Diduga Melakukan Curanmor Seorang Pria Babak Belur di Hajar Masa
Diduga Melakukan Curanmor Seorang Pria Babak Belur di Hajar Masa
kota
Baca Juga:
- Orang Tua Siswa Apresiasi Kinerja Komite SMAN 2, Kepengurusan Dilanjutkan Dua Tahun Komite SMAN 2 mendapat apresiasi luas dari para orang tua siswa at
- Rutan Kls I Labuhan Deli Gelar Apel dan Penandatanganan Komitmen Zona Integritas Menuju WBK–WBBM 2026
- Kedepankan Pendekatan Humanis, Rutan Labuhan Deli Sapa Warga Binaan dengan Hati
Tapsel | Sumut24.co
Tim relawan yang terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban banjir serta tanah longsor di wilayah Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Tapanuli Tengah (Tapteng) menemukan seekor orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) dalam kondisi tidak bernyawa.
Temuan satwa langka tersebut terjadi saat tim SAR menyisir area terdampak bencana untuk memastikan tidak ada lagi korban manusia yang tertinggal. Salah satu pendiri KPA Forester, Decky Chandrawan, mengungkapkan orangutan itu ditemukan pada 3 Desember 2025 di kawasan Pulo Pakkat, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Saat itu, Decky tergabung bersama FAJI Divisi Kebencanaan Tapanuli Selatan serta petugas Basarnas yang tengah melakukan penyisiran di aliran sungai dan area longsoran.
"Kami fokus mencari kemungkinan masih adanya korban banjir. Di tengah proses itu, kami melihat satu individu orangutan. Karena yang dievakuasi adalah manusia dan tidak ada petugas BKSDA di lokasi, satwa tersebut tidak bisa kami tangani," ujar Decky saat dikonfirmasi.
Menurutnya, kondisi bangkai orangutan tersebut sudah mengalami pembusukan dan berada di antara bebatuan serta tumpukan kayu yang terbawa arus banjir. Tim SAR pun memutuskan melanjutkan pencarian korban manusia karena pada waktu bersamaan menerima laporan penemuan jenazah di lokasi lain.
"Prioritas kami tetap keselamatan dan evakuasi korban manusia. Orangutan itu kami dokumentasikan sebagai temuan lapangan," tambahnya.
Wilayah Pulo Pakkat sendiri termasuk salah satu daerah yang terdampak cukup parah akibat banjir dan longsor yang terjadi sejak akhir November 2025. Sejumlah sungai seperti Sungai Anggoli dan Sungai Garoga menjadi titik utama operasi pencarian karena derasnya arus yang menyeret material longsor.
FAJI Divisi Kebencanaan Tapanuli Selatan bersama KPA Forester dan Basarnas telah beberapa hari berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi serta pencarian korban bencana alam tersebut.
Sementara itu, Ketua DPW Sarekat Hijau Indonesia Sumatera Utara menilai kematian orangutan Tapanuli tersebut sebagai sinyal serius rusaknya ekosistem hutan, khususnya kawasan Batang Toru yang merupakan habitat asli spesies endemik itu.
"Kematian orangutan ini mengindikasikan kerusakan tutupan hutan yang cukup massif. Kami khawatir masih ada individu lain yang ikut menjadi korban bencana ekologis," ujarnya.
Orangutan Tapanuli sendiri merupakan spesies orangutan paling langka di dunia dan hanya ditemukan di wilayah Sumatera Utara. Temuan ini kembali menegaskan pentingnya perlindungan lingkungan di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam di kawasan tersebut.zal
Diduga Melakukan Curanmor Seorang Pria Babak Belur di Hajar Masa
kota
Konflik Agraria Padang Halaban, Rapidin Simbolon Tegas Tolak Penyelesaian dengan Kekerasan
kota
Artha Graha Peduli dan GulaVit Bantu Warga Medan Dapatkan Sembako Murah
kota
Nama Baik Dicemarkan, Kabid Kesmas Dinkes Deli Serdang Laporkan Bidan Farida ke Polisi
kota
Medan Sumut24.coKomite SMAN 2 mendapat apresiasi luas dari para orang tua siswa atas keberhasilannya menjalankan berbagai program pendukun
News
Polsek Tanjung Morawa Tangkap Pelaku Pencurian Mesin Pompa dan Besi, Kerugian Korban Capai Rp20 Juta
kota
Medan sumut24.co Kepala Staf Kodam (Kasdam) I/Bukit Barisan Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya memimpin Sidang Parade Penerimaan Calon Bin
News
Medan sumut24.co Kapolsek Medan Baru, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat, S.H., M.H., menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)
kota
Labuhan Deli sumut24.co Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli melaksanakan apel dan penandatanganan Komitmen Bersama Pembangun
kota
sumut24.co MedanKinerja pasar modal Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan penguatan yang konsisten setelah melewati periode tahun politik
Ekbis