BPJS Ketenagakerjaan dan BSI Perkuat Kemitraan dengan Koperasi Keluarga Pers Indonesia
BPJS Ketenagakerjaan dan BSI Perkuat Kemitraan dengan Koperasi Keluarga Pers Indonesia
kota
Baca Juga:
- Bobby Nasution Saksikan Langsung Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi dan Ekosistem Balap Berkelanjutan
- Jurnalis FC Sergai Buka Piala Gubsu 2026 dengan Kemenangan 3-1 atas PFI, Siap Duel Lawan FORWAKUM FC
- Pengamat Kritik Keras: Rangkap Jabatan Sulaiman Harahap Bukti Lemahnya Ketegasan Gubernur
MEDAN — Insiden tidak menyenangkan terjadi usai pelantikan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Rabu sore (8/10/2025). Seorang anggota protokol Gubernur Sumut, Andi Sembiring, diduga melakukan tindakan tidak etis dan mencoba menghalangi proses wawancara wartawan dengan Gubernur Sumut, Bobby Nasution.
Berdasarkan pantauan di lokasi, saat sejumlah wartawan sedang melakukan wawancara dengan Gubernur Bobby, terdengar suara dari arah belakang yang diduga berasal dari Andi Sembiring. Ia melontarkan komentar bernada provokatif terhadap dua wartawati yang sedang mewawancarai gubernur.
"Itu bang dua wartawan perempuan di depan itu 'tukang bantai'. Itulah orangnya itu," ujar Andi dengan nada keras kepada rekan-rekannya sesama protokol.
Pernyataan tersebut sempat mendapat respon dari wartawan lain yang turut meliput kegiatan tersebut.
"Ini lagi wawancara, sabarlah bro," ujar seorang jurnalis di lokasi.
Andi Sembiring diketahui merupakan mantan staf di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setdako Medan saat Bobby masih menjabat sebagai Wali Kota Medan.
Upaya Menghentikan Wawancara
Tak hanya itu, salah seorang protokol lainnya juga tampak mencoba menghentikan sesi wawancara dengan Gubernur Bobby yang masih berlangsung.
"Sudah ya, kak, sambil jalan aja ya," ucap oknum tersebut sambil menyentuh bahu wartawati, memberi isyarat agar wawancara segera dihentikan.
Merasa tugas jurnalistiknya dihalangi, wartawati Mega Sihombing langsung menegur tindakan tersebut.
"Apanya kau, kami kan lagi wawancara. Kenapa kau halang-halangi," ujarnya tegas.
Sementara itu, wartawati senior Erris Napitupulu, turut menegur staf protokol tersebut dan memberikan penjelasan mengenai etika peliputan.
"Kami wawancara Pak Bobby setelah acara selesai, itu hal yang wajar. Kerja wartawan dilindungi Undang-Undang Pers. Seharusnya kalian tidak bersikap seperti itu," tegas Erris.
Staf protokol tersebut kemudian menjawab bahwa dirinya hanya menjalankan tugas dan tanggungjawab, sebelum akhirnya meninggalkan lokasi bersama beberapa rekannya.
Fenomena penghalangan tugas jurnalistik di lingkungan Kantor Gubernur Sumut bukan kali ini saja terjadi. Sejumlah wartawan yang bertugas di lingkungan Pemprov Sumut menilai, insiden serupa sudah beberapa kali dialami oleh awak media sejak Bobby Nasution menjabat sebagai Gubernur Sumut. ***
BPJS Ketenagakerjaan dan BSI Perkuat Kemitraan dengan Koperasi Keluarga Pers Indonesia
kota
Percepat Pembangunan Huntap, Bobby Nasution Dorong Validasi Data Spesifik
kota
Apresiasi Masukan BI dan Ekonom,Bobby Nasution Dorong Terobosan Ekonomi Sumut Berbasis Potensi Lokal
kota
Sengketa Lahan SMAN 5 Pematangsiantar, Bobby Nasution dan Sekolah Sepakati Relokasi Jadi Solusi
kota
Bobby Nasution Minta Kajian Mendalam Pencabutan Izin Hutan, Soroti Dampak Sosial dan Potensi Konflik
kota
Menteri Haji dan Umrah Lantik Pj Sekdaprov Sumut Jadi Koordinator PPIH Embarkasi Medan
kota
Sambut HKG 2026, PKK Sumut Berbagi Kasih dengan Anak Panti di Binjai
kota
Diskominfo Sumut Gandeng LPS Perkuat Literasi Keuangan, Tekan Pinjol dan Judol
kota
Bobby Nasution Ajak Gekrafs Sumut Perkuat Kolaborasi, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
News
Momentum HKG PKK ke54, Kahiyang Ayu Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan
kota