GMP Sumut Soroti Penanganan Dua LP dalam Sengketa CV Rezeki Baru: Mengapa Satu Naik Penyidikan, Lainnya Dipertanyakan?
GMP Sumut Soroti Penanganan Dua LP dalam Sengketa CV Rezeki Baru Mengapa Satu Naik Penyidikan, Lainnya Dipertanyakan?
News
Baca Juga:
Mandailing Natal- Aroma kekuasaan yang terkonsentrasi di lingkaran sempit kembali menguat di Kabupaten Mandailing Natal. Dugaan praktik dinasti dalam tubuh pemerintahan daerah kini tak lagi sekadar bisik-bisik, melainkan telah menjadi perbincangan terbuka yang mengundang kegelisahan publik.
Sorotan terhadap dugaan dinasti kekuasaan dalam pengisian jabatan strategis di Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal semakin menguat dan memicu kritik tajam.
Muhammad Sudirmin Nasution, CLP, CIJ, CWP—tokoh masyarakat Pantai Barat dan pengamat kebijakan publik—menjadi salah satu suara yang secara terang mengingatkan bahaya laten praktik tersebut.
Pernyataan ini mencuat pada Jumat (3/4/2026), di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu tata kelola pemerintahan daerah.
Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Penempatan jabatan yang diduga sarat kedekatan relasi dinilai berpotensi mengaburkan prinsip meritokrasi. Ketika loyalitas personal mengalahkan kompetensi, yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas birokrasi—tetapi juga masa depan pelayanan publik.
Desakan publik mengarah pada evaluasi total terhadap struktur kekuasaan di lingkup Pemda Madina, dengan tuntutan agar proses penempatan jabatan dilakukan secara transparan, profesional, dan akuntabel.
Dalam pernyataannya yang lugas, Sudirmin menegaskan:
"Jangan jadikan pemerintahan di Mandailing Natal sebagai dinasti kekuasaan. Pemerintah ada untuk rakyat, bukan untuk memperkuat lingkaran kekuasaan tertentu."
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Dalam banyak kasus di berbagai daerah, praktik dinasti kerap berujung pada stagnasi birokrasi, konflik kepentingan, hingga menurunnya kepercayaan publik. Madina kini berada di persimpangan: memperbaiki arah tata kelola, atau membiarkan persepsi negatif terus menguat.
Namun demikian, sesuai prinsip praduga tak bersalah, dugaan ini tetap memerlukan klarifikasi dan penjelasan resmi dari pihak pemerintah daerah. Transparansi menjadi kunci untuk meredam spekulasi sekaligus membuktikan komitmen terhadap pemerintahan yang bersih.
Di tengah situasi ini, masyarakat diharapkan tetap kritis namun bijak—menyuarakan aspirasi berbasis data, serta tidak terjebak dalam arus informasi yang belum terverifikasi, sebagaimana diamanatkan dalam regulasi pers dan ketentuan hukum yang berlaku.
Penutup:
Jika benar praktik dinasti dibiarkan tumbuh, maka yang terancam bukan hanya integritas birokrasi, tetapi juga harapan masyarakat akan keadilan dan kesejahteraan. Pemerintah daerah dituntut menjawab, bukan dengan retorika—melainkan dengan langkah nyata.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
GMP Sumut Soroti Penanganan Dua LP dalam Sengketa CV Rezeki Baru Mengapa Satu Naik Penyidikan, Lainnya Dipertanyakan?
News
Berani mengedarkan Sabu, ditangkap Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
kota
Kapolrestabes Medan dan Dirintel Polda Sumut Silaturahmi ke Ketum PB Pendawa Indonesia
kota
sumut24.co JAKARTA, Suasana politik nasional yang semakin menghangat di akhir Agustus 2026 menjadi latar berlangsungnya agenda penting Seri
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan secara resmi membuka Program Pemagangan Nasional Tahun 2026 sekaligus Pelatihan Pen
News
sumut24.co ASAHAN, Anggaran negara yang seharusnya mengalir untuk mewujudkan ketahanan pangan justru berhenti di tangan oknum. Program reha
News
BRI BO Sibuhuan Berikan Suprise ke PN Sibuhuan di Momen HUT ke 81 Mahkamah Agung RI
kota
BRI BO Sibuhuan Dukung Kegiatan Festival Budaya Daerah
kota
81 Tahun Indonesia Merdeka, BRI Berkontribusi Nyata Untuk Negeri
kota
Bisnis Kecantikan dan Kebugaran Makin Menjanjikan, Bamsoet Apresiasi Kehadiran "Sang Dewi Salon & Spa" Sebagai Penggerak Ekonomi Kelas Menen
kota