Minggu, 15 Maret 2026

Seleksi Dewan Pendidikan Labura Sarat Kejanggalan, Sumut Foundation Desak Transparansi Dibuka!

Administrator - Jumat, 26 September 2025 00:08 WIB
Seleksi Dewan Pendidikan Labura Sarat Kejanggalan, Sumut Foundation Desak Transparansi Dibuka!
Istimewa
Baca Juga:

Labuhanbatu Utara – Proses seleksi Calon Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) periode 2025–2030 menuai sorotan keras. Hasil akhir yang diumumkan panitia seleksi dianggap janggal, bahkan dinilai menciderai prinsip transparansi dan keadilan dalam rekrutmen lembaga publik.

Sumut Foundation, melalui Direktur Eksekutifnya Andi Kurniansyah Sirait, menilai ada ketidakberesan serius dalam proses tersebut. Fakta bahwa salah seorang peserta yang meraih peringkat kedua terbaik tes tertulis justru terlempar ke posisi paling buncit setelah sesi wawancara, menjadi bukti nyata bahwa mekanisme seleksi perlu dipertanyakan secara terbuka.

"Ini bukan soal kalah atau menang, tapi soal kewajaran. Bagaimana mungkin nilai tertulis tinggi bisa jatuh terpuruk hanya karena wawancara? Apakah wawancara itu benar-benar objektif atau sekadar pintu masuk untuk meloloskan kandidat tertentu? Publik berhak tahu," tegas Andi Kurniansyah Sirait.

Menurutnya, Dewan Pendidikan adalah lembaga strategis yang seharusnya diisi oleh figur berintegritas, berkompetensi, dan memiliki dedikasi terhadap dunia pendidikan. Bila seleksi dilakukan dengan cara yang mengundang kecurigaan, maka sejak awal legitimasi lembaga tersebut sudah cacat dan tidak akan dipercaya masyarakat.

Andi menekankan, panitia seleksi harus berani membuka ke publik indikator penilaian wawancara, bobot skor yang digunakan, hingga siapa saja yang duduk sebagai tim penguji. "Kalau memang bersih, tunjukkan. Jangan sembunyi di balik angka. Transparansi adalah harga mati," ujarnya dengan nada tajam.

Ia juga mengingatkan Bupati Labuhanbatu Utara agar tidak gegabah dalam mengesahkan lima nama yang diajukan panitia seleksi. Bupati harus berani mengkaji ulang hasil tersebut, dan memastikan bahwa keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan meritokrasi, bukan karena tekanan kepentingan tertentu.

"Kalau dunia pendidikan saja sudah dipenuhi praktik tidak adil, apa yang bisa kita harapkan dari masa depan generasi muda? Jangan gadaikan pendidikan Labura hanya demi segelintir orang. Pendidikan adalah tentang amanah besar, bukan transaksi," sindir Andi Kurniansyah Sirait.

Sumut Foundation menegaskan akan terus mengawal persoalan ini sampai ada kejelasan. Mereka bahkan siap mengajukan permintaan klarifikasi resmi kepada Bupati, agar masyarakat memperoleh jawaban jelas. "Kami tidak ingin seleksi ini menjadi preseden buruk. Jika tidak dibenahi, publik akan semakin kehilangan kepercayaan pada pemerintah daerah," tutup Andi.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pendidikan Tidak Hanya Berfokus Pada Kecerdasan Akademik, Tetapi Juga Pada Pembentukan Karakter dan Nilai-nilai Spiritual.
Kolaborasi Majukan Pendidikan di Deli Serdang
Menggagas Masa Depan, Kolaborasi Sampoerna Academy dan ALMI di STEAM Expo 2026
SuperSUN Kembali Hadirkan Terang Harapan Bagi Pendidikan Di Pulau Terpencil Mandailing Natal
Kadis Pendidikan Sergai Tinjau SDN 105452 Bahjering dan SMPN 1 Dolok Merawan, Serap Aspirasi Guru
SPS Salurkan Bantuan Dewan Pers untuk Wartawan di Dataran Tinggi Aceh
komentar
beritaTerbaru