Plt.Kadis Pertanian Sahat Boangmanalu.SPd.MM Menyerahkan Alat Pertanian Kepada Kelompok Tani Terbuka
Plt.Kadis Pertanian Sahat Boangmanalu.SPd.MM Menyerahkan Alat Pertanian Kepada Kelompok Tani Terbuka
kota
Baca Juga:
- Gempuran Kasih Sayang di Sepertiga Malam, Manunggalnya Jiwa Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0212/Tapsel dan Napas Rakyat Batu Rosak
- Di Bawah Langit Angkola Sangkunur, Satgas TMMD Ke-127 Pererat Kebersamaan Lewat Sahur Sederhana
- Di Bawah Terik Matahari, Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0212/Tapsel dan Warga Sangkunur Angkat Batu Demi Harapan Sawah Lebih Subur
Paluta | Sumut24.co
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026, Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan melakukan pengawasan langsung di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, Kamis (26/2/2026).
Langkah ini dilakukan guna memastikan stabilitas harga, keamanan mutu, serta ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan rapat koordinasi lintas sektor di Kantor Bupati Padang Lawas Utara. Hadir dalam pertemuan tersebut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bangun Parlaungan, SE., MM., Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ridi AP, jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan, unsur kepolisian dari Polres Tapanuli Selatan, Perum BULOG Padangsidimpuan, serta perwakilan Badan Pangan Nasional.
Koordinasi ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat pengawasan menjelang momentum HBKN yang biasanya diiringi lonjakan permintaan bahan pangan.
Dari hasil pemantauan di lapangan, tim Satgas menemukan sejumlah komoditas yang harganya masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP). Salah satunya adalah beras medium yang dijual sekitar Rp14.200 per kilogram.
Tingginya harga beras ini dipicu oleh rantai distribusi yang panjang. Gabah hasil panen petani di Padang Lawas Utara tidak langsung digiling di daerah setempat, melainkan harus dikirim ke pabrik penggilingan di Tebing Tinggi. Setelah menjadi beras siap jual, produk tersebut baru didistribusikan kembali ke Padang Lawas Utara.
Kondisi ini terjadi karena daerah tersebut belum memiliki kapasitas mesin penggilingan padi yang memadai untuk menyerap hasil panen secara optimal. Akibatnya, biaya distribusi bertambah dan berdampak pada harga jual di tingkat konsumen.
*Minyakita Stabil, Tapi Pasokan Terbatas*
Untuk komoditas Minyakita, harga relatif terkendali. Berdasarkan catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pengecer yang terdaftar dalam aplikasi Simirah menjual sesuai batas maksimal, yakni Rp15.500 hingga Rp15.700 per liter.
Namun, persoalan muncul pada sisi pasokan. Inspeksi yang dilakukan di sejumlah toko grosir seperti Toko Sitompul, Toko Putra Barimbing, dan Toko Sahabat menunjukkan adanya keterbatasan stok.
Salah satu contoh, Toko Sahabat hanya menerima distribusi 100 kardus setiap dua minggu dari Perum BULOG. Sementara kebutuhan pelanggan bisa mencapai 100 kardus hanya dalam tiga hari. Kondisi ini berpotensi memicu kelangkaan apabila tidak segera diantisipasi.
*Harga Daging dan Hortikultura Relatif Aman*
Di sisi lain, kabar baik datang dari komoditas daging sapi yang dipastikan dalam kondisi aman dengan harga stabil. Berdasarkan pantauan di Pasar Gunungtua, harga sejumlah bahan pokok tercatat sebagai berikut:
- Daging ayam ras: Rp38.000/kg
- Daging sapi: Rp120.000/kg (paha depan) – Rp130.000/kg (paha belakang)
- Telur ayam ras: Rp28.000/kg
- Cabai merah keriting: Rp25.000/kg
- Cabai rawit hijau dan merah: Rp30.000 – Rp35.000/kg
- Bawang merah dan putih: Rp35.000 – Rp36.500/kg
Mayoritas komoditas hortikultura di pasar ini dipasok dari wilayah Siborongborong, sehingga distribusi antarwilayah turut memengaruhi dinamika harga.
Menindaklanjuti temuan di lapangan, Satgas Pangan berkomitmen melakukan pengawasan intensif hingga periode HBKN 2026 berakhir. Pemerintah daerah juga mendorong Perum BULOG untuk memperluas pembentukan Rumah Pangan Kita (RPK) di Padang Lawas Utara.
Sejumlah toko, termasuk Toko Sitompul dan Toko Sahabat, sedang diproses untuk menjadi mitra RPK. Langkah ini diharapkan dapat memperpendek jalur distribusi dan memperlancar pasokan, khususnya untuk komoditas strategis seperti Minyakita dan beras.zal
Plt.Kadis Pertanian Sahat Boangmanalu.SPd.MM Menyerahkan Alat Pertanian Kepada Kelompok Tani Terbuka
kota
Curat Rp400 Juta di Padangsidimpuan Terungkap, Satu Pelaku Dibekuk Usai Kabur ke Pekanbaru
kota
Warga Purba Sinomba Curhat Soal Jalan dan Listrik di Safari Ramadan 2026, Bupati Paluta Langsung Beri Solusi
kota
Reshuffle Besar di Pemko Padangsidimpuan, 47 Pejabat Eselon III dan IV Resmi Dilantik
kota
Dukungan Tokoh Masyarakat Menguat Usai Pelantikan Sekda Padangsidimpuan
kota
Satgas Pangan Temukan Beras Medium Rp14.200/Kg, RPK Segera Diperbanyak di Paluta
kota
Gempuran Kasih Sayang di Sepertiga Malam, Manunggalnya Jiwa Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel dan Napas Rakyat Batu Rosak
kota
Di Bawah Langit Angkola Sangkunur, Satgas TMMD Ke127 Pererat Kebersamaan Lewat Sahur Sederhana
kota
Di Bawah Terik Matahari, Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel dan Warga Sangkunur Angkat Batu Demi Harapan Sawah Lebih Subur
kota
Tangan Kekar Prajurit, Harapan Baru Petani Kisah Pengabdian Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel di Persawahan Sangkunur
kota