Deklarasi Maju Calon Ketua PWI Sumut 2026-2031, Farianda Putra Sinik Siap Jadi Parhobas Didukung Wartawan Senior
Deklarasi Maju Calon Ketua PWI Sumut 20262031, Farianda Putra Sinik Siap Jadi Parhobas Didukung Wartawan Senior
News
Baca Juga:
Medan - Mimbar Suara Rakyat Indonesia (MSRI) mendesak Gubernur Sumatera Utara membatalkan kontrak penyewaan 1.000 KVA di lingkungan Biro Umum Setdaprovsu, karena terindikasi KKN dengan mengabaikan prinsip prinsip hukum dan administratif dalam Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (PBJP).
"Meskipun nilainya hanya Rp 399 juta, namun setiap belanja barang dan jasa pemerintah wajib menjunjung prinsip hukum dan adminstratif, agar setiap pengeluaran uang negara memiliki payung yang jelas dan tidak terhindar dari perbuatan KKN",ujar Sekjen MSRI, Andi Nasution, kemarin.
Pada TA 2026, lanjut Andi Nasution, Biro Umum Pemprovsu melaksanakan kontrak penyewaan travo 1.000 KVA dengan CV. GM. Ironinya CV GM sendiri merupakan perusahaan yang tidak memiliki KBLI 77395, yakni Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Tanpa Hak Opsi Mesin Pertambangan dan Energi Serta Peralatannya.
"Dari 33 KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang dimiliki CV GM, tidak satupun ada KBLi 77395. Padahal, belanja barang dan jasa pemerintah memang wajib mengacu pada KBLI karena menjadi standar resmi untuk mengelompokkan jenis usaha dan memastikan kesesuaian administrasi serta legalitas dalam proses pengadaan",ujarnya.
Persoalan lainnya, belanja sewa trafo tersebut sama sekali belum tercantum dalam SHS (Standar Harga Satuan (SHS) sebagaimana tertuang dalam Pergubsu No 48 Tahun 2025 tentang SHS Pada Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Tahun Tahun Anggaran 2026.
"Belanja Barang dan Jasa Pemerintah tanpa mengacu kepada SHS tidak memiliki justifikasi yang kuat, karena setiap rupiah yang keluar tanpa dasar standar berpotensi menjadi temuan",ujarnya.
Indikasi KKN juga terlihat pada halaman e-katalog LKPP, dimana CV GM menayangkan sewa travo 1.000 KVA dengan nilai Rp 99.850.000 per unit. Sisi lainnya, anggaran yang dibelanjakan Biro Umum Rp 399 juta per 1 paket. Tentunya kondisi ini mengindikasikan adanya mark-up yang berpotensi merugikan negara.
"MSRI mendesak Pak Bobby Nasution untuk membatalkan kontrak tersebut serta memberikan sanksi tegas terhadap pejabat yang terlibat",harapnya.(***)MSRI Desak Bobby Nasution Batalkan Sewa Kontrak Travo di Biro Umum
Mimbar Suara Rakyat Indonesia (MSRI) mendesak Gubernur Sumatera Utara membatalkan kontrak penyewaan 1.000 KVA di lingkungan Biro Umum Setdaprovsu, karena terindikasi KKN dengan mengabaikan prinsip prinsip hukum dan administratif dalam Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (PBJP).
"Meskipun nilainya hanya Rp 399 juta, namun setiap belanja barang dan jasa pemerintah wajib menjunjung prinsip hukum dan adminstratif, agar setiap pengeluaran uang negara memiliki payung yang jelas dan tidak terhindar dari perbuatan KKN",ujar Sekjen MSRI, Andi Nasution, kemarin.
Pada TA 2026, lanjut Andi Nasution, Biro Umum Pemprovsu melaksanakan kontrak penyewaan travo 1.000 KVA dengan CV. GM. Ironinya CV GM sendiri merupakan perusahaan yang tidak memiliki KBLI 77395, yakni Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Tanpa Hak Opsi Mesin Pertambangan dan Energi Serta Peralatannya.
"Dari 33 KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang dimiliki CV GM, tidak satupun ada KBLi 77395. Padahal, belanja barang dan jasa pemerintah memang wajib mengacu pada KBLI karena menjadi standar resmi untuk mengelompokkan jenis usaha dan memastikan kesesuaian administrasi serta legalitas dalam proses pengadaan",ujarnya.
Persoalan lainnya, belanja sewa trafo tersebut sama sekali belum tercantum dalam SHS (Standar Harga Satuan (SHS) sebagaimana tertuang dalam Pergubsu No 48 Tahun 2025 tentang SHS Pada Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Tahun Tahun Anggaran 2026.
"Belanja Barang dan Jasa Pemerintah tanpa mengacu kepada SHS tidak memiliki justifikasi yang kuat, karena setiap rupiah yang keluar tanpa dasar standar berpotensi menjadi temuan",ujarnya.
Indikasi KKN juga terlihat pada halaman e-katalog LKPP, dimana CV GM menayangkan sewa travo 1.000 KVA dengan nilai Rp 99.850.000 per unit. Sisi lainnya, anggaran yang dibelanjakan Biro Umum Rp 399 juta per 1 paket. Tentunya kondisi ini mengindikasikan adanya mark-up yang berpotensi merugikan negara.
"MSRI mendesak Pak Bobby Nasution untuk membatalkan kontrak tersebut serta memberikan sanksi tegas terhadap pejabat yang terlibat",harapnya.***
Deklarasi Maju Calon Ketua PWI Sumut 20262031, Farianda Putra Sinik Siap Jadi Parhobas Didukung Wartawan Senior
News
Polda Sumut Ungkap Korupsi Pasar Ikan Modern Sibolga, Empat Tersangka dan Kerugian Negara Rp5,03 Miliar
News
SMSI Aceh Besar Audiensi dengan Bupati, Pelantikan Dirangkai Maulid dan Penganugerahan Tokoh
News
JMSI Tabagsel Desak 5 Polres Perketat Pengawasan Vape, Ucok Rizal Jangan Beri Celah Narkoba Berkedok Rokok Elektrik!
News
Dari Curhat ke Bupati, Anjar Akhirnya Kembali Mengenakan Seragam Sekolah
News
Dini Hari Timsus Serigala Sakti Polres Palas Turun ke Jalan, Curanmor dan Begal Jadi Incaran
News
Urus KTP, KK dan Akta di Medan Gratis 100 Persen, Baginda P. Siregar Minta Petugas Layani Warga dengan Ramah
News
BRI ADA UNTUK NEGERI DENYUT NADI EKONOMI RAKYAT DARI SABANG SAMPAI MERAUKEOleh H. Syahrir NasutionJika kita bertanya, bank apa yan
News
Muscab HAIPB 20262030 Berjalan Sukses, Sudarija Terpilih Menjadi Ketua.
News
sumut24.co MedanPelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Sumatera Utara hingga 30 September 2026 menunjukkan
Ekbis