KPK Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas dalam OTT di BNPB, Sekretaris Utama Ikut Diamankan
JAKARTA SUMUT24.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas dalam operasi tangkap tang
Hukum
Baca Juga:
Suasana berbeda terasa di Aula Bhayangkari Polres Padang Lawas, Kamis (16/4/2026) sore. Deretan senjata api—mulai dari laras panjang hingga pistol dinas—tersusun rapi di atas meja. Namun, ini bukan persiapan operasi, melainkan bagian dari pemeriksaan ketat yang dilakukan langsung oleh tim dari Mabes Polri.
Kegiatan ini menjadi sorotan karena melibatkan Tim Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) serta Staf Logistik (Slog) Mabes Polri yang turun langsung melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan senjata api oleh personel.
Kapolres Padang Lawas, AKBP Dodik Yuliyanto, turut hadir mendampingi jalannya pemeriksaan bersama jajaran pejabat utama, termasuk Wakapolres Kompol Sugianto dan para kepala satuan.
Audit ini dipimpin oleh Kombes Pol Herry Affandi selaku Penyelidik Paminal Madya TK III. Kehadiran tim pusat menegaskan bahwa pengawasan terhadap senjata api bukan hanya rutinitas administratif, tetapi bagian dari upaya serius menjaga profesionalisme Polri.
Dalam prosesnya, tim tidak hanya memeriksa kondisi fisik senjata, tetapi juga memastikan kelengkapan administrasi setiap personel yang memegangnya.
"Senjata api adalah amanah negara. Setiap anggota wajib memastikan kelengkapan dokumen dan kondisi senjata dalam keadaan prima," ungkap salah satu anggota tim pemeriksa.
Audit yang dilakukan mencakup tiga aspek penting, yaitu:
- Pemeriksaan Gudang Senjata: Mengecek kesesuaian jumlah stok serta sistem keamanan penyimpanan senjata laras panjang.
- Verifikasi Administrasi Personel: Memastikan setiap anggota memiliki Surat Izin Memegang Senjata Api (SIMSA) yang masih berlaku.
- Uji Kelayakan Senjata: Menilai kondisi teknis senjata agar tetap layak pakai dan tidak mengalami gangguan saat digunakan.
Seluruh proses dilakukan di bawah pengawasan ketat tim Mabes Polri, termasuk AKBP Teguh dari Slog dan Iptu Novri dari Provos.
Setelah melalui rangkaian pemeriksaan hingga sore hari, hasil yang diperoleh cukup menggembirakan. Tim Mabes Polri memberikan catatan positif terhadap pengelolaan senjata api di Polres Padang Lawas.
Kapolres AKBP Dodik Yuliyanto menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti komitmen institusinya dalam menjaga profesionalisme dan integritas.
"Pengawasan ini penting untuk memastikan setiap personel bertanggung jawab penuh terhadap senjata yang dipegang," ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara Mabes Polri dan jajaran daerah. Hingga berakhirnya kegiatan, situasi di wilayah hukum Polres Padang Lawas dilaporkan aman dan kondusif.
Audit ini sekaligus menjadi jaminan bahwa setiap personel yang bertugas telah melalui pengawasan ketat, sehingga penggunaan senjata api tetap berada dalam koridor hukum dan profesionalisme.zal
JAKARTA SUMUT24.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas dalam operasi tangkap tang
Hukum
Dr. Ramces Pandiangan Bersuara Keras, Dugaan Pengerusakan oleh Satpol PP Deli Serdang Kini Dilaporkan ke Polisi
News
FABEM SUMUT DAN MASKER PRAGI UCAPKAN SELAMAT BERTUGAS DIRUT PT.PLN SUROSO ISNANDAR
News
D&rsquoLegends Sumut Serahkan Sertifikat Touring Medan&ndashBanda Aceh, Kurniawan Tekankan Semangat Persaudaraan
News
sumut24.co SimalungunWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menyambut baik peresmian 232 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPP
Umum
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, Adik Kepala BNPB Ikut Terjerat
News
sumut24.co MedanPemko Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup memantau perkembangan kualitas udara menyusul sebaran kabut asap lintas batas y
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menggelar Rapat Evaluasi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (M
News
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan tersangka baru dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi pembanguna
Hukum
Publik Berhak Tahu! Proyek Infrastruktur Padangsidimpuan Gagal Tender, Transparansi Anggaran 2026 Dipertanyakan
News