Paluta | Sumut24.co
Baca Juga:
Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok dengan menggelar pasar murah di Pekan Pangirkiran, Kecamatan Halongonan, Senin (2/3/2026).
Program ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, yang kerap diikuti peningkatan permintaan dan potensi inflasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindag Paluta, Sofyan Arifin Hasibuan, melalui Kepala Bidang Perdagangan Afrul Fachrul Rozi Harahap, menjelaskan bahwa pasar murah digelar untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
"Melalui kegiatan ini, pemerintah hadir untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih ringan dibandingkan harga pasar," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Disperindag Paluta menyiapkan sebanyak 600 paket sembako khusus bagi warga Kecamatan Halongonan. Setiap paket memiliki harga normal Rp175.000. Namun, pemerintah daerah memberikan subsidi sebesar Rp50.000 per paket, sehingga masyarakat cukup membayar Rp125.000 untuk satu paket sembako.
Adapun isi paket sembako meliputi beras 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, serta telur sebanyak 12 butir. Paket ini disusun berdasarkan kebutuhan pokok yang paling banyak dicari masyarakat menjelang hari raya.
Sejak pagi hari, ratusan warga terlihat memadati lokasi kegiatan. Antusiasme masyarakat begitu tinggi, mengingat harga bahan pokok di pasaran cenderung mengalami kenaikan setiap memasuki bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.
Camat Halongonan, Umar Bakti Harahap, S.Sos, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah daerah dalam merespons kondisi ekonomi masyarakat.
Ia menilai program pasar murah sangat membantu warga, khususnya bagi keluarga dengan penghasilan menengah ke bawah, agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa harus terbebani lonjakan harga.
Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Pemantauan harga bahan pokok di pasar tradisional maupun distributor akan terus dilakukan guna mencegah spekulasi dan lonjakan harga yang tidak wajar.
Dengan adanya pasar murah ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan stabilitas harga kebutuhan pokok dapat dikendalikan hingga perayaan Idul Fitri 1447 H.
Langkah preventif seperti ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekonomi daerah sekaligus memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam menyambut hari besar keagamaan.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News