Pamit Sambut General Manager PLN UIP SBU, Perkuat Sinergi Dan Kolaborasi Untuk Kinerja Berkelanjutan
sumut24.co MEDAN , PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) menggelar kegiatan Pamit Sambut General Manager
kota
Baca Juga:
- Panen Raya Jagung di Lahan Eks HGU, Langkah Nyata Lapas Asahan Dukung Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
- Kabar Baik untuk Petani! Wabup Paluta Basri Harahap Serahkan 100 Ton Benih Padi, Ketahanan Pangan Diperkuat
- Panen Raya Jagung Kuartal II 2026, Polres Padangsidimpuan Targetkan Produksi 90 Ton untuk Dukung Swasembada Pangan
Serdang Bedagai – Panen Raya Padi Organik yang digelar di lahan demplot Pupuk Benteng Tani milik Ir. Soekirman, Duta Organik Asia, di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, menjadi bukti konkret bahwa pertanian organik mampu menghasilkan produktivitas tinggi, berkelanjutan, serta ramah lingkungan.
Kegiatan ini dihadiri lintas sektor, mulai dari petani, pemerintah daerah dan provinsi, BMKG, akademisi, asosiasi pertanian, hingga perwakilan internasional dari Malaysia. Panen raya tersebut sekaligus menjadi ajang konsolidasi gerakan pertanian organik sebagai solusi atas kerusakan tanah, krisis iklim, dan ketergantungan petani terhadap input kimia.
Inovasi Pupuk Organik Respon Cepat
Owner Pupuk Benteng Tani, Robin Hat Sitepu, menjelaskan bahwa produk yang dikembangkan PT Karunia Rotorindo Tani lahir dari perjalanan panjang sejak 2006. Berangkat dari kegelisahan petani yang menilai pupuk organik lambat bereaksi, pihaknya melakukan riset mendalam sejak 2016 untuk menciptakan pupuk organik dengan respon cepat.
"Pupuk Benteng Tani ini organik, tetapi kami perkaya dengan hormon tanaman, GPT, asam amino, dan eco enzyme. Respon tanaman cepat terlihat, sementara bahan organiknya memperbaiki tanah secara bertahap," ujar Robin.
Ia menegaskan, pengembangan pupuk ini bukan semata bisnis. Melalui Yayasan Tata Peduli Tani Nusantara, pihaknya telah mendistribusikan pupuk organik dan edukasi gratis kepada lebih dari 5.000 petani di empat provinsi.
Data Iklim dan Pendampingan Lapangan
Perwakilan BMKG Stasiun Klimatologi Sumatera Utara, Wahyudi, menyampaikan bahwa keberhasilan pertanian tidak dapat dilepaskan dari pemanfaatan data iklim. BMKG sejak 2023 aktif mendampingi petani melalui program Sekolah Lapang Iklim, termasuk di lokasi demplot Ir. Soekirman.
"Petani yang memanfaatkan data curah hujan, suhu, dan kelembapan memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik terhadap perubahan iklim," kata Wahyudi.
Dukungan Pemerintah Daerah
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai, Dedi Iskandar, mengakui bahwa sebagian besar lahan pertanian masih bergantung pada pupuk anorganik. Namun, ia menegaskan bahwa pertanian organik sangat mungkin diterapkan secara bertahap.
"Kuncinya ada pada perubahan mindset. Contoh di Ngawi menunjukkan bahwa semi-organik bisa meningkatkan indeks tanam dan pendapatan petani," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, Amran (diwakili), menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong perbaikan ekosistem tanah melalui pembenah tanah hayati dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) berbasis ramah lingkungan.
Kesaksian Petani dan Asosiasi
Ketua APDESI, Suparman, menyampaikan kesaksian langsung dari praktik pertanian organik yang ia terapkan di lahan pekarangan dan pertanian desa. Ia mengaku hasil panen meningkat dan kualitas tanah membaik.
"Organik ini bukan instan, tapi berkelanjutan. Kalau tanah sehat, petani juga sehat," tegasnya.
Perspektif Akademisi dan Internasional
Dari kalangan akademisi, perwakilan MAPORINA dan sejumlah dosen perguruan tinggi di Sumatera Utara menilai bahwa tantangan terbesar pertanian organik adalah proses adopsi sosial, bukan teknologinya. Mereka menekankan pentingnya pendampingan, jaminan pasar, dan kebijakan daerah.
Sementara itu, perwakilan Universiti Putra Malaysia (UPM), Lukman Hadi, menyampaikan bahwa tantangan peralihan dari kimia ke organik juga terjadi di Malaysia. Ia memperkenalkan Mr. Molic, penghalau serangga nabati 100 persen berbahan ekstrak tumbuhan yang telah digunakan secara luas di Malaysia.
"Produk ini siap dikomersialkan dan kami berharap bisa dikolaborasikan dengan praktik organik di Indonesia," ujarnya.
Organik sebagai Gerakan Peradaban
Sebagai penutup, Ir. Soekirman menegaskan bahwa pertanian organik bukan sekadar metode produksi, melainkan gerakan peradaban untuk menjaga bumi dan kedaulatan pangan. Berdasarkan pengukuran lapangan, produktivitas padi organik di demplot tersebut mencapai sekitar 7,1 ton per hektare, sebuah capaian yang menepis anggapan bahwa organik identik dengan hasil rendah.
"Organik memang butuh kesabaran, tapi hasilnya nyata: tanah lestari, biaya turun, petani sehat, dan pangan aman," tegas Soekirman.
Panen raya ini diharapkan menjadi titik tolak replikasi pertanian organik di Sumatera Utara dan daerah lain di Indonesia sebagai jawaban atas tantangan krisis pangan dan perubahan iklim global.red
sumut24.co MEDAN , PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) menggelar kegiatan Pamit Sambut General Manager
kota
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.A.P menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung yang berlangsung di lahan eks HGU PT BSP A
News
LAPORAN KHUSUS INVESTIGASI Gurita Anggaran di Dinas Perkimcikataru Kota Medan &ndash Ketika Infrastruktur Publik Menjadi Ladang Sengketa
kota
Dinas SDBMBK Sumut Pimpinan Chandra Dalimunthe Dilaporkan ke KPK Soal Pengaturan Tender Proyek
kota
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkab Solok Gelar Tabligh Akbar Bersama Habib Muhammad Rizieq Shihab dan Ustadz Jelita Donal
kota
MEDAN, SUMUT24.CO Hitungan hari menuju masa purnatugas, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman, memastikan dirinya akan pensi
News
Ironis.429 Perusahaan Masih Bermohon ijin PBG, Bangunan Gedung Sudah Berdiri Kokoh Di Kota Pematangsiantar
News
WiFi Ilegal Merebak di Padang Lawas, Polisi Siapkan Langkah Tegas tapi Humanis
kota
Aksi Kemanusiaan Polres Tapsel, Donor Darah dan Pemeriksaan Gratis Diserbu Peserta
kota
MTQ Sumut 2026 Resmi Dibuka, Wabup Madina Suntik Semangat Kafilah
kota