Rabu, 08 Juli 2026

PRSU 2026 Disorot! Panitia Sebut Harga Tiket Masuk Bentuk Dukungan Ekonomi Kreatif, Musisi Lokal Justru Singgung Minimnya Honor

Administrator - Rabu, 08 Juli 2026 09:22 WIB
PRSU 2026 Disorot! Panitia Sebut Harga Tiket Masuk Bentuk Dukungan Ekonomi Kreatif, Musisi Lokal Justru Singgung Minimnya Honor
sumut24.co - Medan

Baca Juga:

Polemik penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 Tahun 2026 terus menjadi perhatian publik. Di tengah kritik masyarakat terkait harga tiket masuk (HTM) yang dinilai cukup tinggi, panitia menegaskan bahwa biaya yang dibayarkan pengunjung bukan sekadar tiket masuk, melainkan bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif serta pelestarian budaya Sumatera Utara.


Penjelasan tersebut disampaikan Humas Panitia PRSU 2026, Farah, yang diterima melalui rilis dari Diskominfo Provinsi Sumatera Utara, Selasa (7/7/2026), sebagai respons atas berbagai kritik dan masukan yang berkembang selama pelaksanaan ajang tahunan tersebut.


Menurut Farah, munculnya pro dan kontra merupakan hal yang wajar dalam penyelenggaraan sebuah event berskala besar. Seluruh masukan dari masyarakat, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.


"Tentu setiap masukan menjadi perhatian dan bahan evaluasi kami dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan. Namun perlu kami sampaikan bahwa PRSU ke-50 hadir dengan arah dan wajah baru," ujar Farah.


Farah menjelaskan, konsep PRSU tahun ini tidak lagi hanya berorientasi pada hiburan, tetapi menjadi wadah untuk memperkenalkan identitas budaya Sumatera Utara melalui pertunjukan seni, produk UMKM, ekonomi kreatif, hingga potensi daerah yang telah melalui proses kurasi.


Panitia mengklaim sekitar 75 persen konten PRSU 2026 berasal dari pelaku seni, budaya, UMKM, dan ekonomi kreatif local, maka mereka kenakan tarif dengan harga tiket masuk sebesar 35 ribu untuk hari biasa dan 75 ribu untuk akhir pekan (weekend).


Dengan konsep tersebut, menurut Farah, masyarakat yang membeli tiket secara tidak langsung ikut berkontribusi dalam mendukung ekosistem kreatif daerah.


"Harga tiket yang dibayarkan masyarakat tidak hanya menjadi akses menikmati rangkaian acara, tetapi juga merupakan bentuk dukungan terhadap ekosistem kreatif dan pelestarian budaya daerah," katanya.


Panitia juga menyebut penetapan harga tiket telah mempertimbangkan berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari keamanan, kenyamanan, fasilitas, hingga kualitas program yang disuguhkan kepada pengunjung.


Namun demikian, hingga kini panitia belum memaparkan secara rinci bagaimana alokasi pendapatan dari tiket masuk tersebut, termasuk besaran dukungan yang diberikan kepada pelaku seni maupun UMKM. Selain itu, belum ada penjelasan mengenai perbandingan harga tiket PRSU 2026 dengan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.


Di tengah penjelasan panitia mengenai dukungan terhadap ekonomi kreatif, kritik justru datang dari kalangan pelaku seni.


Salah satu musisi asal Sumatera Utara, melalui unggahan di media sosial menyampaikan bahwa persoalan minimnya dukungan terhadap talenta lokal di PRSU bukanlah hal baru.


Dalam unggahannya, dia mengaku beberapa tahun lalu dirinya bersama komunitas musisi telah memperjuangkan agar seniman lokal tidak hanya menjadi pengisi acara, tetapi juga memperoleh dana pembinaan dari penyelenggara.


Ia menyebut perjuangan tersebut sempat membuahkan hasil, meski menurutnya pembinaan yang diberikan saat itu masih belum maksimal.


Namun, dia menilai kondisi tersebut kembali terjadi pada penyelenggaraan PRSU tahun ini.


"Penyelenggara PRSU tahun ini tidak memberikan budget buat talent pengisi yang tampil di PRSU selain pembuka artis. Alasannya untuk promosi," tulisnya dalam unggahan media sosialnya.


Pernyataan tersebut langsung menuai beragam respons dari warganet. Banyak yang mempertanyakan sejauh mana komitmen penyelenggara dalam memberdayakan seniman lokal, terutama setelah panitia menyatakan sebagian besar konten PRSU berasal dari pelaku seni dan ekonomi kreatif daerah.


Meski menuai sorotan, panitia menegaskan PRSU ke-50 mengusung konsep yang lebih inklusif dengan melibatkan masyarakat umum, pelaku UMKM, komunitas seni, keluarga, generasi muda hingga dunia usaha.


Panitia juga memastikan seluruh kritik dan masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan PRSU di masa mendatang dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh pihak, termasuk pelaku seni dan ekonomi kreatif di Sumatera Utara. (Rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Majukan Ekonomi Masyarakat, PT Inalum Jajakan Produk Hasil UMKM Binaan di PRSU ke-50
RSJ Prof. Ildrem Hadirkan Layanan "One Stop Service' Berstandar Nasional
Berburu Stempel di Paviliun Daerah, Serunya Menjelajah Sumatera Utara dalam Sehari
Pecinta Kuliner Merapat! Paviliun Penang Buka Stan Jajanan Langsung di PRSU 2026
Pemkot Tanjungbalai Manfaatkan PRSU ke-50 untuk Promosikan Produk UMKM, Budaya, dan Peluang Investasi
Bule-bule Cantik Asal AS Jajal PRSU 2026, Aliest: Ingin Belajar Banyak Kebudayaan Sumut
komentar
beritaTerbaru