dua Petani Tapsel Ditangkap Bawa 14 Paket Ganja, Motor Bocor Jadi Titik Akhir Pelarian
kota
Gerakan ASRI Menggema di Palas, Bupati PMA dan ASN Turun Tangan, Gelar Aksi Bersih Dukung Instruksi Presiden
kota
Pantau Langsung Pasar Sagumpal Bonang, Wali Kota Padangsidimpuan Jamin Stok Daging Aman Jelang Ramadhan
kota
Sentuhan Kemanusiaan Lettu CKM Rudi Ardiansyah Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Obati Dua Bocah di Sangkunur
Kota
Malaikat Berseragam Loreng di Jantung Angkola Sangkunur, Momen Tetesan Kasih Sayang Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS
kota
Membangun Kembali Harapan di Lereng Sangkunur, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapanuli Selatan Hijaukan Tanah yang Terluka
kota
Hijaukan Tanah yang Pernah Runtuh, Ini Aksi Nyata Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS di Angkola Sangkunur
kota
Air Mengalir, Asa Tumbuh! Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS dan Warga Sangkunur Bangun MCK dengan Sepenuh Hati
kota