Gerebek Tengah Malam! Polsek Sosa Ringkus 2 Pemuda Diduga Pengedar Sabu di Sekolah MDA
Gerebek Tengah Malam! Polsek Sosa Ringkus 2 Pemuda Diduga Pengedar Sabu di Sekolah MDA
kota
Baca Juga:
Madina | Sumut24.co
Peredaran narkotika di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kini memasuki fase yang mengkhawatirkan. Mulai dari sabu-sabu hingga ganja, penyebarannya dinilai semakin masif dan mengancam masa depan generasi muda di daerah tersebut.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis. Ia secara tegas mendorong agar bandar dan pengedar narkoba dijatuhi hukuman maksimal, bahkan hingga hukuman mati.
Menurutnya, peredaran gelap narkotika bukan lagi sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan sudah masuk kategori kejahatan luar biasa yang berdampak luas terhadap kehidupan sosial masyarakat.
"Bandar dan pengedar narkoba yang jelas-jelas merusak generasi bangsa, sudah sepantasnya dihukum mati. Jangan sampai alasan HAM justru membuat kita abai terhadap dampak besar yang ditimbulkan," tegas Erwin, Minggu (12/4/2026).
Ia menilai, sulitnya pemberantasan narkoba di Madina tidak hanya dipicu oleh faktor ekonomi, tetapi juga lemahnya penegakan hukum serta adanya oknum-oknum yang diduga ikut bermain di dalamnya.
Fenomena yang lebih memprihatinkan bahkan terlihat di sejumlah wilayah seperti Panyabungan Timur, di mana praktik budidaya ganja masih ditemukan dan menjadi sumber penghasilan bagi sebagian warga.
Erwin mengungkapkan, kondisi ekonomi yang terbatas seringkali menjadi alasan masyarakat memilih jalan instan dengan menanam ganja. Keuntungan cepat yang ditawarkan dinilai lebih menggiurkan dibandingkan usaha legal seperti sektor perkebunan.
"Ini bukan sekadar soal ekonomi, tapi juga soal pola pikir. Banyak yang tergoda hasil cepat, padahal pemerintah sudah membuka peluang usaha lain yang lebih aman dan halal, meskipun hasilnya tidak instan," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa penerapan hukuman mati dapat menjadi langkah tegas untuk memberikan efek jera yang signifikan bagi para pelaku kejahatan narkotika.
Erwin berharap pemerintah pusat bersama aparat penegak hukum dapat serius mempertimbangkan usulan tersebut demi menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba yang semakin meluas.
"Penegakan hukum harus benar-benar tegas dan tidak setengah-setengah. Kalau kita ingin masa depan generasi terselamatkan, langkah luar biasa juga harus diambil," tambahnya.
Meski demikian, ia juga menekankan bahwa penindakan hukum saja tidak cukup. Dibutuhkan langkah strategis jangka panjang, seperti membuka lebih banyak lapangan pekerjaan serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba.
"Kalau masyarakat punya pekerjaan yang layak dan menjanjikan, ruang untuk terjerumus ke dalam kejahatan akan semakin kecil. Ini harus menjadi kerja bersama semua pihak," pungkasnya.zal
Gerebek Tengah Malam! Polsek Sosa Ringkus 2 Pemuda Diduga Pengedar Sabu di Sekolah MDA
kota
Transaksi Sabu Terendus! Polisi Bekuk Pria di Perumahan PTPN IV Lubuk Bunut
kota
Warga Resah, Polres Palas Bergerak! Pengedar Sabu Digulung di Lingkungan Sekolah
kota
Tak Berkutik! 5 Pembeli Sabu dan Satu Pengedar Dibekuk Polres Palas Dalam Sekali Jalan
kota
Sikat Balap Liar! Polres Padang Lawas Turun Tengah Malam, Sisir Titik Rawan
kota
Aklamasi! Saipullah Nasution Kembali Nahkodai IKANAS, Siap Gas Program Strategis
kota
Semangat Marsigomgoman! TorTor Sambut Bupati dan Wakil Bupati Palas PMA di Jakarta, IKABAYA Pererat Persaudaraan
kota
Gerak Cepat! Wali Kota Padangsidimpuan Tinjau Lokasi 1.133 Huntap untuk Korban Bencana
kota
Transaksi Sabu Terendus! Pengedar Sabu Asal Riau Tumbang di Tangan Polres Padang Lawas
kota
Siang Bolong! Motor Mahasiswa Digasak di Depan Rumah, Pelaku Curanmor Dibekuk Polres Padangsidimpuan
kota