Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, Resmikan Gedung Baru Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kampung Jawa
Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, Resmikan Gedung Baru Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kampung Jawa
News
Baca Juga:
Medan – Kisruh birokrasi yang terjadi di Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menuai sorotan tajam publik. Tokoh masyarakat yang juga Ketua LSM Kalibrasi, Antony Sinaga, menilai persoalan ini muncul akibat kesalahan kebijakan Gubernur Sumut Bobby Nasution sejak awal kepemimpinannya.
Menurut Antony, belasan pejabat eselon 2, 3, dan 4 menjadi korban kepentingan politik. "Ada yang nonaktif, ada pula yang turun pangkat. Sekira 10 pejabat eselon 2 dan 7 eselon 3 dinonaktifkan. Ditambah lagi kisruh pergeseran APBD 2025 yang berujung OTT KPK terhadap Kepala OPD PUPR Sumut Topan Ginting," ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (20/9/2025).
Antony menilai kondisi ini memperlihatkan Bobby Nasution tidak memahami sistem birokrasi. Padahal, kata dia, APBD 2025 yang disahkan oleh Pj Gubsu Agus Fatoni sudah sangat baik, termasuk untuk menutup defisit Rp1,5 triliun dan membayar utang proyek multiyears jalan serta jembatan senilai Rp2,7 triliun.
"Pergeseran APBD dan penonaktifan pejabat eselon ini bukti nyata Bobby tidak paham birokrasi," tegas Antony.
Ia meminta Presiden Prabowo Subianto bersama Mendagri Tito Karnavian segera turun tangan memperbaiki keadaan di Sumut. Jika tidak, ia khawatir kepercayaan publik terhadap pemerintahan pusat akan tergerus.
"Kalau kisruh ini terus dibiarkan, rakyat bisa menilai Presiden Prabowo tidak mampu membina Bobby Nasution. Apa istimewanya Bobby sampai kebijakan ugal-ugalan ini dibiarkan?," kata Antony.
Lebih jauh, Antony juga menyoroti dugaan kekebalan hukum yang melekat pada Bobby Nasution. Menurutnya, meski KPK telah melakukan OTT terhadap pejabat PUPR Sumut, posisi Bobby seakan tak tersentuh.
"Bahkan lingkaran dekat Bobby yang bermasalah pun tidak disentuh aparat penegak hukum. Inspektorat malah berubah menjadi super power melebihi kewenangan APH. Kalau sudah ramai di publik begini, seharusnya inspektorat bertindak, bukan diam," ujarnya.
Ia menilai kondisi birokrasi di Sumut saat ini seolah dijadikan "bahan percobaan" untuk menguji kepemimpinan Bobby. "Jangan Sumut ini dijadikan ajang belajar yang meresahkan. Presiden dan Mendagri harus bertanggung jawab. Ayo kita perbaiki Sumut ini yang sudah porak-poranda dibuat Bobby Nasution," pungkasnya.red2
Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, Resmikan Gedung Baru Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kampung Jawa
News
Kabupaten Solok Bersama APKASI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Kabupaten Sikka NTT
News
Finalisasi Konsinyering Buku Strategi Pemenangan Partai Golkar Menuju Indonesia Emas 2045, Balitbang Golkar Rumuskan Gagasan Strategis
News
Bravo Satresnarkoba Polres Labuhanbatu atas tangkapan 4 Kg Garam China di Bus ALS
News
Agus Dwi Handaya Kembali Pimpin IKAFEBUSU Periode 20262030Medansumut24.co Agus Dwi Handaya kembali dipercaya menjadi Ketua Umum Ikatan A
News
Dr. Kaswinata Terpilih sebagai Ketua IAEI Sumut Periode 20262031Medansumut24.co Dr. Kaswinata, SE., Ak., CA., MSP., terpilih sebagai Ket
News
Negara Menjemput Warganya di Semenyih
News
Ahli Pers Nurhalim Tanjung AI Harus Jadi Asisten, Bukan Pengganti Wartawan
kota
Jembatan Tak Kunjung Dibangun, Warga Keluhkan Akses Bukit LawangTangkahan Rusak dan Ancam Demo ke PU
News
Kades Sei Musam Akui Terbatas Tangani Jalan dan Jembatan Rusak Kami Sudah Berupaya
News