Kamis, 12 Februari 2026

Lapor Pak Bupati, Proyek Rp397 Juta Rehabilitasi Aula Kantor Camat Batang Kuis Disorot Tajam: Diduga Gunakan Material Murahan, Pengawas Bungkam

Administrator - Senin, 10 November 2025 10:02 WIB
Lapor Pak Bupati, Proyek Rp397 Juta Rehabilitasi Aula Kantor Camat Batang Kuis Disorot Tajam: Diduga Gunakan Material Murahan, Pengawas Bungkam
Istimewa
Baca Juga:


Deli Serdang –Proyek rehabilitasi aula Kantor Camat Batang Kuis yang menelan anggaran sekitar Rp397,6 juta dari APBD Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025 kini menjadi sorotan tajam publik.
Pasalnya, di lapangan ditemukan sejumlah kejanggalan yang mengarah pada dugaan kuat penyimpangan teknis dan penggunaan material di bawah standar.

Proyek dengan masa kerja 60 hari kalender ini dikerjakan oleh CV. Elia Pangestu Jaya sebagai pelaksana. Namun setelah hampir enam minggu berjalan, hasil pekerjaan dinilai jauh dari layak untuk proyek pemerintah bernilai ratusan juta rupiah.

Pantauan langsung wartawan di lokasi pada Sabtu (8/11/2025) menunjukkan, material bangunan seperti batu bata, pasir timbun, semen hingga keramik tampak murahan dan tidak memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) konstruksi. Bahkan, sumber di lapangan menyebut, para pekerja beberapa kali terlihat menggunakan air comberan untuk mencampur pasir dan semen — praktik yang tidak hanya menyalahi etika kerja, tetapi juga berpotensi mengurangi daya tahan struktur bangunan.

Ketika wartawan mencoba mengonfirmasi hal tersebut kepada Juntak, pengawas proyek yang seharusnya bertanggung jawab memastikan kualitas pekerjaan, yang bersangkutan tidak berada di lokasi.
Upaya lanjutan untuk meminta klarifikasi keesokan harinya pun tidak membuahkan hasil. Juntak memilih bungkam tanpa memberikan penjelasan sedikit pun.

Sikap diam pengawas ini justru mempertebal dugaan adanya sesuatu yang sengaja ditutupi di balik proyek bernilai hampir Rp400 juta tersebut.

Lebih ironis lagi, Camat Batang Kuis juga terkesan menutup mata. Hingga berita ini diterbitkan, pihak kecamatan belum memberikan tanggapan resmi, padahal proyek tersebut berada langsung di bawah pengawasan dan tanggung jawab administratifnya.

Sejumlah warga sekitar lokasi proyek menilai bahwa pekerjaan yang berlangsung terlihat tidak maksimal dan terkesan asal jadi.

"Kalau kami lihat, pekerjaannya asal-asalan. Batu bata tipis, semen kayaknya kebanyakan pasir. Kalau proyek pemerintah, mestinya dikerjakan dengan baik. Ini malah kayak proyek pribadi," ujar seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan.

Dugaan penyimpangan dalam proyek rehabilitasi ini kian menjadi perhatian publik, mengingat besarnya dana yang digunakan. Rp397,6 juta uang rakyat seharusnya mampu menghasilkan aula yang kokoh, representatif, dan tahan lama.
Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan kualitas memprihatinkan.

Pihak Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Deli Serdang didesak untuk segera melakukan audit teknis dan investigasi menyeluruh terhadap proyek ini. Jika terbukti ada pelanggaran spesifikasi atau penyimpangan anggaran, langkah hukum harus segera ditempuh terhadap pihak pelaksana maupun pejabat pengawas yang lalai.

Publik berhak tahu ke mana uang pajak mereka mengalir. Jangan sampai proyek yang seharusnya bermanfaat bagi masyarakat justru menjadi ajang bancakan dan permainan kotor segelintir pihak.

Kasus ini menjadi potret buram lemahnya pengawasan proyek pemerintah di daerah. Jika dibiarkan, bukan hanya merusak kepercayaan publik terhadap aparat, tetapi juga mengancam keselamatan bangunan publik dan menambah daftar panjang kebocoran anggaran.tim

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dukung Instruksi Presiden, Camat Tanjung Beringin Gerakkan Korve Bersih Titi Nagur
Polsek Sunggal Grebek Kantor Sekretariat Ormas di Sunggal Sebagai Lapak Judi Tembak Ikan
Kejari Paluta Tahan Camat Aktif Halongonan Timur: APBDes Dijarah, Kerugian Negara Rp570 Juta
Gemppar Kembali Lakukan Demo di Kantor Bupati, Kejari dan DPRD Asahan Meminta Copot Sekda Asahan
Rp1,2 Miliar KKPD Digasak untuk Judi Online, Camat Medan Maimun Almuqarrom  Dicopot
Camat Medan Marelan, Diduga Ada Main Soal Pengakatan Kepling 8 Kel. Tanah Enam Ratus
komentar
beritaTerbaru