Kuasa Hukum Bank Mandiri Alergi Wartawan, Hakim Kembali Minta Tergugat Nomor 30 Hadir
Medan sumut24.co Sikap kuasa hukum Bank Mandiri yang memilih bungkam dan meninggalkan awak media usai persidangan gugatan PT Toba Surimi I
Hukum
Baca Juga:
Menindaklanjuti keluhan warga terkait naiknya harga beras, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau Pasar Sei Sikambing, Senin (25/8/2025). Hasilnya, Wali Kota menemukan masalah tersendat suplai beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar tradisional.
"Beras SPHP yang kita harapkan bisa membantu masyarakat dengan harga Rp13.100 per kilogram ternyata kosong. Yang ada hanya beras premium dengan harga fluktuatif, berkisar Rp15.500 hingga Rp17.000 per kilogram. Ini jelas memberatkan masyarakat," ungkap Rico Waas.
Ia menjelaskan, sesuai ketentuan, setiap Rumah Pangan Kita (RPK) atau outlet binaan Bulog mendapat suplai 2 ton beras SPHP per minggu. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan suplai tersendat.
Rico Waas menegaskan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Bulog untuk mencari tahu penyebab kendala pasokan.
"Masyarakat membutuhkan beras SPHP. Kita prihatin dan ini menjadi perhatian serius Pemko Medan. Kami akan terus cek langsung ke lapangan," tegasnya.
Orang nomor satu di Pemko Medan itu juga meminta PD Pasar untuk lebih aktif menghubungkan Bulog dengan pedagang agar distribusi beras SPHP berjalan lancar dan masyarakat tidak kesulitan memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
Di Pasar Sei Sikambing, sejumlah pedagang mengaku belum menerima suplai beras SPHP dalam beberapa waktu terakhir.
Zulfadli (46), pedagang sekaligus warga Medan Helvetia, mengatakan pekan lalu dirinya masih mendapat jatah dua ton beras SPHP dari Bulog. Namun, stok tersebut hanya bertahan 3–5 hari. "Ada kendala Sabtu kemarin, jadi sampai sekarang belum masuk lagi. Kalau bisa jatahnya diperbanyak, karena cepat habis," ucapnya.
Ia juga menyambut baik langkah Wali Kota Medan yang datang tanpa pemberitahuan sebelumnya. "Selama 23 tahun aku di pajak, baru kali ini benar-benar sidak. Jadi Pak Wali bisa melihat kondisi sebenarnya," katanya.
Hal serupa dialami Zulkhairi (45), pedagang lain asal Gang Jawa. Ia mengaku sudah sebulan tidak menerima suplai beras SPHP. "Kalau di tempat saya tidak ada, mungkin di tempat lain ada. Jadi tidak menyeluruh," ujarnya.
Zulkhairi bahkan meminta agar spanduk bertuliskan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan yang menempel di tokonya dicabut. "Dari pada pelanggan mengira saya menyembunyikan beras SPHP, lebih baik dicabut saja. Karena faktanya saya hanya bisa jual beras premium yang harganya lebih mahal," ungkapnya. (Rel)
Medan sumut24.co Sikap kuasa hukum Bank Mandiri yang memilih bungkam dan meninggalkan awak media usai persidangan gugatan PT Toba Surimi I
Hukum
PDI Perjuangan Sumut Desak Langkah Konkret Atasi Banjir dan Lindungi Petani di Lau Solu
News
Kapolresta dan Wakapolresta Deli Serdang Turun ke Sekolah, Sampaikan Pesan Kamtibmas Melalui Program Polidik
News
Khairul Muslim Ambil Formulir Pendaftaran Calon Ketua DKP PWI Sumut
News
Polda Sumut Catat 7.264 Penindakan dan Teguran, Edukasi Lalu Lintas Terus Dikedepankan
News
Rizal Rudi Surya Maju sebagai Ketua DKP PWI Sumut,Siap Menjaga Etika dan Integritas PWI Sumut
News
Rezky Ginting Rilis Single Debut &ldquoTill My Heart Gives Up&rdquo
Seleb
JAKARTA Tokoh muda nasional asal Sulawesi Selatan, Andi Yuslim Patawari (AYP), mengusulkan perubahan nama Badan Narkotika Nasional (BNN)
News
Kapolda Sumut Turun Langsung Atur Lalu Lintas, Wujudkan Semangat Polisi Bersama Masyarakat
News
80 Tahun SPS, Nasir Djamil Kembali Masuk Daftar Penerima Penghargaan
News