Kamis, 12 Februari 2026

900 Kilometer Jalan di Sumut Rusak, Dinas PUPR Fokus Perbaikan di Wilayah Ketahanan Pangan

Administrator - Senin, 22 September 2025 18:41 WIB
900 Kilometer Jalan di Sumut Rusak, Dinas PUPR Fokus Perbaikan di Wilayah Ketahanan Pangan
Istimewa

MEDAN, - Kondisi jalan di Sumatera Utara (Sumut) masih menghadapi tantangan serius. Dari total panjang ruas jalan 3.005,65 kilometer, sekitar 30 persen atau hampir 900 kilometer di antaranya masuk kategori rusak.

Baca Juga:

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, Hendra Dermawan Siregar, menjelaskan berdasarkan data Kementerian PUPR tahun 2024, kondisi jalan mantap (baik dan sedang) di Sumut baru mencapai 72,76 persen.

"Kalau dihitung, kondisi jalan mantap kita sekitar 2.185 kilometer, sedangkan sisanya, sekitar 900 kilometer lagi, masih belum baik. Itu jadi fokus pekerjaan kita ke depan," ujar Hendra di Medan, Senin (22/9).

Menurutnya, keterbatasan keuangan daerah membuat penanganan jalan tidak bisa dilakukan sekaligus. Karena itu, Pemprov menetapkan prioritas pembangunan melalui program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

*Yang utama kita perbaiki dulu jalan yang mendukung ketahanan pangan, misalnya di Asahan, Batubara, dan Deli Serdang. Setelah itu, baru kita arahkan untuk jalan penunjang hasil pertanian, perekonomian, hingga pariwisata," katanya.

Hendra menekankan, besaran anggaran perbaikan tidak bisa disamaratakan. Misalnya, jalan di Nias jelas berbeda biayanya dengan di kawasan dekat Medan.

"Faktor geografis, material, hingga kearifan lokal sangat memengaruhi," jelasnya.

Selain perbaikan, Pemprov juga menempuh langkah preventif dengan melakukan pemeliharaan rutin dan berkala agar kerusakan tidak semakin meluas.

"Jadi tidak menunggu sampai parah baru diperbaiki," ujarnya.

Menyinggung target ke depan, Hendra menyebut Pemprov menyiapkan roadmap hingga 2029.

"Dalam lima tahun, kita proyeksikan kondisi jalan mantap bisa naik sekitar 12 persen. Jadi dari 72,76 persen sekarang, akan kita tingkatkan jadi 88 persen pada 2029," sebutnya.

Meski masih akan tersisa sekitar 12 persen jalan yang belum mantap, Hendra menilai capaian itu cukup signifikan.

"Yang penting masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya, khususnya dalam mempermudah akses pertanian, perdagangan, dan sektor lain yang menopang ekonomi Sumut," pungkasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Di antara dentum dan doa: Jalan sunyi seorang jurnalis
Tim Kementerian PUPR Lakukan Survei Kerusakan Fasilitas Umum di Kabupaten Solok.
Komitmen Sukseskan Asta Cita Presiden RI, 51 SPPG Sudah Beroperasi di Sergai
Kapolres Asahan Ramah Tamah Bersama Warga Jalan Durian, Perkuat Sinergi Wujudkan Kampung Bersih Narkoba
Keluarga Korban Minta Tangkap Sekelompok Pereman Pelaku Penganiayaan, Busor : Tutup THM NZ Perusak Mental dan Masa Depan Generasi Muda
Jalan Provinsi Amblas di Koto Gaek Guguak di Tinjau Gubernur Sumbar
komentar
beritaTerbaru