Baca Juga:
Tapsel | Sumut24.co
Deru alat berat memecah sunyi pagi di Lingkungan IV Hutatonga, Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Minggu (15/02/2026). Di tengah hamparan batu sungai dan tanah yang masih labil, Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/Tapsel terus memacu semangat demi satu tujuan mulia: membuka akses dan menyalakan harapan warga.
Di bawah komando Kapten Czi Pahlawan selaku koordinator pengerasan jalan, proses cutting atau perataan jalan dilaksanakan dengan penuh presisi menggunakan alat berat. Tahapan ini menjadi fondasi penting sebelum dilakukan pengerasan, agar struktur jalan benar-benar kokoh dan mampu menopang aktivitas masyarakat dalam jangka panjang.
Di lokasi yang dikelilingi rimbunnya pepohonan dan aliran sungai yang membelah kawasan, alat berat tampak bekerja tanpa lelah, meratakan kontur tanah dan menyingkirkan batu-batu besar yang selama ini menjadi penghalang akses. Setiap ayunan bucket bukan sekadar menggeser tanah, tetapi juga memindahkan sekat keterisolasian yang bertahun-tahun dirasakan warga.
Kapten Czi Pahlawan menegaskan bahwa pekerjaan perataan ini menjadi kunci keberhasilan sasaran fisik TMMD ke-127.
"Tahap cutting atau perataan ini sangat menentukan kualitas jalan ke depan. Kami ingin memastikan bahwa sebelum pengerasan dilakukan, permukaan benar-benar stabil dan sesuai standar. Jalan ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang membuka akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat," ujar Kapten Czi Pahlawan di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan bahwa Satgas TMMD bekerja dengan penuh tanggung jawab dan komitmen, karena jalan yang dibangun hari ini akan menjadi urat nadi kehidupan warga Hutatonga.
"Kami hadir bukan hanya membawa alat berat, tetapi membawa semangat gotong royong dan pengabdian. Harapan kami, jalan ini nantinya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi simbol kebersamaan antara TNI dan rakyat," tambahnya.
Program TMMD ke-127 Kodim 0212/Tapsel memang dirancang sebagai bentuk sinergi nyata antara TNI dan pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Sasaran fisik berupa pengerasan jalan di Lingkungan IV Hutatonga ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas hasil pertanian, mempermudah akses anak-anak menuju sekolah, serta mempercepat distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
Warga setempat pun menyambut penuh antusias setiap perkembangan di lapangan. Mereka melihat langsung bagaimana medan yang dulunya sulit dilalui kini mulai berubah menjadi jalur yang lebih rata dan siap untuk diperkuat.
Di balik percikan lumpur dan debu yang beterbangan, terselip harapan yang tumbuh perlahan namun pasti. TMMD bukan hanya membangun jalan, tetapi juga menanamkan keyakinan bahwa pembangunan dapat menjangkau hingga ke sudut-sudut desa.
Salah seorang warga Lingkungan IV Hutatonga, Ahmad (45), mengaku terharu melihat langsung proses pengerjaan jalan tersebut.
"Selama ini kalau hujan, jalan ini sangat sulit dilalui. Anak-anak sekolah sering terlambat, hasil kebun juga susah dibawa keluar. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Satgas TMMD. Semoga jalan ini benar-benar jadi dan bisa kami rasakan manfaatnya selamanya," ucapnya dengan mata berbinar.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News