TAPSEL: “TAK PERNAH SELESAI” HARUS BERUBAH MENJADI “TETAP PASTI SELESAI”
TAPSEL &ldquoTAK PERNAH SELESAI&rdquo HARUS BERUBAH MENJADI &ldquoTETAP PASTI SELESAI&rdquo
kota
Baca Juga:
"Ambang batas kemiskinan yang ditetapkan BPS—yakni sekitar Rp550 ribu per kapita per bulan—tidak menggambarkan kondisi keseharian rakyat yang sesungguhnya. Angka itu hanya menutupi fakta bahwa sebagian besar masyarakat kita hidup dalam keterbatasan yang jauh lebih kompleks," ujar Siregar dalam wawancara di Medan.
Menurutnya, kebijakan berbasis angka ambang batas yang terlalu rendah menyesatkan secara moral dan metodologis, karena memberi kesan seolah-olah jumlah orang miskin menurun, padahal mereka masih hidup dalam kondisi sangat rentan. Ia menegaskan, koreksi terhadap batas ini penting agar desain kebijakan sosial, upah minimum, dan program jaminan pekerjaan (Job Guarantee) dapat disusun berdasarkan realitas kebutuhan hidup yang layak.
"Bagaimana mungkin pemerintah berbicara tentang kesejahteraan dan transformasi ekonomi bila ukuran kemiskinan saja tidak realistis? Ini bukan sekadar teknis statistik, tapi soal etika sosial dan keadilan ekonomi," tambah Siregar.
Ia mengutip pemikiran ekonom Amartya Sen tentang capability approach, bahwa kemiskinan tidak boleh dilihat hanya dari pendapatan, tetapi dari keterbatasan kemampuan untuk berfungsi secara manusiawi. Dalam konteks Indonesia, lanjutnya, banyak keluarga yang secara formal berada di atas garis kemiskinan versi pemerintah, tetapi secara substantif tetap hidup dalam kekurangan: kekurangan akses terhadap pangan bergizi, air bersih, pendidikan bermutu, dan layanan kesehatan.
Siregar juga mengaitkan kritiknya dengan konsep Job Guarantee (Jaminan Pekerjaan) yang tengah menjadi perhatian banyak ekonom progresif di dunia, seperti Pavlina Tcherneva dan William Mitchell. Menurutnya, program tersebut bisa menjadi jawaban konkret bagi Indonesia untuk menanggulangi kemiskinan struktural—asal dirancang berdasarkan ambang batas kemiskinan yang realistis dan kontekstual.
"Job Guarantee bukan sekadar menciptakan lapangan kerja, tapi menjamin martabat. Tapi kalau garis kemiskinannya saja terlalu rendah, maka insentif untuk memperbaiki sistem kerja dan upah yang adil tidak pernah muncul," tegasnya.
Siregar menilai, selama ini Indonesia lebih sibuk menghitung kemiskinan secara administratif ketimbang memahami penderitaan sosial yang nyata. Ia mengusulkan agar pemerintah Prabowo membentuk Komisi Nasional Penilaian Kemiskinan yang terdiri dari ahli ekonomi, sosiologi, dan antropologi, guna merumuskan ulang indikator kemiskinan yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
"Revolusi mental yang sejati harus dimulai dari keberanian mengakui realitas. Koreksi terhadap ambang batas kemiskinan adalah langkah moral pertama untuk membangun bangsa yang berkeadilan," pungkas Siregar.
TAPSEL &ldquoTAK PERNAH SELESAI&rdquo HARUS BERUBAH MENJADI &ldquoTETAP PASTI SELESAI&rdquo
kota
sumut24.co MedanTelkomsel resmi meluncurkan Virtuship, platform magang virtual yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan
Ekbis
sumut24.co SUBULUSSALAM, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) terus memperkuat kolaborasi dengan pemerin
News
sumut24.co MedanKehidupan pers dalam era disrupsi informasi saat ini, menuntut kecepatan dan harus adaptif dengan perkembangan zaman serta
Umum
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) memperkuat kolaborasi dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) guna mendukung keamanan pemb
kota
sumut24.co JakartaPerubahan gaya hidup masyarakat yang menginginkan kepraktisan dalam merencanakan perjalanan terus mendorong transformasi
Ekbis
sumut24.co ASAHAN, Tim Evaluasi Lomba TP PKK Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 turun langsung ke Kabupaten Asahan, Kamis (13/8/202
kota
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., secara resmi mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupat
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Tim Monitoring Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan monitoring dalam rangka Hari Kes
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di lingkungan Pemerin
News