"Lantik 23 Pejabat, Wabup Lom: Jadikan Amanah Ini untuk Wujudkan Deli Serdang Sehat, Cerdas, Sejahtera"
"Lantik 23 Pejabat, Wabup Lom Jadikan Amanah Ini untuk Wujudkan Deli Serdang Sehat, Cerdas, Sejahtera"
kota
Baca Juga:
Jakarta – Isu dugaan kebocoran jutaan data paspor milik warga Indonesia yang sempat viral di media sosial dipastikan tidak benar. Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Abdullah Rasyid, menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks.
"Informasi itu tidak benar. Sistem keimigrasian kita hingga saat ini tetap aman dan tidak ada kebocoran data seperti yang dituduhkan," kata Rasyid dalam keterangannya, Senin (4/5).
Sebelumnya, beredar klaim di media sosial dan forum daring yang menyebut sekitar 3 juta data pribadi warga Indonesia telah diretas dan diperjualbelikan di dark web. Data yang disebut mencakup nomor paspor, nama lengkap, hingga status visa.
Namun, menurut Rasyid, hasil penelusuran awal menunjukkan bahwa data yang diklaim bocor memiliki perbedaan dengan struktur database resmi milik Direktorat Jenderal Imigrasi.
"Data yang beredar tidak sesuai dengan sistem yang kami miliki. Ini menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Meski memastikan tidak ada kebocoran, Rasyid menegaskan bahwa pihaknya tetap melakukan langkah antisipatif melalui penelusuran dan investigasi internal.
"Langkah pendalaman tetap kami lakukan sebagai bentuk kehati-hatian dan komitmen dalam menjaga keamanan data publik," katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa sistem keimigrasian Indonesia telah dilengkapi dengan pengamanan berlapis, mulai dari perlindungan jaringan, enkripsi data, hingga sistem pengawasan aktivitas.
Menurutnya, sistem tersebut dirancang untuk mencegah akses tidak sah serta mendeteksi potensi ancaman siber secara dini.
Lebih lanjut, Rasyid mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berasal dari sumber anonim atau tidak jelas kredibilitasnya.
"Kami meminta masyarakat tetap tenang dan bijak dalam menyikapi informasi. Pastikan setiap kabar dikonfirmasi melalui kanal resmi pemerintah sebelum disebarluaskan," ujarnya.
Ia menambahkan, penyebaran informasi yang tidak benar berpotensi menimbulkan kepanikan serta merusak kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah.
"Di era digital seperti sekarang, penting bagi kita semua untuk lebih cermat dalam menerima dan membagikan informasi," kata Rasyid.
Dengan klarifikasi ini, pemerintah berharap kepercayaan masyarakat terhadap sistem layanan keimigrasian tetap terjaga, sekaligus menegaskan komitmen dalam melindungi data pribadi warga negara.
"Lantik 23 Pejabat, Wabup Lom Jadikan Amanah Ini untuk Wujudkan Deli Serdang Sehat, Cerdas, Sejahtera"
kota
BRI BO Sibuhuan Perkuat Sinergitas dan Kolaborasi dengan Kemenag Palas
kota
Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Amankan Pria Yang Menyimpan Sabu di Pantai labu
kota
Mahasiswa Magister UNAS Gerakan Mahasiswa Harus Jujur dan Tidak Mengatasnamakan Institusi
kota
sumut24.co ASAHAN, Hak Guna Usaha (HGU) yang telah melewati masa berlakunya menjadi salah satu perhatian utama dalam rapat yang dibuka seca
News
Perkuat Sinergitas,BRI BO Sibuhuan Kunjungan Silaturahmi Kepihak KKSU Hati Nurani
kota
Tingkatkan Layanan Perbankan, BRI BO Sibuhuan Kunjungan Silaturahmi Kenasabah
kota
Alisansi CS KERAS Geruduk Kejatisu dan Bakar Foto Walikota, Goklif Manurung Kajati SUMUT SEGERA Periksa & Tangkap Wesly Silalahi Terkait Gu
kota
Perkuat Sinergi dan Tingkatkan Kualitas Pelayanan, BRI BO Sibuhuan Kunjungi Yayasan Baruna Husada
kota
MEDAN Bupati Kabupaten Langkat H. Syah Afandin, SH didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat Amril bersama Kepala Kejaksaan Negeri
News