Jumat, 13 Maret 2026

JAGA MARWAH: Rekonsiliasi Ala Rismon Wujud Fokus Masa Depan Keluarga Paling Utama

Administrator - Jumat, 13 Maret 2026 18:57 WIB
JAGA MARWAH: Rekonsiliasi Ala Rismon Wujud Fokus Masa Depan Keluarga Paling Utama
Istimewa
Baca Juga:

Jakarta- Gerak cepat (Gercep) atas keputusan Rismon Sianipar untuk memilih jalan damai dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka patut diapresiasi sebagai langkah dewasa dalam berdemokrasi.

Sikap ini menunjukkan bahwa perbedaan pandangan dalam politik tidak harus berujung pada konflik berkepanjangan, melainkan dapat diselesaikan melalui dialog dan rekonsiliasi yang konstruktif.

Hal itu tegas disampaikan aktivis anti korupsi nasional Edison Tamba kepada media, Jumat (13/03/2026) langkah yang dipilih Rismon Sianipar saat ini memberikan contoh, bahwa kepentingan bangsa dan persatuan masyarakat harus ditempatkan di atas ego maupun perbedaan politik.

"Rismon juga Gentle Man meminta maaf secara terbuka baik kepada rekan seperjuangannya Roy Cs,serta masyarakat Indonesia terhadap langkah dan keputusannya. Sikap Negarawan seperti ini sulit ditiru dan dilakukan semua orang" Ujar Edison Tamba yang juga Ketua Umum Jaringan Pergerakan masyarakat bawah (JAGA MARWAH) .

Dipaparkan Edison Tamba, dengan membuka ruang perdamaian,Rismon memperlihatkan komitmen untuk menjaga stabilitas sosial serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang sebelumnya sempat terpolarisasi.

Langkah tersebut juga mencerminkan kedewasaan dalam berpolitik, di mana kritik dan perbedaan tetap dapat disampaikan secara elegan tanpa menutup pintu komunikasi.

"Sikap ini menjadi pesan penting bagi publik, bahwa demokrasi yang sehat bukan hanya tentang persaingan, tetapi juga tentang kemampuan untuk saling menghormati dan membangun kembali kepercayaan. " Jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Edison Tamba menegaskan bahwa melalui sikap damai ini, Rismon Sianipar menunjukkan bahwa rekonsiliasi adalah bagian penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Diharapkan langkah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk lebih mengedepankan dialog, persatuan, dan kepentingan bersama demi kemajuan bangsa.

"Setiap orang punya timbangan tersendiri terhadap langkah pergerakan yang dilakukannya. Ada dampak nilai positif dan negatif yang tentunya diterima seseorang atas sikap langkah pergerakannya. Rekonsiliasi juga bukan sesuatu hal yang berburuk. Bisa jadi itu sesuatu wujud bahwa seseorang sudah berdamai dengan hatinya tentang, kembali fokus memikirkan masa depan keluarga ada pilihan utama hidup setiap orang"pungkas Edison Tamba.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kegiatan Nuzulul Qur’an 1447 H Digelar di Masjid Agung Kisaran, Bupati Minta Manfaatkan Malam Lailatul Qadar
Gedung/Kantor DPD KNPI Asahan Jadi Milik Pribadi, Aktivis Asahan Minta APH Bongkar Sindikat Penjualan
Sidang Prapid Ke III Kasus Penganiayaan dan Pengeroyokan, Hakim PN Medan Minta Termohon Hadirkan Tersangka DPO Kasus Pengeroyokan
Rumah Dinas Karyawan PT Socfindo Negeri Lama Diminta Jadi Tapak KMP
LSM LARaS Minta Tindak Pembangunan Renovasi Swalayan RBM Psr 2 Barat Rengas Pulau Tidak Miliki Izin PBG
Keluarga Minta Polisi Tangkap Otak Pelaku Pembacokan Angga Diduga Dilakukan CMPS Adik Dari Anggota Dewan
komentar
beritaTerbaru