Pemkab Asahan Kukuh Pertahankan Gelar Kabupaten Informatif Lima Kali Berturut-turut di KI Award 2026
sumut24.co MEDAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan berhasil mempertahankan predikat Kabupa
kota
Simalungun – General Manager (GM) Geopark Kaldera Toba Azizul Kholis menegaskan bahwa Geopark Kaldera Toba tidak boleh dipandang hanya sebagai destinasi wisata. Menurutnya, geopark merupakan instrumen pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga:
- Bupati Simalungun Tandatangani Deklarasi Komitmen Dukung Pengembangan Geopark dan Menerima Piagam Apresiasi Toba Caldera Unesco Global Geopark
- Kembalikan Green Card ke Toba Caldera Geopark!
- Kukuhkan Lima Anggota Badan Pengelola Toba Kaldera, Pj Sekdaprov Effendy Pohan Ingatkan Target Pertama Green Card
Hal tersebut disampaikan Azizul Kholis saat menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Forum Wartawan Provinsi Sumatera Utara di Mess Pora-pora, Parapat, Sabtu (27/6).
"Geopark bukan sekadar pariwisata. Geopark adalah konsep pembangunan yang bertumpu pada tiga pilar, yaitu konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat lokal," ujarnya.
Azizul mengatakan, selama ini manfaat geopark memang lebih cepat dirasakan oleh pelaku usaha pariwisata. Namun, dampak yang ingin dibangun jauh lebih luas, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan geologi, budaya, dan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap geopark hanya sebagai kawasan berlabel UNESCO atau sekadar objek wisata. Padahal, pengakuan tersebut merupakan pintu masuk untuk membangun kawasan berbasis konservasi dan kesejahteraan masyarakat.
"Tantangan terbesar kita hari ini adalah bagaimana mentransformasikan pemahaman masyarakat. Geopark bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat yang harus dijaga dan dikembangkan bersama," katanya.
Azizul juga menyoroti pentingnya mengubah paradigma pengembangan pariwisata dari mass tourism menjadi quality tourism. Menurutnya, keberhasilan sebuah geopark tidak diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, melainkan dari kualitas kunjungan yang mampu memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal, pendidikan, dan pelestarian lingkungan.
Ia menjelaskan, di berbagai negara Eropa, geopark dikembangkan berbasis riset ilmiah sehingga kekayaan geologi menjadi daya tarik wisata edukasi. Sementara di Indonesia, tantangan terbesar masih terletak pada aspek sosialisasi, promosi, dan keterlibatan masyarakat.red2
"Kalau masyarakat memahami manfaat geopark, mereka akan menjadi pelaku utama dalam menjaga kawasan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan geopark itu sendiri," tutupnya.
sumut24.co MEDAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan berhasil mempertahankan predikat Kabupa
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan resmi mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Asahan sekaligus melantik Bund
News
Diterpa Kritik Pascabencana di Padangsidimpuan,Walikota Letnan Dalimunthe Pilih Buka Pintu Dialog, Bukan Menghindar
News
Kapolres Madina Pimpin Operasi Sarang Narkoba, Tujuh Pria Dibawa ke Satresnarkoba
News
HUT ke75 Humas Polri, Polres Tapsel Hadir Bawa Kepedulian ke Panti Jompo Nurul Falah
News
HUT ke75 Humas Polri, Polres Tapsel Buktikan Kepedulian Lewat Donor Darah
News
Pemkab Madina Raih Predikat Kabupaten Informatif di KI Sumut Award 2026, Atika Jadi Motivasi untuk Berbenah
News
sumut24.co JakartaASUS secara resmi meluncurkan lini laptop kreator profesional terbarunya di pasar Indonesia, yaitu ASUS ProArt P14 dan A
Ekbis
Otak Pelaku Penembakan Wadan Koti PP Deli Serdang Masih Diselidiki Polda Sumut Pelaku Belum Diketahui
News
Pemkab Solok Paparkan Progres R3P Pascabencana, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepatan Pemulihan
News