Aktivitas Erupsi Gunung Sinabung Naik Menjadi Level III Siaga
Medan sumut24.co Erupsi Gunung Sinabung yang mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut b
News
Baca Juga:
- Wakil Bupati Asahan Buka Program Pemagangan Nasional 2026, Jembatan Emas Antara Pendidikan dan Dunia Kerja
- Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN UIP SBU Perkuat Komitmen Percepatan Penyelesaian PLTA Peusangan
- Bongkar Jaringan Narkotika Internasional, Dari WN Malaysia dan Kekasihnya Polisi Amankan Vape Narkoba di Jalan Cemara Medan
Sukabumi - Ketua Satgas Nasional Himpunan Masyarakat Tani Indonesia (HMTN-MP) Budi Ilham Nasution mengatakan, gebrakan yang dilakukan oleh pemerintah Sukabumi melaksanakan tanam jagung merupakan motivasi. Motivasi tingkat tinggi, mandiri dan antara masyarakat, instansi terkait saling bersinergi dengan pemerintah.
Artinya komunikasi ini harus terus berjalan. Apalagi kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres yang diwakili oleh Kapolsek, Dandim dan pemerintah bagaimana agar gebrakan program tanam jagung ini terus ditingkatkan dan kerjasama yang baik dengan pemerintah agar bisa pembangunan dan kesejahteraan masyarakat petani akan lebih baik, kata Ketua Satgas Nasional HMTN-MP Budi Ilham Nasution didampingi Ketum HMTN-MP Asril Aska, Dandim Sukabumi dan Juga Kapolsek Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (24/8/2025) dihadapan masyarakat Petani usai melakukan penanaman jagung .
"Kalau Pertahanan Pangan Kita Kuat, Maka Ekonomi Kita Mapan. Ekonomi yang kuat pastinya masyarakatnya juga sejahtera," tegas Ketua Satgas Nasional HMTN-MP Budi Ilham Nasution.
Lebih lanjut dijelaskan Ketua Satgas, persoalan kesejahteraan kepada masyarakat itu yang paling utama dan diutamakan. Dalam hal ini Pemerintah bukan tidak mampu, atau kami dari HMTN-MP juga bukan tidak mampu. Semuanya mampu, kalau kita bekerjasama dengan baik, membuat satu laporan yang terbaik, dan kami menelitinya dengan baik. Kenapa? Karena, situasi pangan yang terjadi sekarang ini sifatnya hanya satu. Yaitu gebrakan yang dilakukan Sukabumi ini kan motivasi, motivasi tingkat tinggi, mandiri dan saling bersinergi dengan pemerintah, penuh dengan kehatian-kehatian itu tidak perlu ditakutkan.
"Artinya komunikasi harus berjalan adanya kerjasama tingkat tinggi kita di dalam pemerintahan bagaimana membangun kekuatan di dalam pangan untuk Republik. Apalagi Sukabumi yang kami datangi ini.
Jadi kita sudah kasih contoh yang terbaik tadi. Begitu dia geluh, kita sambut. Udah, begitu nanti geluh, kita sambut. Kenapa kita mampu untuk menyambut itu? Karena kita punya kemampuan untuk memotivasi bahwa masyarakat yang perlu dibantu, ya kita bantu," ujar Ketua Satgas Nasional HMTN-MP yang akrab disapa dengan bang Budi.
Dikatakan bang Budi, yang penting masyarakat yang luas yang banyak tadi di Sukabumi tadii intinya betul untuk ketahanan pangan. Jangan mengharapkan dia maaf cakap jangan mengharapkan tahan-tahanan.
Selama yang kita hadapi saya investigasi, saya rasa ribuan orang yang berhadapan dengan saya yang berargumentasi. Tapi dengan tenang kita menghadapi bahwa kehidupan itu adalah titisan ciptaan yang maha kuasa.
Kita saling menjaga lingkungan, lingkungan itulah yang perlu kita atasi. Tadi dapat kita lihat kalau Dandim, Kapolsek juga ikut turun menanam jagung, segala sesuatunya kita bersama-sama di lapangan, itu membuktikan. Bahwa HMTN-MP itu kerjasama di lingkungan, yang posisinya seharusnya pemerintah punya peran besar di dalam, akan tetapi, dengan keberadaan HMTN di dalam lebih besar lagi artinya pemerintah mempedulikan masyarakat di lingkungannya.
"Jadi tugas kita sebagai Satgas, apa yang dikatakan Ketum tadi. Saya akan coba bekerjasama di dalam internal, di wilayah,," terang bang Budi.
Kalau di Jawa Barat ini saya gak asing kalau untuk Jawa Barat, saya sudah cukup dikenal di Jawa Barat ini. Karena saya kenalkan aja bahwa saya pemain bola,. Jadi Jajang Nurjaman itu kawan saya main bola. Kalau dia tahu saya disini, pasti datang dari kemari.
Oleh karena itu, kita akan ber-sinergi, berjalan, membantu, melaksanakan bagaimana kemampuan kita untuk mengatasi persoalan pupuk. Itu inti utama. Inti kedua yang tadi sudah saya sebutkan, ketiga sudah saya sebutkan, apapun yang terjadi, pertahanan adalah, semuanya adalah ekonomi. Kalau ekonomi kita mapan, pertahanan pangan kita akan kuat.
Jadi jangan kita berbicara, tanah di sana seribu hektare, duitnya gak ada. Untuk apa? Mau tanam apa? Betul gak Bu? Iya, yang sekarang kita duduk bersama kan ceritanya kan itu kan?
Tanah kami banyak Pak, di mana? Gunung kan kita bisa kita hancurkan gunung gitu. Setelah hancur, mau tanam apa? Gak ada, ekonominya gak ada. Jadi kita bergabung. Bergabunglah bersama, dengan kemampuan saya, dengan Ketum, dengan Pak Dandim dengan Pak Kapolsek, kita bangun bersama mudah-mudahan ada titik terang ntuk membackup kita di ketahanan pangan ini yang sudah saya coba dan saya sudah teken MOU. Artinya pemerintah boleh memulai, kami juga boleh muliai pemerintah. Bersatu kami untuk membangun bangsa ini, akhir Ketua Satgas. Rel
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Medan sumut24.co Erupsi Gunung Sinabung yang mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut b
News
IMIGRASI DIGITAL, DARI LOKET PELAYANAN HINGGA PAGAR NEGARA
News
Mantan Pj Sekda Tapteng Yetti Sembiring Jabat Kepala Bappedalitbang Deli Serdang
News
JAKARTA Sumut24.co PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) akan memindahkan seluruh operasional penerbangannya di Singapura ke Singapore
News
MEDAN Rencana pengerukan area kolam pelabuhan dan alur pelayaran di kawasan Pelabuhan Belawan mendapat perhatian serius dari Dewan Pimpi
News
Bupati Solok Lepas Kontingen Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026
News
GEMA SANTRI NUSA SAATNYA NU BANGKIT, BERSATU DAN KEMBALI KE MARWAH KHITTAH MUASSIS,Dukung Kepemimpinan KH. Miftahul Akhyar dan KH. Abdul H
News
MEDAN Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan menegaskan bahwa pemungutan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kota
News
Perang Melawan Narkoba Makin Panas, 403 Kasus Diungkap Polresta Deli Serdang Januari&ndashAgustus 2026
kota
sumut24.co Medan Wali Kota Medan resmi menjatuhkan hukuman disiplin berat kepada Camat Medan Timur, Fernanda, S.S.T.P., dan Lurah Aur, Efr
kota