Temui Konjen RRT, Asri Ludin Tambunan Bahas Peluang Investasi hingga Teknologi Pertanian
Temui Konjen RRT, Asri Ludin Tambunan Bahas Peluang Investasi hingga Teknologi Pertanian
News
Langsa I SUMUT 24 Tidak benar PTP Nusantara I Aceh tidak mendukung Program kerja Pemerintahan Daerah Kota Langsa, apalagi untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan, hanya saja semua itu kan ada aturan main dan mekanismenya. Demikian dijelaskan M Hasan Basri,SH Sekretaris Direksi PTP Nusantara I Aceh di Kantor Pusat Kebun Baru Langsa, Rabu lalu menanggapi isu yang berkembang menyangkut ruwetnya pelepasan tanah areal lahan HGU Perkebuman sawit itu. Dikatakan M Hasan, pada prinsipnya Perusahaan PTP yang perlu digarisbawahi bahwa Dirut beserta Direksi dan jajarannya mendukung sepenuhnya program Pemerintah Daerah, tapi sebaliknya bantu juga perusahaan dalam pemenuhan aturan dan mekanisme yang ada. Yang jelas tak ada persoalan dan permasalahan yang ruwet serta sulit jika semuanya dapat dibicarakan, diselesaikan sesuai prosudur dan mekanismenya, bila perlu menggunakan hukum harmonis untuk mencapai kesepakatan antara perusahaan dengan pemerintah daerah. Karena perlu diketahui Perusahaan BUMN ini anggaran keuangannyakan terpisah, tidak ada dalam APBN, melulu kosenterasinya keproduktifitas produksi. Menyinggung pembebasan tanah diareal HGU PTP. ” Sudah kita lakukan seperti pembebasan tanah untuk Perguruan Tinggi Unsam, Pasar tradisional Kebun Lama, 16 hektar untuk Rumah Sakit Regional dan lainnya. Menanggapi penambahan perluasan areal Hutan Ruang Terbuka Hijau digampong Paya Bujok Langsa Baro yang belum ada kesepakatan, seharusnya daerah bisa memahami dan menahan diri jangan terus merambah ke Areal HGU PTP yang belum mendapat persetujuan pemegang saham. Namun belakangan Wali Kota Langsa baru meminta pelepasan tanah melalui surat permohonannya untuk perluasan Hutan Ruang Terbuka Hijau diareal HGU PTP seluas 5 hektar, aku Hasan Basri. “Akan tetapikan tidak berhenti disitu saja, kan masih ada proses dan komitmen lanjutan yang harus dipenuhi untuk diajukan kepemegang saham, misalkan dalam MoU nya melalui penyediaan lahan lain, tukar guling, atau ganti rugi meskipun ganti rugi dibayarkan diansur dengan menggunakan hukum harmonis. Jadi sampai saat ini belum bisa kita ajukan pelepasan tanah tersebut kepegang saham karena belum ada pembicaraan kesepakatan lebih lanjut, dan hal ini perlu dimaklumi. Apabila proses pelepasan tanah diareal HGU PTP tidak melalui prosedural yang ada maka kami akan diperiksa Kejaksaan yang akhirnya di prodiokan,” pungkas Hasan Basri, SH. (Handoyo Prihatin).
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Temui Konjen RRT, Asri Ludin Tambunan Bahas Peluang Investasi hingga Teknologi Pertanian
News
Pemkab Deli Serdang dan PT Pupuk Indonesia Cek Pupuk, Kendala Petani Ditindaklanjuti
News
Polda Sumut Tangkap Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil
News
Polrestabes Medan Ringkus IRTPengedar Narkoba di Lembah Sunggal
News
Penumpang Bus Travel Ditangkap Bawa Sabu 480 Gram, Hendak Dikirim ke Aceh
News
Oknum TNI Diduga Bawa Kabur Motor Rekan Kerja
Hukum
Radiologi FK USU Beri Layanan USG Gratis bagi Warga dalam Bakti Sosial HUT TNI
News
Perkuat Sinergi Transisi Energi Regional, MKI Sumut Hadiri Electricity Connect 2026
News
Puluhan Pekerja Konstruksi Gudang 235 Sampali Keluhkan Uang Lembur Belum Dibayar
News
sumut24.co ASAHAN, Kecepatan dan ketelitian tim kepolisian kembali membuahkan hasil. Kurang dari sehari sejak melancarkan aksinya, pelaku p
News