Polsek Tanjung Morawa Tangkap Pelaku Pencurian Mesin Pompa dan Besi, Kerugian Korban Capai Rp20 Juta
Polsek Tanjung Morawa Tangkap Pelaku Pencurian Mesin Pompa dan Besi, Kerugian Korban Capai Rp20 Juta
kota
Baca Juga:
Oleh: H Syahrir Nasution SE MM
Enam puluh tahun yang lalu bangsa ini pernah mengalami prahara besar dalam sejarahnya. Saat itu demokrasi yang diperjuangkan dengan darah dan air mata perlahan-lahan bergeser ke arah otoritarianisme, yang pada akhirnya menelan korban jiwa, martabat, dan keadilan sosial. Kini, tanda-tanda serupa seolah kembali mengintip di depan mata: demokrasi terancam berubah wajah menjadi oligarki bahkan polisichrasi—sebuah sistem di mana kekuasaan politik dan hukum diperalat oleh kekuatan bersenjata dan aparat negara.
Pancasila, yang seharusnya menjadi falsafah hidup bangsa, kian tereliminasi dari praktik sehari-hari. Investasi yang berorientasi pada keuntungan jangka pendek, ketergantungan pada utang luar negeri, serta toleransi terhadap korupsi yang makin menggurita, perlahan mengikis nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendiri bangsa.
Lebih memprihatinkan lagi, publik kian muak dengan tindak-tanduk aparat kepolisian. Dari kasus pelanggaran hak asasi hingga tindakan yang merenggut nyawa rakyat kecil, kepolisian dinilai berperilaku sewenang-wenang. Hukum yang seharusnya menjadi pelindung, justru kerap dijadikan alat legitimasi untuk menggilas rakyat. Rasa percaya publik terkikis, sementara kekecewaan terus menumpuk. Rakyat memang diam, tetapi mereka mencatat. Dan pada saat yang tepat, pintu langit akan terbuka, menyingkap keadilan Tuhan yang tak bisa dibendung.
Namun masalah bangsa ini tidak hanya berhenti pada institusi. Ia menukik lebih dalam: pada karakter. Bung Karno dan Bung Hatta sudah sejak awal kemerdekaan menekankan pentingnya pembangunan watak bangsa. Begitu juga Bung Syahrir, dalam buku kecilnya Perjuangan Kita, telah mewanti-wanti bahwa kemerdekaan tanpa karakter hanya akan menjadi beban di masa depan. Bangsa merdeka harus memiliki sense of belonging yang tinggi: sadar akan hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya dalam menjaga negeri.
Sayangnya, dalam praktiknya, bangsa ini kerap terjebak pada kebiasaan buruk. Kebohongan yang berulang-ulang tanpa koreksi publik perlahan berubah menjadi kebiasaan. Kebiasaan itu kemudian mengkristal menjadi watak, dan akhirnya menjadi karakter bangsa. Jika dibiarkan, karakter itu bisa menyerupai perilaku binatang: kehilangan rasa malu, kehilangan rasa tanggung jawab, dan kehilangan harkat kemanusiaan.
Di sinilah sesungguhnya prahara 60 tahun lalu menemukan reinkarnasinya. Bukan sekadar dalam bentuk perebutan kekuasaan, tetapi dalam bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai yang menjadi dasar berdirinya bangsa ini. Maka, tugas generasi hari ini bukan hanya melawan korupsi, oligarki, atau arogansi aparat, melainkan juga membangun kembali karakter bangsa.
Kemerdekaan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa adalah amanah. Ia bukan sekadar hadiah, tetapi beban moral yang harus dijaga. Jangan sampai kita menjadi bangsa yang merdeka, tetapi tidak memiliki jiwa merdeka. Jangan pula kita menjadi bangsa yang kaya raya, tetapi miskin karakter.***
Polsek Tanjung Morawa Tangkap Pelaku Pencurian Mesin Pompa dan Besi, Kerugian Korban Capai Rp20 Juta
kota
Medan sumut24.co Kepala Staf Kodam (Kasdam) I/Bukit Barisan Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya memimpin Sidang Parade Penerimaan Calon Bin
News
Medan sumut24.co Kapolsek Medan Baru, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat, S.H., M.H., menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)
kota
Labuhan Deli sumut24.co Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli melaksanakan apel dan penandatanganan Komitmen Bersama Pembangun
kota
sumut24.co MedanKinerja pasar modal Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan penguatan yang konsisten setelah melewati periode tahun politik
Ekbis
FITRA Ikut Pertanyakan Rasionalisasi Program Gebyar Pajak, Sebut Bapenda Permalukan Bobby Nasution
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menggelar Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi d
News
Medan sumut24.co Untuk menghindari penindakan dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam hal ini Satpol PP Kota Medan, upaya para pemil
kota
Dalam Rangka Ops Keselamatan Toba 2026, Sat Lantas Polresta Deli Serdang Berikan Penyuluhan Kepada Pelajar
Umum
Ketua TP PKK dan Dekranasda mengunjungi sejumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah
kota