Baca Juga:
Madina | Sumut24.co -
Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk lebih memahami dunia investasi dan pasar modal sebagai bagian dari penguatan literasi keuangan serta pembangunan ekonomi daerah.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi pasar modal yang digelar di Aula Kantor Bupati Madina, Kompleks Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Madina bersama Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara.
Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, menyambut positif pelaksanaan edukasi tersebut. Menurutnya, pemahaman terhadap pasar modal sangat penting di tengah perkembangan ekonomi modern yang semakin dinamis.
Ia menilai pasar modal bukan hanya menjadi tempat investasi bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi salah satu solusi dalam memperkuat pembiayaan pembangunan daerah.
"Pasar modal adalah ruang yang mempertemukan investor dengan pihak yang membutuhkan pendanaan, baik sektor swasta maupun pemerintah. Jika dipahami dengan baik, peluang ini bisa dimanfaatkan secara maksimal," ujar Saipullah.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mendorong ASN yang memiliki dana lebih agar mulai mempertimbangkan investasi di pasar modal dibanding hanya menyimpan dana di tabungan konvensional.
Menurutnya, investasi saham maupun instrumen syariah memiliki potensi keuntungan yang lebih kompetitif apabila dikelola dengan pemahaman yang baik dan terukur.
Tak hanya untuk kepentingan individu, Saipullah juga menilai pemerintah daerah dapat memanfaatkan instrumen pasar modal seperti sukuk atau obligasi syariah untuk menarik investor dalam mendukung pembangunan infrastruktur.
Ia mencontohkan, skema pembiayaan tersebut dapat digunakan apabila anggaran dari pemerintah pusat belum mampu memenuhi kebutuhan pembangunan daerah.
"Misalnya jika usulan pembangunan fasilitas tambahan RSUD Madina belum terpenuhi dari pemerintah pusat, maka pemerintah daerah bisa membuka peluang kerja sama investasi melalui skema pasar modal untuk pembangunan ruang rawat inap, poliklinik, hingga ruang operasi," jelasnya.
Menurut Saipullah, pembiayaan berbasis syariah melalui sukuk berbeda dengan sistem pinjaman konvensional karena menggunakan pola bagi hasil, bukan bunga pinjaman.
Ia menyebutkan, berdasarkan penjelasan dari pihak BEI Sumut, potensi imbal hasil bagi investor diperkirakan berada pada kisaran empat hingga lima persen per tahun yang berasal dari hasil operasional fasilitas produktif yang dibangun.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, Pemkab Madina berharap ASN semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan modern sekaligus membuka wawasan terhadap peluang investasi yang aman dan produktif.
Selain meningkatkan literasi keuangan, pemerintah daerah juga berharap kolaborasi dengan sektor finansial dapat menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mandailing Natal.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News