Selasa, 23 Juni 2026

Di Atas Panggung Terapung Re-Posisi Zikir Sungai Deli : Ibu Air Mata Sungai

Sultan Deli : Sungaii Deli Tidak Bisa Dipisahkan Dari Sejarah Medan
Administrator - Selasa, 23 Juni 2026 01:50 WIB
Di Atas Panggung Terapung Re-Posisi Zikir Sungai Deli : Ibu Air Mata Sungai
Istimewa
Pertunjukan Teater Kontemporer di Panggung Terapung Sungai Deli
sumut24.co -iMEDAN , Sultan Deli XIV, Tuanku Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam menyatakan, Sungai Deli memiliki hubungan erat dengan sejarah dan perkembangan peradaban di kawasan Medan dan sekitarnya. Jagalah lingkungannya, lestarikan nilai budaya warisan leluhur yang tumbuh bersama sungai.

Baca Juga:
Pernyataan Sultan Deli ini disampaikan pada Diskusi Budaya dari rangkaian hari ke dua kegiatan Re-Posisi Zikir Sungai Deli di Sanggar Anak Sungai Deli (SASUDE), Jalan Brigjen Katamso, Gang Kesatria, Medan, Sabtu (20/6),

"Sungai Deli tidak bisa dipisahkan dari sejarah. Dahulu kita hampir tidak pernah mendengar Sungai Deli banjir seperti sekarang, Karena para leluhur sangat peduli terhadap lingkungan dan menjaga alam dengan baik. Semangat itulah yang perlu kita hidupkan kembali," tegas Sultan Deli XIV, Tuanku Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam di depan peserta Diskusi Budaya.

Dalam forum diskusi budaya ini Founder Sanggar Anak Sungai Deli (SASUDE), Lukman Hakim Siagian mejelaskan bahwa SASUDE selama sembilan tahun terakhir terus berupaya menjaga lingkungan Sungai Deli, sembari mengajak masyarakat sekitar terlibat dalam berbagai aktivitas seni dan edukasi.

Menurutnya, sungai tidak seharusnya dipandang sebagai ruang belakang yang diabaikan, melainkan ruang bersama yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif.

"Selama sembilan tahun kami berupaya menghadirkan aktivitas kesenian dan edukasi di kawasan Sungai Deli. Sungai yang kondisinya seperti sekarang saja masih bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang bermanfaat, apalagi jika suatu saat benar-benar bersih dan terawat. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk kembali peka dan peduli terhadap lingkungan," ujarnya.

Hari kedua kegiatan Re-Posisi Zikir Sungai Deli di Sanggar Anak Sungai Deli (SASUDE),, cukup memikat. Beragam menu disuguhkan kepada masyarakat, mulai dari peluncuran buku, diskusi budaya, penampilan musik dan tari, hingga pertunjukan teater kontemporer di atas panggung terapung di Sungai Deli.

Peluncuran buku "Gado-Gado Hafiz Taadi: Jejak Kesenian 43 Tahun

Salah satu menu yang menarik perhatian adalah peluncuran buku "Gado-Gado Hafiz Taadi: Jejak Kesenian 43 Tahun". Buku ini memuat catatan perjalanan Hafiz Taadi selama lebih dari empat dekade berkesenian, kumpulan tulisan yang pernah dipublikasikan di berbagai media, dokumentasi pertunjukan, hingga rekam jejak berbagai aktivitas kebudayaan yang pernah dilakoninya.

Hafiz Taadi mengatakan bahwa buku tersebut tidak semata-mata diterbitkan sebagai dokumentasi perjalanan pribadi, melainkan sebagai upaya berbagi pengalaman kepada generasi muda yang ingin menekuni dunia kesenian.

"Tujuan membukukan perjalanan ini bukan hanya untuk kenangan. Saya berharap pengalaman yang tertulis di dalamnya bisa menjadi pemicu semangat generasi muda untuk berkesenian. Menjadi seniman tidak melulu soal seni, tetapi juga bagaimana membangun karakter, cara berpikir, dan jati diri dalam menjalani kehidupan," ujarnya.


Puncak kegiatan Re-Posisi Zikir Sungai Deli
berlangsung pada malam hari. Masyarakat sangat antusias menyaksikan pertunjukan teater kontemporer berjudul "Ibu Air Mata Sungai"

Pementasan ini berlangsung di atas panggung terapung di Sungai Deli. Belasan pemain menghadirkan pertunjukan yang ekspresif, emosional, dan sarat renungan tentang hubungan manusia dengan alam serta kondisi sungai yang kian terdesak oleh berbagai persoalan lingkungan.

Pertunjukan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga tampak memadati area pertunjukan sejak sore hingga malam hari. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa dari berbagai latar belakang berkumpul di tepian sungai untuk menyaksikan rangkaian acara.

Salah seorang warga, Yusuf, mengaku senang dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seni seperti ini jarang berlangsung di kawasan bantaran Sungai Deli.

"Jarang ada keramaian seperti ini di pinggir Sungai Deli, apalagi kegiatan kesenian. Kami bisa menikmati pertunjukan dan berkumpul bersama warga lainnya di tengah berbagai tantangan hidup di kawasan bantaran sungai," katanya.

Kegiatan Re-Posisi Zikir Sungai Deli yang mendapat dukungan Dana Indonesiana ini tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga ruang pertemuan gagasan, refleksi budaya, serta ajakan bersama untuk kembali menaruh perhatian terhadap Sungai Deli sebagai bagian penting dari sejarah, lingkungan, dan kehidupan masyarakat Kota Medan.(Bambang Sumantri/Raden)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Masuki “Era of Ultimate Excellence”, USU Menatap Panggung Global
Masuki “Era of Ultimate Excellence”, USU Menatap Panggung Global
USU Melesat ke Panggung Internasional, 28 Prodi Dapat Akreditasi Global
komentar
beritaTerbaru