Jumat, 10 Juli 2026

Bupati Madina Dorong ASN Melek Investasi, Pasar Modal Dinilai Bisa Perkuat Ekonomi Daerah

Administrator - Rabu, 20 Mei 2026 12:59 WIB
Bupati Madina Dorong ASN Melek Investasi, Pasar Modal Dinilai Bisa Perkuat Ekonomi Daerah
Istimewa
Baca Juga:

Madina | Sumut24.co -

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk lebih memahami dunia investasi dan pasar modal sebagai bagian dari penguatan literasi keuangan serta pembangunan ekonomi daerah.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi pasar modal yang digelar di Aula Kantor Bupati Madina, Kompleks Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Madina bersama Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara.

Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, menyambut positif pelaksanaan edukasi tersebut. Menurutnya, pemahaman terhadap pasar modal sangat penting di tengah perkembangan ekonomi modern yang semakin dinamis.

Ia menilai pasar modal bukan hanya menjadi tempat investasi bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi salah satu solusi dalam memperkuat pembiayaan pembangunan daerah.

"Pasar modal adalah ruang yang mempertemukan investor dengan pihak yang membutuhkan pendanaan, baik sektor swasta maupun pemerintah. Jika dipahami dengan baik, peluang ini bisa dimanfaatkan secara maksimal," ujar Saipullah.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mendorong ASN yang memiliki dana lebih agar mulai mempertimbangkan investasi di pasar modal dibanding hanya menyimpan dana di tabungan konvensional.

Menurutnya, investasi saham maupun instrumen syariah memiliki potensi keuntungan yang lebih kompetitif apabila dikelola dengan pemahaman yang baik dan terukur.

Tak hanya untuk kepentingan individu, Saipullah juga menilai pemerintah daerah dapat memanfaatkan instrumen pasar modal seperti sukuk atau obligasi syariah untuk menarik investor dalam mendukung pembangunan infrastruktur.

Ia mencontohkan, skema pembiayaan tersebut dapat digunakan apabila anggaran dari pemerintah pusat belum mampu memenuhi kebutuhan pembangunan daerah.

"Misalnya jika usulan pembangunan fasilitas tambahan RSUD Madina belum terpenuhi dari pemerintah pusat, maka pemerintah daerah bisa membuka peluang kerja sama investasi melalui skema pasar modal untuk pembangunan ruang rawat inap, poliklinik, hingga ruang operasi," jelasnya.

Menurut Saipullah, pembiayaan berbasis syariah melalui sukuk berbeda dengan sistem pinjaman konvensional karena menggunakan pola bagi hasil, bukan bunga pinjaman.

Ia menyebutkan, berdasarkan penjelasan dari pihak BEI Sumut, potensi imbal hasil bagi investor diperkirakan berada pada kisaran empat hingga lima persen per tahun yang berasal dari hasil operasional fasilitas produktif yang dibangun.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, Pemkab Madina berharap ASN semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan modern sekaligus membuka wawasan terhadap peluang investasi yang aman dan produktif.

Selain meningkatkan literasi keuangan, pemerintah daerah juga berharap kolaborasi dengan sektor finansial dapat menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mandailing Natal.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wakil Bupati Asahan Dukung Penuh Jamda XI Pramuka Sumut, Wadah Lahirkan Pemuda Berkarakter dan Berjiwa Pemimpin
Penuh Haru, Bupati Simalungun Tinjau Korban Puting Beliung di Pematang Bandar dan Berikan Bantuan
Bupati Simalungun Hadirkan Pelayanan Terpadu di Raya Kahean, Perkuat Pemerataan Pembangunan hingga Pelosok Nagori
Bupati Asahan Buka Layanan MOW Serentak Sambut HARGANAS ke 33, Perkuat Akses KB Demi Keluarga Sejahtera
Wakil Bupati Asahan Rianto Resmikan Gedung Persiapan MAN 3 Asahan, Bukti Komitmen Pemerataan Pendidikan hingga ke Desa
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Kementerian Pertanian RI
komentar
beritaTerbaru