AC Pelaku Penganiayaan “Hendra Pirlo” Ditangkap Polsek Percut Seituan.

342

MEDAN I SUMUT24.co
Hampir sepekan menghilang akhirnya pelaku Penganiayaan berinisial AC (50) ditangkap personil Polsek Percut Seituan dikawasan Kpp Jermal XV, Senin (03/08/2020) sekira pukul 17.00 Wib.

Pelaku ditangkap terkait kasus penganiayaan secara beramai-ramai pada hari, Sabtu (25/07/2020) sekitar pukul 22.00 WIB. Dikawasan Jermal XV.

Kapolsek Percut Seituan AKP Ricky Pradan kepada wartawan membenarkan penangkapan tersebut, tersangka ditangkap dikawasan Jermal XV, Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Seituan pada hari, Senin (03/08/2020) sekira pukul (17.00) Wib. Ujar Mantan Kasat Reskrim Asahan ini.

Herman Mdz Raka K.MH dan Yumardi orang tua Kandung Korban apresiasi kinerja Kapolsek Percut Seituan AKP Ricky dan Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Iptu Rianto dan seluruh personil Percut Seituan yang telah berhasil menangkap pelaku Penganiayaan anak kami ini.

Kami keluarga juga sangat mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga dengan Pak Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin M.Si yang tidak memberi Peluang bagi Penjahat atau preman di Sumatera Utara. Ini terbukti dengan waktu sepekan Polsek Percut Seituan Polrestabes Medan dibawah kepemimpinan AKP Ricky Pradan berhasil menangkap pelaku penganiayaan di Jermal XV Percut Seituan, sekali lagi terima kasih Pak Kapolda Sumut dan Polrestabes Medan.

Korban, Hendra Pirlo (34) warga Jermal XV, Gang Pahlawan, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang dalam hal ini sudah berlangsung pulih setelah sepekan dirawat ulang di RS Haji Medan. Namun yang menjadi ganjalan bagi korban, selain pelaku lain belum ditangkap, ada dompet berisikan uang tunai Rp.1.500.000, ATM dan STNK Sepmor. Honda Nmax warna Hitam Gold BK.3868 AIT a/n Hendra Pirlo. Belum diakui tersangka.

Ditempat terpisah, keluarga tersangka dan sahabatnya ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (05/08/2020) siang membenarkan dalam kasus penganiayaan tersebut juga membenarkan dompet ada diambil komplotan tersangka, dia mengatakan, dompet dan ATM sudah dibuang. Uang sudah habis untuk berfoya-foya. Ketika ditanya STNK mereka bicara sudah dijual dikawasan, Batang Kuis, setelah ditelusuri ke Batang Kuis, yang bersangkutan mengaku sudah menjualnya kembali dengan orang Polonia. Ujarnya. Namun walaupun demikian mereka siap untuk menggantinya atau mengurus yang baru kalau barangbukti tidak juga ditemukan. Itu informasinya.

Kepada segenap wartawan korban juga mengucapkan terima yang tidak terhingga kerna telah membantu saya dalam pemberitaan sebelumnya. Tapi terus terang saya belum merasa puas kalau pelaku yang lainnya belum tertangkap.

Kejadian malang tersebut dialami korban tidak jauh dari kediamannya pada Sabtu (25/7/2020) sekitar pukul 22.00 WIB, lalu.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun Sumut24.co, korban dianiaya oleh sekelompok preman yang berjumlah kurang lebih lima orang.

“Jadi saat itu, suami saya (korban) dan saya jalan-jalan. Karena ada orang, suami saya negur lah, kan biasa kalau lewat, apalagi ia orang tua, jadi tegur sapa saja. Namun tiba-tiba, saya diludahi sama salah satu dari mereka. Suami saya marah lah, kenapa main-main ludah,” ujar istri korban, Dinda Adelia (25) warga Jermal XV, Gang Pahlawan III, Jumat (31/07/2020).

Lanjut Dinda, suaminya pun marah, namun pelaku langsung mengatakan ‘gak senang kau’.

Kemudian pelaku yang meludahi dirinya ini memanggil kawannya yang lain.

“Kurang lebih ada lima orang mereka. Langsung menggebuki suami saya. Lalu pelaku mengatakan ‘kau bawak suami mu ini, kalau gak ku bunuh ini’ bukan suami saya saja saya perempuan pun terbanting kedalam parit ditunjungi pelaku. Ujarnya.

Pascakejadian, korban mengalami luka-luka di bagian wajah, pelipis pecah badannya nyaris remuk dengan hantaman Batu.

“Suami saya tidak bisa berkata apa- apa karena peristiwa sadis ini langsung dilakukan para preman didepan mata saya. Setelah suami saya terkapar, dibantu warga saya membawa ke rumah sakit terdekat,” bener Dinda.

“Dalam keadaan sakit usai dari rumah sakit, kami buat laporan di Polsek Percutseituan dengan bukti LP Nomor: STPL/1590/VII/SPKT/Percutseituan. Usai buat LP, suami saya kembali ke rumah sakit, lantaran memang tidak sanggup dan butuh perawatan medis,” ucapnya.(W05)

Loading...