Senin, 04 Mei 2026

KREDIBILITAS DPRDSU DIPERTANYAKAN"

Administrator - Senin, 04 Mei 2026 10:30 WIB
KREDIBILITAS DPRDSU DIPERTANYAKAN"
Istimewa

Medan - Usulan RDP (Rapat Dengar Pendapat) yang disampaikan Ketua LSM SUARA PROLETAR Ridwanto Simanjuntak,SIP pada tanggal 16 Februari 2026 terkait pembatalan operasi tulang belikat lengan sebelah kiri Samuel Simanjuntak yang patah akibat kecelakaan tunggal pada tanggal 25 Januari 2026 yang dibatalkan secara sepihak oleh RS.Royal Prima hingga kini masih mengambang dan terdapat kejanggalan-kejanggalan terkait hal tersebut diatas.
Demikian dikatakan Ketua LSM SUARA PROLETAR sehingga beliau menyatakan "kredibilitas DPRDSU dipertanyakan". Adapun kejanggalan-kejanggalan yang dimaksud Ketua LSM SUARA PROLETAR dimana pada tanggal 12 Maret yang lalu staf yang bekerja diruang ketua DPRDSU menyatakan kepada LSM SUARA PROLETAR bahwa usulan RDP tersebut pada tanggal 6 Maret sudah diserahkan ke komisi E.
Selanjutnya staf yang bekerja diruang komisi E menyatakan kepada LSM SUARA PROLETAR bahwa surat usulan RDP tersebut sudah berada di ruang ketua komisi E seraya menunjukkan jadwal sidak komisi E ke RS.Royal Prima pada tanggal 11 Maret 2026. Akan tetapi jadwal yang ditunjukkan staf komisi E tersebut yang ada pada ponselnya tidak diakui Subandi selaku ketua komisi E dan menyatakan bahwa beliau belum ada pergi ke RS.Royal Prima, disamping itu Subandi menyatakan bahwa surat usulan RDP tersebut baru sampai di komisi E pada tanggal 9 Maret bukan tanggal 6 Maret sebagaimana yang dinyatakan staf yang bekerja di ruang ketua DPRDSU.
Akan tetapi pada saat pembicaraan yang dilakukan lewat ponsel tersebut Subandi menyatakan bahwa surat usulan RDP tersebut ada dimobilnya. Tentu saja hal ini menimbulkan pertanyaan besar, jika Subandi tidak pergi ke RS.Royal Prima mengapa surat usulan RDP tersebut dibawa-bawa di dalam mobilnya?
Terkait usulan RDP tersebut, komisi E akhirnya menjadwalkan RDP pada tanggal 14 April 2026 bersama LSM SUARA PROLETAR, dinas kesehatan Sumatera Utara (dinkessu), BPJS Kesehatan Wilayah I Sumut - Aceh, BPJS Kesehatan kota Medan dan RS.Royal Prima. RDP tersebut berjalan alot akibat adanya anggota DPRDSU yang saling banting meja dan dikeluarkannya humas RS.Royal Prima dari ruang RDP akibat ikut-ikutan membanting meja.
Akibat situasi yang tidak kondusif tersebut, Subandi selaku ketua komisi E menyatakan RDP di skorsing (entah sampai kapan) mengingat hingga berita ini dinaikkan belum ada informasi kapan RDP tersebut akan dilanjutkan sementara pada saat RDP berjalan Subandi sama sekali tidak ada menunjukkan bahwa beliau memang mau memperjuangkan nasib Samuel Simanjuntak. Hal terlihat dari kesan seperti tidak adanya kepedulian Subandi terkait pembatalan operasi yang dilakukan RS.Royal Prima. Surat hasil pembinaan dan pengawasan yang dilakukan dinkessu ke RS.Royal Prima serta kesimpulan RDP yang dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2026 tersebut hingga saat ini juga belum ada diterima LSM SUARA PROLETAR.
Sampai kapan DPRDSU akan membiarkan masalah ini "mengambang" dimana tidak tertutup kemungkinan ada unsur kesengajaan untuk menggantung penyelesaian masalah ini dimana sesungguhnya masalah ini berpengaruh terhadap laporan kasus yang dialami Samuel Simanjuntak ini untuk ditindaklanjuti polrestabes Medan.rel

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bau Korupsi di Sekretariat DPRD Sumut, KAMAK Desak Aparat Bongkar Dugaan Permainan Anggaran Sekwan Zulkifli
Anggota DPRD Sumut Jadi Tersangka Penganiayaan
Puluhan Orang Diamankan Dalam Aksi Unjuk Rasa di Sumut Kini Dipulangkan, 2 Orang Positif Narkoba ditindaklanjuti
DPRD Sumut Minta Evaluasi Mendalam Kebijakan SPP Gratis di SMA/SMK Negeri
BARAPAKSI Soroti Ketua DPRD Sumut: "Anggaran Rp6,4 Miliar untuk Mobil Dinas, Pengkhianatan terhadap Seruan Efisiensi!"
Anggota DPRD Sumut Diduga Aniaya Pramugari Dilaporkan ke Polres Nias
komentar
beritaTerbaru