Gelar Aksi Sejuta Masker, FOZ Sumut Bagikan Masker Gratis kepada Pengguna Jalan di Medan
Gelar Aksi Sejuta Masker, FOZ Sumut Bagikan Masker Gratis kepada Pengguna Jalan di MedanMedansumut24.co Forum Zakat (FOZ) Sumatera Utara me
Umum
Baca Juga:
ACEH TAMIANG - Pertamina EP Rantau Field menggelar wisata petik melon di Kampung Kebun Tanjung Seumantoh dan re-opening Kafe Inklusi, Karang Baru, Aceh Tamiang. Kegiatan ini merupakan komitmen perusahaan melanjutkan pemulihan melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang dirancang membantu mitra binaan kembali mandiri.
Melalui berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan, upaya pemulihan tidak berhenti ketika bantuan selesai disalurkan. Pertamina EP Rantau Field terus melakukan pendampingan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk membangun kembali kehidupan sekaligus pondasi ekonomi dan sosial mereka.
Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah mengatakan, bantuan yang disalurkan perusahaan pascabanjir bandang November 2025 menjadi langkah awal membantu masyarakat untuk pulih. Akan tetapi, perusahaan perlu mendorong agar warga sekitar operasional terus tumbuh dan mandiri lewat berbagai program pemberdayaan.
"Berbagai program pemberdayaan masyarakat yang sudah direalisasikan ini sebagai wujud nyata perusahaan memberikan manfaat secara berkelanjutan," ujarnya.
Ia menambahkan, Kelompok Tani Melon Mutiara dan Kafe Inklusi harus menjaga semangat untuk belajar dan mengembangkan usahanya. Keberhasilan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) membutuhkan kolaborasi dengan stakeholder seperti pemerintah, akademisi dan berbagai pihak lainnya.
"Kami berharap mitra binaan bisa berkembang dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Jadi program PPM dibangun bersama masyarakat bukan dibangun oleh Pertamina sendiri," katanya.
Pertamina EP Rantau Field bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 mengawali Program Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui social mapping dan potential mapping untuk mengindentifikasi kebutuhan. Dan, potensi yang dimiliki masyarakat masing-masing.
Hasil pemetaan akan menjadi dasar penyusunan program sekaligus pendampingan selama tiga sampai lima tahun. Dengan pendekatan ini, masyarakat diharapkan bisa mengelola dan mengembangkan program secara mandiri setelah masa pendampingannya berakhir.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Melon Mutiara menuturkan sangat mustahil bisa pulih lebih cepat tanpa bantuan dari Pertamina EP Rantau Field. Sebab, banjir setinggi lima meter meninggalkan endapan lumpur setinggi 70 sentimeter. Kala itu, seluruh media tanam sudah hancur.
"Jujur saja kalau secara mandiri kami mustahil bisa bangkit kembali. Semua yang kami miliki sudah hancur. Modal habis, peralatan pertanian juga hancur. Banjir ini membuat kami banyak kehilangan harta benda," ujarnya.
Tidak lama setelah banjir, Pertamina EP Rantau Field menyokong seluruh kebutuhan mulai dari pengolahan kembali media tanam yang rusak, penyediaan bibit Melon Golden Alisha. Bahkan, seluruh sarana dan prasarana turut didukung.
Lebih lanjut ia bilang, target produksi melon Golden Alisha naik dibandingkan tahun lalu. Mereka memprediksi panen melon akan mencapai 2,5 hingga 3 ton.
"Tahun lalu kita panen 1,8 ton tetapi tahun ini lebih tinggi yakni 2,5 sampai 3 ton. Kami terus belajar teknologi pertanian agar hasil panen bisa terus lebih baik. Bagi masyarakat yang ingin belajar tentang melon bisa datang ke kebun," ungkapnya.
Kelompok Tani Melon Mutiara memanfaatkan lahan tiga rante (sekitar 1200 meter persegi) untuk menanam melon golden dengan sistem polybag ukuran 50x60 sentimeter. Adapun jarak tanam rapat dan jalur antar bari selebar 1,5 meter.
Menurutnya, inovasi teknik pengelolaan media tanam polybag ini bisa digunakan hingga 22 kali masa tanam. Dengan biaya media tanam Rp 8.000 per-polybag, penggunaan berulang membuat media tanam per-sirklus budidaya hanya berkisar 400-500 rupiah.
Tentang Pertamina EP Field Rantau
PT Pertamina EP Field Rantau merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Provinsi Aceh. Kegiatan operasional PEP Rantau berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) dan Badan Pengawasan Migas Aceh (BPMA). Area operasional PEP Rantau tersebar di empat kabupaten/kota yang mencakup empat kecamatan dan 20 desa.
PEP Rantau menjalankan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang inovatif pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan dan tanggap bencana guna mendukung pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
(*)
Gelar Aksi Sejuta Masker, FOZ Sumut Bagikan Masker Gratis kepada Pengguna Jalan di MedanMedansumut24.co Forum Zakat (FOZ) Sumatera Utara me
Umum
Gempur Sarang Narkoba, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang dan BNNK Ungkap Kasus Shabu di Pantai Labu
News
Pererat SilahturahmiKajati Aceh dan Kajari Medan Main Bola Kaki Bersama Tim Legend
kota
PGRI Dan Bunda Guru Pasaman Barat Serahkan Bantuan Bagi Korban Galodo
News
Jakarta Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke11 PT Kereta Cepat Indonesia
News
BANDA ACEH Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh, dan Forum Pemimpin Redaksi (Pimred) Multimedi
News
MEDAN, SUMUT24.CO DPW Pendawa Sumatera Utara akan menggelar silaturahmi dan perkenalan pengurus pada Minggu (18/10/2026), pukul 14.00 WIB, d
Info
43 Armada Operasional Disalurkan, Bupati Deli Serdang Tekankan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
News
KAPOLRI Ditantang Buktikan &ldquoNo Viral No Justice&rdquo, Karyawati 22 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual
News
450 Hektare EksHGU Tanjung Siram Disorot, GTRA Paluta Percepat Penanganan Sengketa
News