Jumat, 27 Februari 2026

Tim Kampus Tanggap Bencana Universitas Aufa Royhan Salurkan Air Bersih dan Logistik ke Dua Wilayah Terdampak di Tapsel

Administrator - Kamis, 01 Januari 2026 14:10 WIB
Tim Kampus Tanggap Bencana Universitas Aufa Royhan Salurkan Air Bersih dan Logistik ke Dua Wilayah Terdampak di Tapsel
Istimewa

Tapsel | Sumut24.co

Baca Juga:

Tim Kampus Tanggap Darurat Bencana Universitas Aufa Royhan kembali menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim turun langsung ke dua lokasi terdampak di Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (31/12/2025).

Dua wilayah yang menjadi sasaran kegiatan tersebut yakni Dusun Mabang Pasir, Desa Muara Hutaraja, Kecamatan Muara Batang Toru, serta Desa Batu Horing. Fokus utama kegiatan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pasca bencana, khususnya air bersih, sanitasi, dan bantuan logistik.

Kegiatan PKM dilaksanakan secara berurutan dalam satu hari. Tim terlebih dahulu melakukan pemasangan sistem penyediaan air bersih di Dusun Mabang Pasir, sebelum kemudian melanjutkan kegiatan serupa di Desa Batu Horing.

Dalam kegiatan ini, Tim PKM Universitas Aufa Royhan mengadakan dan memasang sistem filtrasi air berbasis filter pasir dan membran ultrafiltrasi. Teknologi ini dirancang agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Hasil uji kualitas air menunjukkan bahwa air baku di kedua lokasi sebelumnya belum memenuhi standar kelayakan, dengan tingkat keasaman (pH) berada di bawah 6,5. Namun setelah melalui proses filtrasi tahap pertama dan kedua, kualitas air mengalami peningkatan signifikan dan telah memenuhi standar baku mutu air bersih, dengan pH berada pada kisaran 6,5 hingga 8,5.

Di Dusun Mabang Pasir, sebelum adanya alat filtrasi, warga mengandalkan air sumur bor yang kondisinya keruh dan belum layak untuk konsumsi. Kini, sistem pemanfaatan air menjadi lebih terstruktur. Air sumur digunakan untuk mencuci, hasil filtrasi tahap pertama dipakai untuk memasak, sementara filtrasi tahap kedua menghasilkan air bersih yang aman untuk konsumsi langsung.

Kondisi serupa juga dirasakan warga Desa Batu Horing. Masyarakat setempat menyampaikan bahwa air yang sebelumnya keruh kini menjadi lebih jernih, bersih, dan aman digunakan, sehingga sangat membantu pemulihan aktivitas harian pasca bencana.

Selain penyediaan air bersih, Tim PKM Universitas Aufa Royhan juga menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat, di antaranya, Kompor gas dua tungku, Kain sarung dan sejadah untuk menunjang kebutuhan ibadah warga, Satu unit genset sebagai penunjang kebutuhan listrik tambahan.

Bantuan tersebut disambut antusias oleh warga dan pemerintah desa setempat, yang menilai kehadiran tim kampus sangat membantu percepatan pemulihan pasca bencana.

Kegiatan PKM ini merupakan bagian dari program resmi Universitas Aufa Royhan yang didukung pendanaan DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2025. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat di kedua lokasi.

Melalui program ini, Universitas Aufa Royhan berharap solusi air bersih dan bantuan pendukung yang diberikan dapat memberikan dampak nyata, berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Dusun Mabang Pasir dan Desa Batu Horing pasca bencana.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gelar Pelatihan Desa Siaga Bencana, PLN Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Bencana
Survei Lokasi TMMD ke-127 saat TNI Buka Akses Warga Terisolir di Tapsel, Gus Irawan Pasaribu Ucapkan Rasa Syukur "Pas Betul Lokasi Bencana"
Bangkit Pascabencana! TMMD ke-127 Resmi Digelar di Sangkunur, Kodim 0212/Tapsel Kerahkan 310 Personel Gabungan
Eksistensi Musik Slowrock di Era Modern, Politeknik MBP Medan Sukses Gelar Slow Rock Musik Fest 2026
Warga Aceh Tamiang Korban Bencana Disebut “TMK”: Pengamat Nilai Negara Kehilangan Nurani
Latsitarda Angkatan 99 Lepas Bantuan Bencana untuk Tapteng dan Tapsel
komentar
beritaTerbaru