Dari Gerobak Pecel ke Pundak Jenderal: Doa Ibu Penjual Pecel yang Mengantar Tiga Anak Jadi Perwira Negara
Dari Gerobak Pecel ke Pundak Jenderal Doa Ibu Penjual Pecel yang Mengantar Tiga Anak Jadi Perwira Negara
kota
Baca Juga:
- Sejumlah Massa Diluar Lokasi Musda XI Partai Golkar Sumut Diduga Membuat Kericuhan, Satu Unit Mobil Milik Ormas Dirusak
- UHC Bobby Nasution Digaungkan, Pasien Kecelakaan di Medan Dipaksa Bayar Umum
- Bantu Biaya Pendidikan Korban Bencana Banjir dan Longsor, Gubernur Bobby Nasution Perluas Sekolah Gratis Tahap Pertama dan Relaksasi Biaya Kuliah
"Kalau mau bertindak, mainlah dengan gaya gentleman. Jangan pakai cara-cara preman kelas teri. Itu bukan gaya seorang pemimpin, apalagi seorang gubernur," tegas Syahrir, Minggu (28/9/2025).
Syahrir mengingatkan, baru saja publik dikejutkan dengan manuver Bobby yang ingin menguasai empat pulau di wilayah Aceh, kini justru muncul manuver baru yang dinilainya berpotensi memicu konflik.
"Bahkan, kendaraan plat BK juga banyak di Aceh. Sepertinya Bobby mau perang terbuka dengan Muallim yang sekarang menjadi Gubernur Aceh. Ini bukan langkah bijak seorang kepala daerah," ucapnya.
Menurut Syahrir, Bobby masih keliru membaca peta kewenangan antara daerah dan pusat. Gubernur, katanya, seharusnya paham aturan: mana yang menjadi porsi daerah, mana yang merupakan kewenangan nasional.
"Jangan asal cari sensasi dengan kebijakan di luar porsinya. Kalau salah langkah, rakyat yang jadi korban," sindirnya.
Syahrir juga menyoroti kebijakan fiskal Pemprov Sumut di bawah Bobby. Ia menilai, gubernur hanya pandai mengandalkan pajak kendaraan bermotor sebagai sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah).
"Kalau cari PAD, jangan cuma dari pajak kendaraan bermotor. Banyak sumber lain yang belum disentuh. Tapi gubernur ini tampaknya malas berpikir panjang dan lebih suka mencari popularitas," kritik Syahrir.
Ia menegaskan, Bobby jangan sampai merusak keharmonisan masyarakat Aceh dan Sumut yang sudah terjalin sejak pasca-kemerdekaan.
"Jangan ciptakan kegaduhan rakyat. Jangan rusak lagi keharmonisan masyarakat Aceh dan Sumut hanya karena kepentingan politik sesaat. Kalau ini dibiarkan, nama Sumut bisa tercoreng hanya gara-gara gaya kepemimpinan yang salah kaprah," katanya.
Lebih jauh, Syahrir menilai, gubernur seharusnya membawa kesejukan dan meredam potensi gesekan horizontal, bukan malah memanaskan suasana.
"Kalau terus begini, Bobby sebaiknya belajar dulu bagaimana menjadi pemimpin. Jangan hanya mengandalkan posisi politik dan nama besar keluarga. Sumatera Utara butuh pemimpin negarawan, bukan pemimpin yang hobi buat gaduh," pungkasnya.red2
Dari Gerobak Pecel ke Pundak Jenderal Doa Ibu Penjual Pecel yang Mengantar Tiga Anak Jadi Perwira Negara
kota
Perolehan Tanah Ex HGU PT. Danau Diatas Makmur di Area Convention Hall Alahan Panjang
kota
Tidak Ada Masalah, Andar AminTerpilih Secara Konstitusional
kota
Anggota BPK RI Fathan Subchi Sumbang Rp10 Juta untuk Tarekat Syatariyah Syahid Almalik
kota
Rekam Jejak Konsisten dan Dukungan Publik Menguat, Komjen Suyudi Ario Seto Dinilai Figur Sentral Masa Depan Polri
kota
sumut24.co ASAHAN, Sat Reskrim Polres Asahan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan matinya seorang perempua
News
sumut24.co ASAHAN, Dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Asahan m
News
sumut24.co ASAHAN, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di UPTD SMP Negeri 2 Silau Laut memasuki hari kedua pelaksanaan, Selasa (03/02/2026).
News
Asahan sumut24.co Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres A
News
Asahan sumut24.co Sat Reskrim Polres Asahan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan matinya seorang perempua
Hukum