DITIKUNG DI TIKUNGAN AKHIR: Hermawan Merasa Ditipu DPW, PPP Medan Dinilai Khianati Muscab Sendiri
DITIKUNG DI TIKUNGAN AKHIR Hermawan Merasa Ditipu DPW, PPP Medan Dinilai Khianati Muscab Sendiri
News
Baca Juga:
Oleh: Jaya Suprana, Buadayawan dan Pendiri MURI
BUDAYAWAN merangkap Presiden Lima Gunung dan Raja Kerajaan Mendut, Sutanto menanggapi naskah Plonga Plongo saya dengan bahasa Indonesia gaya dirinya sendiri yang gembira putar ke kanan ke kanan putar ke kiri ke kiri seperti lirik lagu Gemu Fa Mi Re (Maumere) sebagai berikut:
Saya kurang cocok plonga plongo-nya mas Jaya Suprana. Lebih cocok Durmogati-nya Kurawa.
1) Wajah gusem, rambut pakaian dll LUCU YANG TIDAK NIAT LUCU.
2) Teriak ngajak maju (perang), dia malah lari balik.
3) Wajah dan dagu menatap lurus. Tapi paling gampang tidur, jarang mikir masalah.
4) Misal dia kotor atau bersih, dia mudah dan polos ditunggangi dan dibisiki lingkungannya baik yang bodho baik maupun yang cerdas jahat.
Dia memerankan lakon ambiguous, liminal, tanpa beban jejak digital. Dia ahistoris untuk imbangan dogma historis. Salyo yang ksatria dan hatinya memihak Pandawa, tapi harus dapat gaji dan tinggal bahkan panglima perang Astina diam-diam terhibur Durmogati. Bukan oportunis, bukan pengkhianat. Plonga plongo lebih standard ganda kehendak dewata untuk melengkapi im yang chia tapi given. Abu-abu di saat polarisisasi.
5) Durmogati bisa senyum tanpa simbol saat Citraga yang hobi masuk desa cari perawan pada akhir Mahabharata dibunuh Salyo. Dia bukan tokoh gembira, tapi juga tidak sedih saat salah satu kembaran Citrakso, Citraksi dibunuh salah satu kembaran Nakulo Sadewo. Terimalah saja ada lakon kembaran beda umur
Lho kok gitu? Ya dunia = ngarang seperti buaya di piring besarnya seukuran lele dumbo.
***
Saya sangat berterima kasih atas ikhtiar Mas Tanto bersusah-payah mengingatkan saya kepada sosok plonga plongo bernama Durmogati. Tanpa mengecilkan rasa terima kasih dan hormat kepada Mas Tanto, mohon dimaafkan bahwa saya lancang menyensor tanggapan Mas Tanto akibat di dalam tanggapan beliau menyebut nama pejabat tinggi yang sebaiknya jangan disebut demi mencegah saya dipolisikan.
Juga seingat saya di samping Nakula punya saudara kembar Sadewa, Citraksi punya Citraksa, Kak Seto punya Kak Kresno maka sebenarnya Durmogati juga punya saudara kembar bernama Durmogempa.
Meski Durmogempa kurang dikenal ketimbang Durmogati, lazimnya di pergelaran wayang kulit maupun wayang orang, Durmogempa selalu setia mendampingi Durmogati.
Namun terus terang saya tidak tahu-menahu tentang nasib Durmogempa apakah ikut perlaya pada Bharatayuddha bersama Durmogati. Atau tidak. []
DITIKUNG DI TIKUNGAN AKHIR Hermawan Merasa Ditipu DPW, PPP Medan Dinilai Khianati Muscab Sendiri
News
Teguh Santosa Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination
News
Siak sumut24.co Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP, bersama Kabaharkam Polri Komjen Pol. Her
News
Gerebek Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Bersama BNNK Berhasil Amankan seorang Bandar dan Lima Pria Positif Sabu
News
Gagasan Dosen UMSU Perombakan Radikal Sistim Perwakilan Harus dilakukan Demi Lawan Oligarki
News
Menteri Olahraga Maldives dan NOC Indonesia Dukung 100 CTFP untuk Para Atlet
News
MBG di Medan Disorot Usai 17 Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit, PDI Perjuangan Minta Tanggung Jawab
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menghadiri pengukuhan Ameriza Maruf Moesa sebagai Kepala Kanto
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meminta manajemen Rumah Sakit (RS) Abdul Jalil Meliala segera melengkapi
News
Misteri Hilangnya Pria 27 Tahun di Batang Toru Berakhir Tragis, Polisi Lakukan Penyelidikan
News