Rabu, 25 Februari 2026

Batang Toru Dikeruk 14 Tahun, Rakyat Cuma Dapat Deviden 5 Persen? Parsadaan Marga Pulungan Desak PT Agincourt Resources Buka-Bukaan!

Administrator - Selasa, 24 Februari 2026 21:18 WIB
Batang Toru Dikeruk 14 Tahun, Rakyat Cuma Dapat Deviden 5 Persen? Parsadaan Marga Pulungan Desak PT Agincourt Resources Buka-Bukaan!
Istimewa
Baca Juga:

Tapsel | Sumut24.co

Sorotan terhadap aktivitas tambang emas yang dikelola PT Agincourt Resources (PTAR) di Batang Toru kembali menguat. Sejumlah tokoh masyarakat adat menilai kontribusi perusahaan belum sebanding dengan dampak eksploitasi sumber daya alam yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.

Kritik tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Parsadaan Marga Pulungan, Muhammad Erwin Pulungan, Selasa (24/02/2026). Ia mempertanyakan transparansi perusahaan serta manfaat nyata yang diterima masyarakat di sekitar wilayah tambang, khususnya di kawasan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Salah satu isu yang paling disorot adalah pembagian deviden. Berdasarkan informasi yang beredar, pemerintah daerah disebut hanya menerima sekitar 5 persen deviden, dengan rincian 3 persen untuk Tapanuli Selatan dan 2 persen untuk Sumatera Utara.

Erwin menilai angka tersebut terlalu kecil jika dibandingkan dengan potensi keuntungan tambang emas yang telah beroperasi selama kurang lebih 14 tahun. Ia bahkan menyebut nilai deviden yang mencapai sekitar Rp60 miliar per tahun perlu dibuka secara transparan kepada publik.

"Pemerintah daerah dan pusat perlu mengevaluasi ulang skema pembagian hasil agar lebih berkeadilan dan memberikan dampak signifikan bagi pembangunan daerah," ujarnya.

*390 Hektare Lahan Bekas Tambang Belum Optimal Direklamasi*

Selain persoalan deviden, kondisi lahan pasca tambang juga menjadi perhatian serius. Erwin menyebut terdapat empat lubang tambang dengan total luasan sekitar 390 hektare yang dinilai belum direboisasi secara optimal.

Ia menegaskan, dalam praktik pertambangan yang baik, pembukaan area baru seharusnya diiringi dengan reklamasi atau penanaman kembali pada area yang telah selesai dieksploitasi.

"Jika tidak, risiko kerusakan lingkungan jangka panjang bisa semakin besar," ungkapnya.

Kekhawatiran juga muncul terkait keberadaan fasilitas pengolahan dan danau penampungan limbah di kawasan hulu Batang Toru.

Masyarakat mempertanyakan standar keamanan serta mitigasi risiko apabila terjadi kebocoran yang berpotensi mencemari lingkungan.

Kritik juga diarahkan pada dampak sosial-ekonomi di tujuh desa lingkar tambang. Hingga kini, menurut Erwin, masyarakat belum merasakan perubahan signifikan dari keberadaan tambang emas tersebut.

Ia mencontohkan Desa Napa yang memiliki situs sejarah penting seperti Bagas Godang, masjid tua, dan makam Tuan Syekh Abdul Qodir Pulungan—tokoh yang disebut sebagai keturunan Raja Mandung Pulungan, pembuka wilayah Batang Toru pada era 1800-an.

"Kami harap aktivitas pertambangan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memperhatikan pelestarian nilai sejarah, budaya, dan kesejahteraan warga setempat," ucapnya.

Parsadaan Marga Pulungan juga mendesak pemerintah pusat melakukan audit menyeluruh terhadap operasional PTAR. Mereka meminta evaluasi dilakukan secara objektif, termasuk terhadap aspek lingkungan, sosial, hingga skema pembagian keuntungan.

"Masyarakat menegaskan tidak menolak investasi. Namun, investasi yang diharapkan adalah yang berkelanjutan, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi daerah," pungkasnya.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tambang Emas Batang Toru PT Agincourt Resources Harus Tutup! Parsadaan Marga Pulungan Bongkar Bahaya Smelter dan Ancaman DAS
Saipullah Nasution Pimpin Mediasi Plasma PT DIS dengan Masyarakat Tabuyung Madina Belum Capai Kesepakatan
Bersama Aparat Gabungan, Polda Sumut Terus Fokuskan Pemulihan Nyata di Batang Toru
Kades Batang Onang Baru Bongkar Dugaan Aliran Dana Desa ke Camat: “Bukan Saya Saja, Camat Juga Terima”
Polsek Batang Kuis Klarifikasi Pemberitaan Dugaan Pemerasan, Ketua PAC PP Tegaskan Tidak Pernah Terjadi
Energi Hijau segera hadir di Sumatera, Direktur Pembangkitan Tinjau Progres PLTA Batang Toru
komentar
beritaTerbaru