Enam Unit Rumah Terbakar Dilalap Sijago Merah Di Desa Majanggut 1 Natam Julu
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Sosial dan BPBD Pakpak Bharat mulai menyalurkan bantuan bagi kor
News
Baca Juga:
"Ambang batas kemiskinan yang ditetapkan BPS—yakni sekitar Rp550 ribu per kapita per bulan—tidak menggambarkan kondisi keseharian rakyat yang sesungguhnya. Angka itu hanya menutupi fakta bahwa sebagian besar masyarakat kita hidup dalam keterbatasan yang jauh lebih kompleks," ujar Siregar dalam wawancara di Medan.
Menurutnya, kebijakan berbasis angka ambang batas yang terlalu rendah menyesatkan secara moral dan metodologis, karena memberi kesan seolah-olah jumlah orang miskin menurun, padahal mereka masih hidup dalam kondisi sangat rentan. Ia menegaskan, koreksi terhadap batas ini penting agar desain kebijakan sosial, upah minimum, dan program jaminan pekerjaan (Job Guarantee) dapat disusun berdasarkan realitas kebutuhan hidup yang layak.
"Bagaimana mungkin pemerintah berbicara tentang kesejahteraan dan transformasi ekonomi bila ukuran kemiskinan saja tidak realistis? Ini bukan sekadar teknis statistik, tapi soal etika sosial dan keadilan ekonomi," tambah Siregar.
Ia mengutip pemikiran ekonom Amartya Sen tentang capability approach, bahwa kemiskinan tidak boleh dilihat hanya dari pendapatan, tetapi dari keterbatasan kemampuan untuk berfungsi secara manusiawi. Dalam konteks Indonesia, lanjutnya, banyak keluarga yang secara formal berada di atas garis kemiskinan versi pemerintah, tetapi secara substantif tetap hidup dalam kekurangan: kekurangan akses terhadap pangan bergizi, air bersih, pendidikan bermutu, dan layanan kesehatan.
Siregar juga mengaitkan kritiknya dengan konsep Job Guarantee (Jaminan Pekerjaan) yang tengah menjadi perhatian banyak ekonom progresif di dunia, seperti Pavlina Tcherneva dan William Mitchell. Menurutnya, program tersebut bisa menjadi jawaban konkret bagi Indonesia untuk menanggulangi kemiskinan struktural—asal dirancang berdasarkan ambang batas kemiskinan yang realistis dan kontekstual.
"Job Guarantee bukan sekadar menciptakan lapangan kerja, tapi menjamin martabat. Tapi kalau garis kemiskinannya saja terlalu rendah, maka insentif untuk memperbaiki sistem kerja dan upah yang adil tidak pernah muncul," tegasnya.
Siregar menilai, selama ini Indonesia lebih sibuk menghitung kemiskinan secara administratif ketimbang memahami penderitaan sosial yang nyata. Ia mengusulkan agar pemerintah Prabowo membentuk Komisi Nasional Penilaian Kemiskinan yang terdiri dari ahli ekonomi, sosiologi, dan antropologi, guna merumuskan ulang indikator kemiskinan yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
"Revolusi mental yang sejati harus dimulai dari keberanian mengakui realitas. Koreksi terhadap ambang batas kemiskinan adalah langkah moral pertama untuk membangun bangsa yang berkeadilan," pungkas Siregar.
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Sosial dan BPBD Pakpak Bharat mulai menyalurkan bantuan bagi kor
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui sektor pertanian, perikanan dan pe
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai terus melakukan pembenahan terhadap infrastruktur dan sarana prasarana kota.
News
sumut24.co Deliserdang, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Rizky Mochamad, meresmikan Program Sri
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten A
News
sumut24.co MEDAN, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) kembali menghadirkan warna baru dalam penyambutan mahasiswa baru melalui Pengenalan K
kota
sumut24.co ASAHAN, Kasus penerbitan ratusan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang diduga berada di kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi
News
Malam Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila 2026, MPW PP Sumut Kembali Kobarkan Semangat Kebangsaan di Tugu Ampera
News
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong penguatan kerja sama perdagangan antardaerah sebagai salah
Ekbis
Minggu Tak Jadi Alasan, Bupati Palas Turun ke Desa Panarian dan Cek Jalan Menuju Hapung
News