Bekuk Bandar Narkoba, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang sita 21 Paket Sabu dan 46 Paket Ganja,
Bekuk Bandar Narkoba, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang sita 21 Paket Sabu dan 46 Paket Ganja,
kota
Baca Juga:
Syahrir menilai, lenyapnya sebuah negara dari peta dunia bukan semata disebabkan faktor eksternal, namun berawal dari bobroknya pengelolaan internal, melemahnya moral, dan runtuhnya integritas para penyelenggara negara. "Hancur atau lenyapnya suatu negara diawali dari rusaknya tatanan pengelolaan negara tersebut serta porak-porandanya pendidikan masyarakat, terlebih di perguruan tinggi," ujarnya.
Momentum Hari Guru Nasional, menurutnya, justru menjadi pengingat bahwa para pengelola pendidikan—baik guru maupun dosen—sedang menghadapi krisis moral yang sangat mengkhawatirkan. Syahrir menyebut, apa yang terjadi di dunia pendidikan saat ini tidak lagi sekadar persoalan teknis, melainkan masalah karakter dan integritas yang tergerus.
USU Disorot: Dugaan Intervensi Politik dalam Pemilihan Rektor
Lebih jauh, Syahrir menyinggung kondisi dunia pendidikan tinggi yang tengah menjadi sorotan publik, khususnya di Universitas Sumatera Utara (USU). Ia menyebut, proses pemilihan rektor yang belakangan ini berlangsung di USU tampak tidak steril dari intervensi eksternal.
"Sudah sama-sama kita lihat, belakangan ini USU menjadi sorotan masyarakat. Pemilihan rektornya seakan diintervensi pihak luar pendidikan yang memaksakan kehendak demi tujuan politik tertentu, untuk mendominasi dunia kampus. Kampus hendak dijadikan laboratorium politik oleh pihak yang sedang berkuasa," tegasnya.
Syahrir mengingatkan bahwa Undang-Undang Pendidikan Tinggi serta Statuta USU secara tegas melarang adanya campur tangan pihak luar yang tidak memiliki dasar legal maupun akademik dalam menentukan arah perguruan tinggi.
"UU Pendidikan Tinggi dan Statuta USU tidak membolehkan aturan-aturan di luar ketentuan pendidikan tinggi serta peraturan statuta yang mengikat dan wajib dipatuhi. Namun apa lacur yang terjadi?" ujarnya menambahkan.
Peringatan untuk Penyelenggara Pendidikan
Syahrir Nst menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk kembali kepada marwah pendidikan. Menurutnya, jika moral pendidik dan pengelola pendidikan telah rusak, maka tidak ada lagi pondasi yang dapat menjaga tegaknya sebuah bangsa.
"Moral pendidik adalah benteng terakhir sebuah peradaban. Jika itu runtuh, maka negara akan menyusul," tandasnya.
Pernyataannya menjadi refleksi keras bagi dunia pendidikan Indonesia, sekaligus alarm bahwa degradasi moral di lingkungan akademik dapat berdampak pada kehancuran bangsa secara keseluruhan.red
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Bekuk Bandar Narkoba, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang sita 21 Paket Sabu dan 46 Paket Ganja,
kota
Meneladani Rasulullah dalam Gerakan Ekonomi Syariah
kota
sumut24.co TAKENGON , Menjelang peringatan Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026, PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) m
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., melakukan peninjauan langsung terhadap tiga lokasi pembangunan infra
News
Bupati Solok Lantik Masheri Yanda Boy sebagai Pejabat Sekretaris Daerah
kota
Sertijab Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok dari Jefrizal, S.Pt., M.T. kepada Masheri Yanda Boy, S.H.
kota
Medan sumut24.co Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, meringkus seorang Warga Negara (WN) Malaysia, yang merupakan pemasok sekaligus penge
Hukum
Jejak Internasional Dibongkar Satresnarkoba Polrestabes MedanWNA Terseret Jaringan Peredaran Narkoba di Indonesia
kota
Dede Irwanda, Tokoh Muda Potensial di Panggung Politik Medan Marelan
kota
Dua Hektare Terbakar! Babinsa Koramil 021209/Sosa dan Warga Berjibaku Lawan Karhutla di PT SRL Palas
kota