Dari Gerobak Pecel ke Pundak Jenderal: Doa Ibu Penjual Pecel yang Mengantar Tiga Anak Jadi Perwira Negara
Dari Gerobak Pecel ke Pundak Jenderal Doa Ibu Penjual Pecel yang Mengantar Tiga Anak Jadi Perwira Negara
kota
Baca Juga:
Indonesia, tanah pusaka yang diwariskan dengan darah dan air mata para pejuang, kini sedang menahan duka yang mendalam. Duka yang tak bersuara, tapi terasa di setiap napas rakyat kecil yang kian hari kian sesak menanggung beban hidup. Di negeri yang katanya merdeka ini, masih saja ada yang tertindas — bukan lagi oleh kolonial berseragam, tapi oleh sesama anak bangsa yang kehilangan nurani.
Dulu, penjajah datang dari luar: Belanda, Jepang, bangsa asing yang memaksakan kehendaknya atas bumi pertiwi. Kini penjajahan itu hadir dalam wujud lain — lebih halus, lebih licik, tapi tak kalah mematikan. Kita dijajah oleh keserakahan, oleh kuasa modal, oleh "Londo Ireng" dan kaki tangan asing serta aseng yang merajalela dalam tubuh ekonomi bangsa.
Kita dijajah oleh sistem yang membiarkan si kaya tertawa di atas tumpukan emas, sementara si miskin menunduk di atas tanah yang semakin gersang. Kita dijajah oleh kebijakan yang hanya berpihak pada kemewahan istana, bukan pada derita gubuk di pinggir kali.
Kini, menjelang akhir tahun 2025 — dua dekade menuju apa yang disebut Generasi Emas 2045 — bangsa ini justru tampak "lemas". Sumber daya alam terkuras tanpa arah, tenaga rakyat tersia-sia, dan harapan masa depan perlahan meredup. Kita seperti bangsa yang kehilangan daya juang, kehilangan semangat, kehilangan makna dari kata "merdeka".
Di pasar-pasar, ibu-ibu menghitung koin untuk membeli beras. Di sawah, petani mengeluh karena pupuk langka dan harga panen tak sebanding dengan kerja keras. Di kota, buruh menunduk letih, tak tahu apakah gaji bulan depan cukup untuk bertahan hidup. Dan di tengah penderitaan itu, segelintir orang berpesta, bersorak di atas penderitaan yang mereka tutupi dengan kata "pembangunan".
Namun, masih ada harapan — selalu ada.
Masih ada api kecil yang menyala di dada setiap anak bangsa yang mencintai negeri ini dengan tulus. Api yang menolak padam meski ditiup angin keserakahan.
"Bangkitlah, wahai saudaraku,"
Bangkitlah, jika kau masih mencintai tanah pusakamu ini. Jangan biarkan penjajah baru dan pengkhianat bangsa menjarah habis kehormatan negeri. Jangan biarkan tawa kesombongan mereka mengubur jeritan rakyat yang lapar.
Indonesia bukan milik mereka yang berkuasa, tetapi milik mereka yang berjuang.
Bukan milik mereka yang menumpuk harta, tetapi milik mereka yang menumpahkan keringat demi sesuap nasi.
Bukan milik mereka yang berdiri di istana, tetapi milik mereka yang berdiri di tanah lapang dengan keyakinan bahwa bangsa ini masih bisa diselamatkan.
"Indonesia Tanah Pusakaku" bukan sekadar lagu kebangsaan, tapi ikrar yang harus dihidupkan kembali dalam hati setiap warga.
Kita harus menjaga pusaka ini — bukan hanya tanahnya, tapi juga martabatnya.
Dan bila hari ini Indonesia sedang berduka, biarlah duka itu menjadi awal kebangkitan.
Sebab dari duka, lahir kesadaran.
Dari penderitaan, lahir kekuatan.
Dan dari rakyat yang lemas, akan bangkit kembali bangsa yang bersemangat.
Indonesia, tanah pusakaku — kami belum menyerah.
---
Apakah Anda ingin saya bantu buatkan versi layout siap terbit (misalnya untuk media online, dengan subjudul dan paragraf pendek bergaya feature)?
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Dari Gerobak Pecel ke Pundak Jenderal Doa Ibu Penjual Pecel yang Mengantar Tiga Anak Jadi Perwira Negara
kota
Perolehan Tanah Ex HGU PT. Danau Diatas Makmur di Area Convention Hall Alahan Panjang
kota
Tidak Ada Masalah, Andar AminTerpilih Secara Konstitusional
kota
Anggota BPK RI Fathan Subchi Sumbang Rp10 Juta untuk Tarekat Syatariyah Syahid Almalik
kota
Rekam Jejak Konsisten dan Dukungan Publik Menguat, Komjen Suyudi Ario Seto Dinilai Figur Sentral Masa Depan Polri
kota
sumut24.co ASAHAN, Sat Reskrim Polres Asahan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan matinya seorang perempua
News
sumut24.co ASAHAN, Dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Asahan m
News
sumut24.co ASAHAN, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di UPTD SMP Negeri 2 Silau Laut memasuki hari kedua pelaksanaan, Selasa (03/02/2026).
News
Asahan sumut24.co Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres A
News
Asahan sumut24.co Sat Reskrim Polres Asahan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan matinya seorang perempua
Hukum